<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922</id><updated>2011-04-21T20:47:32.974-07:00</updated><title type='text'>Negara Diana</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-5319655539611301018</id><published>2009-01-02T04:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:26:42.871-08:00</updated><title type='text'>Peran Arab Dalam Pembantaian Gaza</title><content type='html'>[ 30/12/2008 - 11:46 ]  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mihna Habil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan tubuh yang berserakan dengan kondisi sangat menyedihkan, bergelimpangan diantara puing-puing bangunan yang porak-poranda akibat gempuran roket-roket Israel Sabtu pagi (27/12/08). Sore hari sebelumnya, manlu Israel, Tzipi Livni di Kairo, ibu kota Mesir mengatakan, Tel Aviv memutuskan untuk membumi hanguskan Gaza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, dimanakah posisi para menlu Arab saat itu ??. Tentu mereka telah berupaya menasehati Israel agar melakukan gencatan senjata, mungkin…?&lt;br /&gt;Tetapi kenyataanya membuktikan, para pemimpin Arab telah memayungi kejahatan Israel ini secara jelas dan terang-terangan. Ini adalah bukti yang tidak bisa dibantah lagi jauh-jauh hari, sejak konflik Arab-Israel itu terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini bisa dibaca sejak pertemuan Annapolis pada Nopember 2007 yang lalu. Kesepakatan-kesepakatan mereka tidak bisa ditutup-tutupi. Program-programnya sangat jelas mengarah pada pemberangusan gerakan Hamas yang telah memimpin Palestina sejak Juni 2006 lalu melalui pemilu jurdil dan transfaran. Kesepakatan Annapolis ini merupakan keputusan Israel-Amerika untuk mengikat pemerintah Arab agar mau melakukan kesepakatan tersebut. Akan tetapi perjanjian itu tidak mesti dilakukan setiap saat, hanya bersifat alternative saja bagi sebagian Negara Arab itu, kenapa ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena apa yang terjadi di Gaza saat ini, atau sebelum adanya proyek perlawanan terhadap Israel dalam program pembebasan wilayah Palestina dari jajahan Israel, melalui paham pemikiran atau persatuan Negara Arab terkait proyek akhir perdamaian, sejumlah pemimpin Arab merasakan bahwa mereka tidak akan bisa eksis bila Israel tidak ada. Kenyataan ini belum terekspos ke dunia, namun dalam kasat mata tindakan-tindakan mereka mencerminkan kekhawatiran tersebut. Seperti proyek politik dan program-program mereka untuk meyakinkan kepada rakyatnya bahwa Israel adalah entitas yang sangat penting bagi bagi dunia Arab. Israel adalah poros dalam membina kerja sama di dunia internasional, dalam bidang dialog, normalisasi ekonomi atau dalam rangka menghadapi proyek penjajahan Iran. Kehadiran Israel dimanfaatkan juga dalam membantu Negara Arab sendiri untuk membebaskan tanggung jawabnya atas pemberangusan terhadap kelompok-kelompok yang selama ini anti pemerintahan Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita paham, apa yang terjadi saat ini atau yang akan terjadi kemudian adalah murni keputusan Negara Arab secara resmi. Mereka telah ikut ambil bagian dalam penganiayaan terhadap Palestina. Mereka tidaklah terpaksa atau lemah dalam posisi ini. Kalaulah kita tampilkan pernyataan-pernyataan mereka terhadap Hamas, baik dari gerakan pemutihan pada Juni 2007 ataupun yang lainya, kita akan menemukan bahwa mereka menentang gerakan Hamas, bahkan mereka telah berkoalisi dengan pihak Oslo pimpinan Abbas yang berupaya menjatuhkan usaha rekonsiliasi nasional dari pihak Hamas. Karena mereka tidak suka dengan proyek perlawanan yang diusung Hamas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kesepakatan untuk menjatuhkan Gaza, mereka menyangka dengan memberlakukan blockade terhadap Gaza akan dapat menguasai rakyatnya. Dari sini terlihat pemerintah Mesir, pimpinan Husni Mubarak sangat berkepentingan untuk melanggengkan blockade ini, sambil melakukan propaganda untuk memperoleh simpati rakyat Gaza dan Palestina, dan bukan dari Hamas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sejumlah kesempatan untuk merealisasikan pedamaian yang legal yang dapat membebaskan rakyat Gaza dari blockade yang telah membunuhnya secara perlahan ada, namun pihak Mesir dan beberapa konconya dari para pemimpin Arab, tidak juga melakukanya. Bahkan mereka berupaya untuk menghalang-halangi setiap kesempatan yang dapat menjamin terrealisasinya sebagian hak-hak Gaza itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jelas, apa yang terjadi saat ini merupakan realisasi dari sejumlah kesepakatan dengan Tel Aviv untuk memaksan Hamas menyerah dalam masalah ini. Terutama terkait prinsif-prinsif dasar bagi kepentingan Zionis. Hal ini bisa terlihat dari upaya Mesir dan Arab untuk menjatuhkan konsep pertukaran serdadu Giladh Shalit yang diajukan Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini semakin nampak, ketika Direktur intelijen Mesir, Umar Sulaiman yang menyatakan kepada Israel, beberapa hari yang lalu, bahwa Mubarak tidak kurang semangatnya dalam membasmi pemerintahan Gaza, dari pada Tel Aviv sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi blockade semakin meningkatkan perhatian dunia internasional. Situasi ini tentunya semakin menyulitkan negara Arab untuk melanggengkan blockade. Apalagi adanya dorongan dari rakyat Arab yang semakin meningkat untuk menghapuskan blockade tersebut. Padahal Negara Arab ini telah mengumumkan keberpihaknya kepada pemerintahan Abbas dan kelompok keamananya yang menentang Gaza. Maka merekpuna merestui blockade, tetapi tidak berlanjut. Walau apa yang terjadi di lapangan begitu nampak keberpihakannya, melalui kerja sama keamanan dan provokasinya terhadap Gaza, namun tak urung mereka begitu murka kepada pihak-pihak yang berupaya menolong Gaza meski dalam urusan kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata, pihak keamanan atau pihak yang berada di lapangan telah gagal dalam menjauhkan Hamas dari Gaza atau menjauhkan rakyat Palestina dari Hamas. Oleh karena itu Tel Aviv mengumumkan untuk membumi hanguskan Gaza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermati wajah, Yasir Abdu Rabbih yang berbicara tentang apa yang terjadi saat ini di Gaza, kita akan menemukan tersirat kebahagiaan menyelimuti dirinya, walau ia berusaha menyembunyikanya. Bahkan pernyataan Tayib Abdurrahmim (penasehat Abbas) menyusul serangan Israel ke Gaza mengatakan, “Pemerintahan Oslo akan berkuasa kembali di Gaza. Warga Gaza diharapkan bersabar. Pernyataan ini menunjukan bahwa mereka bekerja sama dalam upayanya membumi hanguskan Gaza, baik di lapangan maupun di tataran setrategi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah bagi kita mendengar pernyataan salah seorang pejabat penting Israel, beberapa saat setelah penyeranganya ke Gaza. Ia mengatakan, “Kami telah mengemukakan rencananya kepada sejumlah Negara Arab dan Barat, sebelum kami memutuskan untuk menyerang Gaza”. Pernyataan ini diungkapkankanya ditengah aksi pembantaian terhadap rakyat Palestina di Gaza dan disaksikan mata dunia. Seolah-oleh Tel Aviv menyatakan, kami tidak sendirian dalam membantai rakyat Palestina, walau sebagian nurani menolaknya. (asy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-5319655539611301018?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/5319655539611301018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=5319655539611301018' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/5319655539611301018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/5319655539611301018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2009/01/peran-arab-dalam-pembantaian-gaza.html' title='Peran Arab Dalam Pembantaian Gaza'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-7046692631456576652</id><published>2008-10-10T05:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T02:55:54.862-07:00</updated><title type='text'>dont read 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SQgy-w62UiI/AAAAAAAAABA/lzTYt_IUaOM/s1600-h/bleach_promo05.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SQgy-w62UiI/AAAAAAAAABA/lzTYt_IUaOM/s320/bleach_promo05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262512218447434274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dunia plastic&lt;br /&gt;Terkadang dunia seperti permainan ular tangga --- ada saat bagi kita naik tangga, naik derajat setelah melempar dadu atau kita meluncur turun dari kepala ular alias turun derajat iman … mungkin hidup sendiri semacam peluang, seperti sisi mata uang yang ada gambar dan angka atau enam sisi mata dadu atau tak terhingga sisinya. Dalam permainan ular tangga itu semua orang pasti mencapai finis dengan mengantungi nilai masing-masing.&lt;br /&gt; Finis adalah semcam pintu dimana semua manusia pasti membukanya karena tak mungkin manusia abadi, semua mengalami mati. Ada manusia-manusia tertentu yang tak menjalani urutan permainan, ia tak melempar dadu dan langsung terfokus menuju finis --- tanpa melewati proses tangga dan ular, merekalah para istimewa yang sudah tahu jalan-jalan dunia. Bagi manusia biasa yang tak mengikuti petunjuk semakin lama ia tak segera mencapai finis semakin banyak peluangnya untuk terus meluncur jatuh dari ular --- alias semakin banyak peluangnya menumpuk dosa. &lt;br /&gt; Bagi manusia yang tahu bagaimana cara melewati dunia yang hanya cermin kias dan mimpi ini, ia bisa melalui dengan nilai tertinggi. Sesungguhnya dunia hanyalah tempat bagi manusia untuk bersenda gurau dan olok-olok belaka tapi kebanyakan dari kita tidak tahu dan terjebak pengertian kacau yang menyulitkan tentang dunia. Dunia tidaklah terlalu sulit dan rumit, ia semacam tempat belajar mencintai-Nya. &lt;br /&gt;23-2-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON’T READ&lt;br /&gt;Aku diantara tawa dan tangis&lt;br /&gt;Kiranya dukaku mulai menebar sekaerat jiwa akibat kerapuhan yang selama ini kutanam dalam gelimang asa dosaku aku terpuruk dalam rangkum senyummu dalam jerat tatapmu padaku pada diri nelangsaku mempermainkan ketegaranku untuk terus bertanya untuk terus bimbang. Aku dimana ketika mengenangmu diantara tawa dan tangis aku merasa sepi diantara takut dan berani aku merasa kosong diantara menolak dan mencarimu aku merasa membiarkan … Jalan mana yang harus kupilih saat aku kian menggila mendamba tatapmu mengharap senyummu apa semua kata dan filsafatmu hanya akan sama di telinag semua gadis apa hanya aku apa masih ada aku yang lain.&lt;br /&gt;31-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dibalik asa&lt;br /&gt;Kukenang dirimu dibalik asa tak terperi hatiku atas segala tak restu mereka atas sosokmu, aku kian tertekan dalam gelisah rindu tanpa ujung termangu aku dalam kebimbangan atas pesona diri yang kian merajam termangu oleh segala gundah dan duka oleh segala pencapaian manusia. Aku mengenangkan segala kepalsuan dan kekosongan menangisi berjuta gelimang kebodohan dan kebencian ketika mendamba suaramu yang telah mengoyak tabir tipis keangkuhan diri terlambat sudah kukenang engkau dari sisi sepi dan kerinduan namun aku makin hitam oleh jelaga kemurungan dan rendah diri. Aku mengenang kerapuhan diri dan jiwa yang terbelenggu oleh penyakit dunia apa telah hilang duniawiku apa telah sirna ukhrowiku tidak karena itu ketika aku kelimpungan ketika kehilangan dirimu.&lt;br /&gt;4-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaramu dari sudut&lt;br /&gt;Kemarin aku masih melihatmu kemarin aku masih mendengar suaramu dari sudut dunia sekarang kau hanya bisa mengenangmu menginagtmu dan aku masih berkhayal tentangmu. Kenapa ketika mengenangmu dari jauh baru kusadari segala rasa tak menentu ini perasaan hampa yang tak pernah bisa kujelaskan namun sering kutulis dalam cerita-ceritaku tak mengerti diri pribadi ini oleh segala kebimbangan ini.&lt;br /&gt;3-4-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dan waktu&lt;br /&gt;Dari hari pertama sampai kelima :&lt;br /&gt;“ seseorang merasakan hancur … apakah cinta hanya menghancurkan? Tidak?! Aku yang terlalu melebihkan. Cinta tidak menghancurkan itu bukan cinta mungkin.” &lt;br /&gt;Hari keenam : Aku masih mengenang dengan tangis tapi hanya macam penyesalan atas kebodohanku sendiri, melihat kepekaan yang diuji aku merasa sangat tolol tapi aku membiarkan proses itu, itu bagian hidupku. Aku memang harus menjalaninya. &lt;br /&gt;Aku terlalu berlebihan dan terpengaruh cerita-cerita romantic. Aku merasa ditipu oleh angan dan bayangku sendiri, anggapanku tentang hal yang dulu telah nyata. &lt;br /&gt;Aku dipermainkan, dibuang dan dihina oleh diriku sendiri bukan oleh siapapun tapi aku sendiri, si bodoh yang sok tahu ini. Aku tersenyum pahit Ya Allah alangkah kecil hamba ini di hadapan waktu. Aku terlalu terobsesi mungkin aku tak percaya lagi adanya belahan jiwa mungkin aku tak percaya lagi adanya pasangan jiwa semua itu hanya dicipta oleh bayanganku sendiri. Jika merasakan sakit dari mula aku tahan sakit. Percayalah aku bahwa akupun masih bisa jatuh cinta dan sakit hati. &lt;br /&gt;Aku benar-benar jatuh, mungkin aku tak tahu apa yang menantiku didasar sana mngkin kehampaanku. Aku memang belum melangkah makin jauh tapi hatiku demikian sakit oleh anganku sendiri. Kadang aku ingin melupakan dan membiarkan saja semua itu. &lt;br /&gt;Pernahkah kau berpikir saat kau mengenang seseorang tapi orang itu tak ingat siapa engkau? Apakah itu sebuah kekosongan? Tapi pernahkah kau berpikir saat kau berdzikir mengagungkan, mengenang Dia dan Dia mengingat dan mengenangmu lebih darimu. &lt;br /&gt;Tuhan tanpa syarat mengingat dan mengenangmu tapi aku, manusia, hanya berpikir syaratnya yang sesuai untuk manusia lain. Percayakah aku bahwa ternyata aku masih mengenangkan orang yang tak pernah satu kalipun mengenangkan aku. Aku tersenyum. &lt;br /&gt;Ada pengajaran apa yang hendak disampaikan-Nya untukku? Karena Tuhan member cinta pada manusia itu punya makna. Hadiah untukku mungkin sakit yang kurasa ini ada makna yang hendak diajarkan-Nya padaku agar aku mengerti hokum cinta menuju Cinta pada-Nya. Aku kadang ingin melupakan semua itu tapi kubiarkan. Aku merasa ini bagian dari proses hidupku. Alhamdulillah, Gusti masih menyayangiku dengan mengijinkanku merasa rasa cinta dan sakit ini. Ijinkan hamba terus mencintai-Mu. &lt;br /&gt;21-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hati&lt;br /&gt;Hari mempunyai jam. Jam mempunyai menit. Menit mempunyai detik. Halnya detik pun mempunyai setiap helaan napas dan denyut nadi maupun sorot cahaya. Telah kucoba kusangkal rasa dan tatap matanya menengadah hatiku ke arahnya dia yang menebar senyum semerbak yang menuntunku memasuki labirin panjang prasangka tanpa ujung. Terus kukenang ketakpastian itu. Bukan semerbak wanginya yang kupeluk namun jiwaku tertoreh oleh nada yang mendesak bertalu-talu di hati. Sebuah desakan jiwa akan sakit hatinya di masa lalu, akan rasa sakit tentang arti hakikat diri yang disembunyikannya dengan tawa semu. Pria yang pernah hatinya sama terlukanya denganku.&lt;br /&gt;3 muharram 1424&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah renungan kebodohan&lt;br /&gt;Aku muak dengan segala hasrat tak nyata yang bersarang menjadi kesulitan dianganku. Angan telah menobatkan kau menjadi kekonyolan hidup. Aku memupuk kenangan masa lalu dan merajut hamparan asa masa kini serta memanjatkan khayal akan sahabat, kerabat, orang-orang terkasih. Kadang hidup tak menakutkan bayangan orang-orang meski sering aku terikat rutinitas bagai kuda tunggangan namun aku merangkumnya, merangkai semua ketololan itu menjdai kemarahan tanpa sebab dan aku memilih menjauh untuk memahami hakikatnya.&lt;br /&gt;6-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istigotsah&lt;br /&gt;Aku benci pada keangkuhanku yang terus membelenggu otakku. &lt;br /&gt;Kalimat sederhana meluncur dari mulut mereka dan aku menghakimi menjadi gelombang siklus alamiah makhluk. Aku beristigotsah hari ini, menenangkan prasangka yang menyamar sebagai penyamun di hatiku. Tiba-tiba rasa amarah menengelamkan diri ke samudera kebobrokan.  Ketika Gus Mus membacakan arti Doa Akasah yang mengoyak pelan bagai gelombang megalir menyapa dan merajam segala kebekuan, kekakuan, kekerasan hati bergerak menyentuh, menjatuhkan helaian bening air mata. Kujangkau segala kepak sayap-sayap duniawi yang megah itu dengan kalam ukhrowi, belenggu rantai-rantai pada penghambaan lembar duit, setangkai cinta murahan, selapis status mulia, setangkup kekuasaan di tahta dunia. Semua itu mencair … Istigotsah hari ini luar biasa! &lt;br /&gt;Gusti Allah, terimakasih mengijinkan hamba ikut dalam rangkaian doa dan dzikir memohon ampun serta mendoakan sesame umat Islam di Irak. Alhamdulillah. &lt;br /&gt;9-3-2003&lt;br /&gt;Sehelai daun di alam raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik duka untuk jiwa yang berfilsafat&lt;br /&gt;Setitik filsafat kurenungi di segala hari telah menuai rejeki tanpa rencana memulai semuanya bagi putaran masa dan damba kerinduan pada Ilahi namun mata lahirku terpesona mata lahir makhluk-Nya. Menghunjam desah nuraniku segala makna tersentuh oleh suara jiwa sapanya menebar salam damai akan tatap mata pertamanya. Kenapa keberadaan tegarnya merajai kesendirian menghadang dia di mata lahirku. Alam bawah sadar menuai kritik duka akan rasa tak terperi hamba, Tuhan. Aku bertemu dia antara mata bertemu dan aku menundukkan jiwaku setiap sorot mata tajam itu menangkap jiwaku. Salam kembali terdengar lirih menghempas kalbu, &lt;br /&gt;“ Assalammualaikum. “ untuk pertama kali hanya untuk jiwa rapuhku. &lt;br /&gt;Hanya aku yang mendengar, kusangka hanya permainan jiwa. Aku terpana sekian lama kusadari segala makna sapa ramahnya. Aku hanya ingin kau menyapaku dengan kalam jiwa yang syahdu, yang mampu membelenggu nuraniku. Kenapa baru aku sadari keberadaan tegarnya akan hakikat diri dan jodoh jiwaku. Dia adalah inti dari segala kebimbangan dan jerit filsafat hatiku selama ini. Kesendirian tak lagi menghadang dia ada untuk kelemahan ukhrowiku. Dialah yang mengajariku bagaimana menyapa Ilahi kini dan selamanya. Hamba tak peduli masalah megahnya sabda dunia, itu hanya esensi kecil yang mampu dicaapi manusia. Hamba kian damai dan tenang saat jiwa kami menyepakati arti cinta pada-Nya. &lt;br /&gt;“ Aku hanya ingin mengajakmu untuk mengenal-Nya.” Kalimat itu merasuki alam jiwa hamba. Hamba tak terlambat mengenalnya di dasar nurani. &lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan telah Kau ijinkan aku mengenali siapa jiwaku. &lt;br /&gt;Siapa yang mengenali dirinya mengenali Tuhannya.&lt;br /&gt;10-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian aku&lt;br /&gt;Seolah aku manusia sempurna mengklaim pengkhianatan manusia atas jiwaku, dosa. Kutuding mereka dan perbedaannya. Renungan telah kucapai dan aku makin paham bahwa manusia terbuat dari tanah. Tanah adalah unsure alam mudah terbakar api amarah, jika aku marah, tanah terbakar api dan aku membiarkan tangan-tangan setan membekukku ssuai angannya. Aku hanya akan menjadi porselin hiasan dunia menjadi budak setan. Aku benci aku yang membenci manusia meski aku bukan pemerintah namun dengan membenci orang lain artinya aku telah memerintah orang lain agar menuruti kehendakku dan mengharap sifat maupun kemauan orang lain sama denganku. Aku benci aku yang memelihara benci dan ketololan. &lt;br /&gt;13-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan akibat&lt;br /&gt;Terkadang ketakpahaman merasuki diri pribadiku. Aku menghakimi orang dengan kritik tajam dan aku tak merenungi kesalahan diri dengan untaian kesadaran. &lt;br /&gt;Sering sebuah pikiran dan renungan hati memaksaku dengan tantangan makna hakikat. Kejahatan orang lain padaku adalah renungan agar aku tak menyakiti orang lain lagi. Jadi hidup adalah semacam keseimbangan, sebuah pencapaian hakikat. &lt;br /&gt;Hidup adalah ibadah jika aku baik pada orang lain maka orang lain akan baik padaku tapi jika aku jahat pada mereka maka mereka akan berlaku jahat. &lt;br /&gt;Aku merenung akan segala sifat anehku dimata orang-orang di sekelilingku sepertinya aku semacam filsafat kuno tentang hidup. Aku akan baik pada orang yang baik padaku kadang aku tergantung mereka. Aku tak punya pendirian kata mereka semua hanya karena mereka tak paham. Coba paham mereka bisa saja suka atau jengkel. &lt;br /&gt;Apa mungkin aku terlalu menuntut orang lain dan terlalu sering membicarakan cermin keburukan orang lain. Aku telah menutupi sendir mata hatiku dengan kebencian.&lt;br /&gt;13-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan Cuti&lt;br /&gt;Pahamlah aku arti setiap bulan sekali kaum hawa mendapat ‘cuti’ … mungkin agar aku merenung akan kesalahan dan instrospeksi diri karena Tuhan tak mungkin memberi sesuatu tanpa makna dan manfaat baik dari segi fisik atau batin tersirat, tersurat atau tersorot. Selain arti biologis fisik dan duniawi ternyata ada satu makna tersembunyi yang sangat luarbiasa. Maaf Gusti baru hamba sadari sekarang selama 7 hari ‘cuti’ kaum hawa tidak boleh menunaikan ibadah wajib dan sunah bukannya berteriak ‘bebas.’ &lt;br /&gt;Lho, sholat itu kan ibadah resmi sedang kebaikan hati, renungan dan dzikir adalah ibadah tak resmi padahal selama masa ‘cuti’ itu. &lt;br /&gt;Aku punya tanggung jawab moral yaitu merenungi diri kita, cara ibadah resmi dengan merenunginya dalam ibadah tak resmi. Bukankah aku lebih sering menjalankan ibadah tak resmi daripada ibadah resmi. Dalam perenungan mungkin ibadah resmiku telah keluar jalur dari rohnya sholat dan hanya sekedar menunaikan kewajiban. &lt;br /&gt;Aku lupa makna-makna kebaikan dan silaturahim hanya demi mengejar pahala surga dan memburu sebutan ahli sholat tapi aku lupa sesama padahal sholat … sujud tidak hanya dalam sholat ‘resmi’ tapi sujud itu di hati, jiwa. Hati dan jiwaku sujud pada Ilahi dalam setiap kesempatan di setiap tempat dimanapun kita bisa bersujud. &lt;br /&gt;Jika aku membahas satu persatu makna-makna gerak sholat akan sangat banyak dan makin aku sadari alangkah berdosanya aku dan alangkah kurangnya sujudku. &lt;br /&gt;Astagfirullah, apa tak amlu aku. Aku merasa sanagt rendah di hadapannya. &lt;br /&gt;Gusti Allah, jika hamba mengetahui sejak awal tentang alangkah kecil hamba tentu hamba tak akan membenci dan menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;13-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu tentangmu&lt;br /&gt;Kujelajah misteri hatinya namun kembali aku menemukan jiwaku pada satu hal memalukan akibat mataku menatap kerapuhannya. Aku menerjang seuntai mutiara kesedihannya ketika aku berjalan di depan kerinduannya. Apakah jiwaku marah apa aku menghujat jiwa yang telah meliputi diri pribadiku. Entah …&lt;br /&gt;14-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan &lt;br /&gt;Dimanapun engkau berada jika kau mencintai Allah meski saat sholat wajib di sekitarmu tak terdengar suara adzan namun yakinlah bahwa Allah lah yang akan membimbingmu untuk mendenagrnya, karena Allah mencintaimu setiap saat dimanapun kau berada. Engkau akan mendenagr adzan yang terus terngiang di telinga dan hatimu. Meskipun kau berada di Mekah sekalipun tapi jika hatimu ditutup engkau tak akan pernah mendengar keindahan adzan di telingamu. Tapi … meski kau ada di benua Amerika yang penuh maksiat pun tapi jika hatimu dibukakan setiap saat kau akan terus mendengar gema adzan memanggilmu untuk beribadah kepada Allah swt yang juag sangat mencintai-Mu.&lt;br /&gt;7-4-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin&lt;br /&gt;Temaram angin membawa segala kerancuan ketika aku bertanya padanya &lt;br /&gt;“ Apa angin ingin membawa cinta?” &lt;br /&gt;ia berkata : “ Tak sanggup “ &lt;br /&gt;“Apa cinta demikian luar biasa?” &lt;br /&gt;ia menjawab : ”ya” &lt;br /&gt;aku semakin terdiam terdengar deru-deru angin tak kutemui segala kesombongan kenapa angin demikian suka menggenggam cinta apakah cinta yang menghidupkan angin dari siapa engkau mendapat cinta? &lt;br /&gt;Jawabnya : “ Dari Allah …” dan ia terus bertiup. &lt;br /&gt;13-4-2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-7046692631456576652?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/7046692631456576652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=7046692631456576652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7046692631456576652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7046692631456576652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/dont-read-2.html' title='dont read 2'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SQgy-w62UiI/AAAAAAAAABA/lzTYt_IUaOM/s72-c/bleach_promo05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-9076390701827436826</id><published>2008-10-10T05:55:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T05:56:31.719-07:00</updated><title type='text'>Dunia maya…</title><content type='html'>Sekian kali aku mengabaikanmu namun sekali lagi kau mengkhianatiku &lt;br /&gt;seperti rekan sejawatmu yang menyaru dengan pekik seram di depanmu.&lt;br /&gt;Kau telah menebarkan benih ketakutan yang menakjubkan mata memandangmu ...&lt;br /&gt;Lidahmu menuturkan kisah manis berbalut duka yang menggerogoti egoku&lt;br /&gt;Masalalu manusia kau jadikan begitu bersinar terang seakan &lt;br /&gt;mengalahkan segala harapannya. &lt;br /&gt;Aku sekali lagi bermain-main dalam angan yang terlalu bodoh tentangmu&lt;br /&gt;oh, dunia mayaku yang bertebaran di jagat raya kau menodai kepercayaanku padamu.&lt;br /&gt;Kapan lalu aku terjatuh ke jurang kengerian &lt;br /&gt;yang diakibatkan dunia nyata yang sempurna &lt;br /&gt;kapan lalu pula aku memohon bersimpuh di kakimu, dunia maya … &lt;br /&gt;mencari arti penting sebuah pertanyaan hakiki manusia.&lt;br /&gt;Aku terhinakan oleh dunia nyata  kusangka kau akan menolongku mengembalikan kejatuhan diriku yang menghamba di dasar jurang kehancuran itu. &lt;br /&gt;Cermin-cermin itu melukaiku menyamarkan menjadi seuntai mutiara berpisau ganda.&lt;br /&gt;Kau benar-benar pedang bermata dua, dunia maya. &lt;br /&gt;Aku sempat mencintaimu namun kau juga telah melukai aku. &lt;br /&gt;Kau rajam aku bagai pelacur jalanan yang mencoba bertobat pada Ilahinya.&lt;br /&gt;Kau telah meneriakan sesuatu yang memekakkan telingaku. &lt;br /&gt;Kau lukai aku bagai seekor anjing hutan yang menggigit mangsanya tanpa ampun.&lt;br /&gt;Kau bagaikan setan yang meratap kehilangan Tuhannya.&lt;br /&gt;Kau bagaikan serigala malam yang menyamar menjadi domba yang mengembik memohon belas kasih manusia penggembala. &lt;br /&gt;Kau membuat aku menangisi sesuatu yang tak masuk akal sepanjang malam ini. &lt;br /&gt;Sekali lagi aku membencimu dan bermaksud berpisah dari kesombonganmu&lt;br /&gt;Dunia maya … ternyata kau mengkhianatiku lagi … &lt;br /&gt;kukira kau akan berbaik hati padaku ternyata … &lt;br /&gt;oh, sungguh kau tendang aku yang sedang mendaki di gunung asa &lt;br /&gt;aku terjatuh … sekali lagi kau buat aku kehilangan harapan,&lt;br /&gt;lantas dunia macam apa lagi yang harus aku pilih untuk mendamaikan hatiku …&lt;br /&gt;Jawab dunia maya! &lt;br /&gt;Jangan hanya kau lukai aku dan pergi begitu saja. &lt;br /&gt;Aku bukan benda mati. &lt;br /&gt;Aku menghinakanmu tapi tidak untuk mengejarmu. &lt;br /&gt;Aku membencimu yang tidak mempedulikan perasaan manusiawiku, dasar mesin!&lt;br /&gt;Dunia maya, tidak tahukah kau akan kekagumanku padamu dan ironiku membencimu … &lt;br /&gt;aku menantangmu untuk bertarung menatap hari esok …&lt;br /&gt; aku menginginkanmu lebih manusiawi, dasar mesin!&lt;br /&gt;04-10-2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-9076390701827436826?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/9076390701827436826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=9076390701827436826' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/9076390701827436826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/9076390701827436826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/dunia-maya_10.html' title='Dunia maya…'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8806192865979891575</id><published>2008-10-10T05:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T19:38:33.481-07:00</updated><title type='text'>firasat jiwaku</title><content type='html'>Samakah&lt;br /&gt;Puasa ramadhan dimulai detik akhir imsak tadi &lt;br /&gt;aku mengucap syukur entah aku merenungkan apa jiwaku melayang &lt;br /&gt;apakah sama Ramadhan disini dengan di Jalur Gaza &lt;br /&gt;lebih menggelora siapa semangat jihad kita, mereka atau aku? &lt;br /&gt;Pertanyaan itu membayangiku namun aku belum akan menemukan jawaban yang pasti. &lt;br /&gt;1 ramadhan 1425&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Tuhanku&lt;br /&gt;Tuhan dikala sendiri aku merenungkan-Mu berdiam di antara pokok-pokok jiwaku mengejar pendaran cahaya-Mu terkatung-katung dalam keremangan sepi hanya mengenangkan-Mu kalbuku melemah rapuh dan damai aku memohon sekerat kasih sayang aku terbelenggu oleh duka tak kentara menangisi kebodohan manusiawiku sering aku terasing di tengah ramai sering aku kosong di tengah tawa aku hanya terpuruk jauh dari-Mu. Tuhanku aku begitu ingin bersama-Mu aku begitu takut sendirian. &lt;br /&gt;Tuhanku secercah damai menempatkanku dalam lembah kemuliaan dan tak lagi kurasa sedih meski kehampaan selalu merajai semua mungkin menghujatku mengharamkanku masuk jauh dalam dunia manusiawi mereka dan aku hnaya terjebak lingkaran-lingkaran jaman yang berkubang di kaki-kakiku. &lt;br /&gt;Tuhanku kesendirian ini kian kali menakutkanku sering aku diterjangnay bagai sembilu sering kutemui cahaya yang kian menjadi bayangan hitam dan bayangan itu makin menelan cahaya namun semua demikian lazim tawa manusia tetap keras terdengar. Tuhanku di tenagh tawa itu hmaba sendirian aku ingin kembali menjadi seorang hamba, hamba-Mu saja. &lt;br /&gt;Tuhanku sering hamba menyenangi kebohongan namun seringkali pula hamba membenci kebohongan itu lembah-lembahnya demikian sunyi, kotor, gersang dan menjijikkan aku kian sendiri ditengah tawa itu sering hamba menemukan-Mu disana ditengah keramaian yang sepi itu aku menemukan tawa-tawa lahir manuisia namun hati mereka tidaklah tertawa aku menemukan wajah-wajah malaikat manusia namun jiwa mereka tetaplah iblis! Kebohongan tetaplah kebohongan nurani tetaplah bermata hati. &lt;br /&gt;Tuhanku di tengah malam selalu aku mencari-Mu namun kebodohan telah merasuku begitu dalam tanpa-Mu sungguh tercerai berai aku ini kapankah seorang aku bisa menjadi seorang hamba? Kapankah Tuhan?&lt;br /&gt;21-12-2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temaram cahaya&lt;br /&gt;Sosokku mengharu di antara temaram cahaya berpendaran seakan mencari induknya aku kian lapar tersudut dan haus oleh dahaga ini bukan pengertian duniawi aku terpesona kelam cahaya yang terpuruk dalam tekanan jiwaku aku masih meratapi pengharapan sisi lain diriku memberontak tangan jiwaku terkepal erat menampar segala arah terpendar bersama cahaya aku merasa suram duka melegakan dahagaku akan bahagia duniaku aku terpojok di antara dua cahaya berbentur diam meski kugapai cahaya-cahaya itu aku makin sendiri dengan angan yang kian menyudutkanku mataku kian menghakimiku akan ketakutanku akan baying-bayang kesedihan di amsa depan aku kian menjadi pembanding antara masa lalu dan masa depan aku telah menjadi masa sekarang yang sangat menyedihkan kenapa mereka kian kali membebani aku dengan kebimbangan masa sekarang aku telah menjadi perantara yang aneh. &lt;br /&gt;Tertawa dan menangis sendiri dalam jiwa batuku … kenapa? &lt;br /&gt;Kenapa tatap mata itu kian memenajraku … siapa yang akan menjadi pembebas jiwaku akankah di datangkan untukku sang pembebas jiwaku yang dikurung tatap mata jiwanya … apa arti kehadiarnmu bagi hidupku. &lt;br /&gt;Aku tak menyadari permainan waktu ini terus tak mampu menyadari sendirian berpelukan bersama gelisah jiwaku merana jiwaku mendamba sesuatu yang berjalan dalam tidur di masa lalu.&lt;br /&gt;26-3-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca-kaca itu&lt;br /&gt;Aku seperti kaca dalam temaram cahaya mungkin aku tersudut merenung dan tercenung berputaran duka dalam sendiri aku terus betebaran dalam asa menyayat hatiku sendiri menungguimu seperti hantu diirmu dalam sosok tak berdayaku aku kian kali tak mampu melepaskan diriku berputar sendiri seperti rotasi bumi terpatri kuat dalam bayang-bayang jiwamu. &lt;br /&gt;Tuhan dimana Engkau! Aku seperti kaca-kaca buram yang terangkai terlalu kuat dan nyaris retak dimana mesti kugenggam bunga-bunga milik cahaya kadang aku enggan meratapi namun keberpasunagn kian membimbingku seakan menjadi petunjuk spiritualku dalam mengarungi keterasingan ini aku meratapi dan semua meninggalkanku terpuruk dalam kepakan sayap-sayap kelam kematian nuraniku terlanjur aku tediam dalam kubangan angkara itu namun tangan-tangan nasib mencengkeramku kuat merobohkan kaki-kakiku meruntuhkan keyakinan awalku tentang arti sempurna namun Tuhan kembali mengulurkan tangan-Nya. &lt;br /&gt;Tersenyum ulang padaku pada kekosongan aku dan kembali aku sendiri termenung dalam kotak kebisuan yang disediakan-Nya untuk aku. &lt;br /&gt;Tak ada duka dalam jiwaku aku terus tenggelam dalam pengertian jiwa cinta milik-Nya. Bagi semua manusia yang kukenal apalah arti kebenaran? &lt;br /&gt;Sering kudengar definisinya namun semua itu omong kosong mungkin itulah wujud kebodohan itu sendiri semua makin menjadi tak berkeyakinan mereka hanya meratapi kepalsuan aku sering mendenagr keluhan mereka tapi semua bohong …&lt;br /&gt;14-4-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status biner&lt;br /&gt;Semua mengatakan tentang status kebenaran namun sebenarnya mereka hanya menyuarakan kebenran dari status mereka keterpurukan sering membuat nurani buta apakah si kaya hanya meniduri si kaya apakah si tampan hanya mencintai si cantik berduit ini bukan pengertian harfiah apakah itu keadilan apakah itu yang disebut ukhuwah apakah itu yang disebut kesempurnaan bahwa masalah fisik tetap menjadi utama apakah bisa manusia terbebas dari belenggu urat-urat penjara bernama fisik dan kebendaan? &lt;br /&gt;Materi tetap menjadi pengganjal otonom manusia dalam mencari jalan cahaya menuju penghambaan pada Tuhan bukan hanya pada jaman jahiliyah pada jaman pra Islam dimana posisi budak dibawah standar manusia tapi era kini segala pemberontakan atas klaim status materi itu tetap menjadi mahkota mutiara. &lt;br /&gt;Omong kosong tentang semua arti persamaan derajat itu semua orang pada prinsipnya hanya memuja keindahan materinya demi kelangsungan hidupnya hanya menyadari perolehan kematiannya kapan sebagai manusia aku terbebas dari perbudakan dan keterpasungan hakiki itu … atau mungkin semu … aku pun tak akan mampu menjawabnya sekarang …&lt;br /&gt;15-4-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang kusut&lt;br /&gt;Berkelana dalam ruang waktu mungkin sedang kualami &lt;br /&gt;menapak kakiku di atasnya sesuatu menggiringku dengan gigih &lt;br /&gt;dan pasti aku terbebas atau hampir terbebas &lt;br /&gt;seperti untaian benang kusut yang terurai &lt;br /&gt;aku tersenyum di sudut keremangan jiwa &lt;br /&gt;kiranya kutahu ini namun tak kujamah dengan dua tanganku &lt;br /&gt;aku masih terbelenggu suatu ketakpahaman mungkin aku bermimpi …&lt;br /&gt;23-4-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan rumit&lt;br /&gt;Menghadang gelombang jiwamu &lt;br /&gt;aku tak paham atas tarikan electron-elektron itu &lt;br /&gt;aku serasa diterbangkan menabrak dinding-dinding sumur electron &lt;br /&gt;aku tercebur dan tak mampu bernapas &lt;br /&gt;inikah tarikan electron sebuah perpaduan rumit. Entah …&lt;br /&gt;23-4-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara eter&lt;br /&gt;Gelombang jiwamu terkirim diantara eter &lt;br /&gt;tersembunyi disana dengan kapas-kapas doamu &lt;br /&gt;membenturkannya ke dinding-dinding keabadian &lt;br /&gt;berusaha menyentuh kaki-kaki langit jiwaku yang lain saat itu … &lt;br /&gt;tak kupahami dan kini telah kugenggam gelombang pantulan jiwamu &lt;br /&gt;setelah sekian waktu bertaut &lt;br /&gt;aku tak bergeming terdiam dan tersenyum &lt;br /&gt;kutajamkan jiwaku dan mentransfer gelombang jiwaku &lt;br /&gt;entah bertabrakan dengan gelombang apa saja di eter sana. &lt;br /&gt;23-4-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang jiwa&lt;br /&gt;Pikiran manusia itu semacam gelombang bukan partikel atau mungkin partikel. &lt;br /&gt;Ah, kalangan fisikawan pun masih kebingungan mencari jawab ketika seseorang berpikir, mengenang, merindu atau berbicara tentang orang lain pada saat itu manuisa mengirimkan sinyal otak … gelombang itu terus meninggi berbenturan dengan banyak halangan di angkasa. &lt;br /&gt;Jika gelombang itu mendapat tanggapan atau respon gelombang itu akan berada pada frekuensi yang sama pada saat itu dua orang manusia ‘adam’ dan ‘hawa’ berada pada wilayah gelombang yang sama dimana mereka mempunyai jiwa yang sepaham dan mungkin mereka saling memikirkan satu sama lain pikiran hati jiwa nurani manusia itu seperti gelombang berjalan merambat dengan sabar tabah dan tegar melampaui banyak halangan dan rintangan menggapai satu titik tujuan kemanapun dia menuju. &lt;br /&gt;Apalagi jika gelombang jiwanya hanya tertuju semata kepada rangkaian cinta-Nya pasti menghasilkan pantulan yang sangat luar biasa seakan tanpa filter tanpa halangan. &lt;br /&gt;Dia langsung membalas transfer gelombang jiwa manusia alias doa dengan gelombang bersinyal lebih kuat karenanya benar jika kau berdoa pada-Nya Dia akan mengabulkannya seperti itu perjalanan gelombang karena itu jangan hanya mengirimkan sinyal gelombang pada manusia saja tapi pada Sang Pencipta Manusia. &lt;br /&gt;Apalagi jika sinyal itu hanya untuk meminta urusan dunia &lt;br /&gt;dan mengesampingkan akhirat … seharusnya para pengirim sinyal paham akan hal itu juga orang-orang Fisika yang jelas lebih tahu apa itu hakikat gelombang partikel dan sinyal elektronik dari otak manusia.&lt;br /&gt;23-4-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih dari neraka&lt;br /&gt;Kutatap kau namun terang telah menjadi semangat baruku aku bagai ratusan kelopak bunga jiwa yang terkelupas dan terbang berpendaran tertiup angin hanya denagn menutup jiwaku untukmu menjadi semangat jiwaku. Aku serasa menjadi manusia (lagi) aku telah sekian lama kau penjara dalam jiwamu tali-tali itu terlapas dari tangan, kaki dan tubuhku terimakasih kau mau melepasku meski kau lemparkan aku ke neraka kehancuran sendirian, sunyi dan terluka aku tersenyumdamai bahagia telah menjadi pakaian baruku meski itu kotor dan jelek di matamu bukan kebohongan cinta semu yang kau sanjungkan yang demikian mewah. Kau tatap aku dari atas jembatan yang menaungi neraka jatuhku. Diam tanpa kata aku berlari. Tertawa bahagia. Akhirnya kau bebaskan aku dari ‘surga’-mu. Terimaksih atas segala tatap dan senyummu padaku.&lt;br /&gt;7-5-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau &lt;br /&gt;Haruskah kau menjadi rantai belenggu baruku … &lt;br /&gt;aku lelah telah kutitipkan jiwaku, &lt;br /&gt;perasaanku, orang-orang yang kucintai pada-Nya termasuk kau … meski kau tak paham mengguratkan tarian-tarian pena dalam hati-hati milik kita &lt;br /&gt;membuatku mengenalmu sang raja filasafat-ku. &lt;br /&gt;Kau telah meraih satu kekosongan jiwaku mengisinya &lt;br /&gt;dengan diskusi edan kita tentang Definisi Aku. &lt;br /&gt;Aku terjajah kembali. Aku mempersiapkan diriku sebagai tawananmu. &lt;br /&gt;Aku memperbudak lagi mata jiwa dan pikiranku. Entah kau …&lt;br /&gt;7-5-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRILOGI CINTA TRILOGI CINTA TRILOGI CINTA TRILOGI &lt;br /&gt;Tertusuk Duri Cinta&lt;br /&gt;Kedamaian cinta terbilang lembut dalam cermin jiwa &lt;br /&gt;aku kerapkali menatap untaian kepingan jaman yang menyatu dalam kelopak-kelopak jiwa. &lt;br /&gt;Aku telah menjadi satu kebanggaan semu jiwa cinta silau tertutup damba yang tak mengerti makna hakikat aku terperosok dalam lubang hitam tanpa ujung hanya kegelapan yang berani menaungi sosok hampaku sosok kering yang mendamba dekap cinta dalam derap kegelisahan yang disuarakan ratusan mutiara keabadian sebuah kata kenangan indah tentang kepastian yang memiliki daya tarik memilukan sesuatu yangsering disebut cinta. &lt;br /&gt;Hanya cinta itu terlalu duka dia memiliki duri-duri tajam dibalik sikap lembutnya yang terbagi dalam kelopak-kelopak murni sebuah kemuliaan sering kutemui hatiku tercabik dan berlumuran darah putus asa aku hanya melihat jauh kedepan dan memukul-mukul dinding tebal di depanku namun hanya suara gemaku bersahut-sahutan dan hanya kutatap satu warna dalam dinding berduri itu yang kian kali terus mendesak aku dalam kotak hitam itu. Hanya kegelapan … Aku telah tertusuk duri-duri cinta dalam kotak hitam merenung dalam kegelapan tak abadi yang suatu saat terbangun dari tidur panjangnya. &lt;br /&gt;Itulah aku … hanya saja sakit sekali duri-duri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuja nama rahasia&lt;br /&gt;Aku termangu menatap lapisan jiwa tereblenggu dalam kaca-kaca hati kiranya dia mengntip dari sana aku telah mempermainkan jiwaku terpedaya dalam jutaan nama tanpa kata aksara telah menjadi tabiat buta bagi putaran-putaran penaku aku terbelenggu lagi kegelisahan sering membimbingku kearah kehampaan yang tak aku pahami dalam temaram cahaya kelabu aku terdiam merenungi cahaya makna hakikat dibalik pemujaan itu akankah kata hatiku terturutkan oleh pesonamu sungguh aku pun kian melara merana dalam pasungan ketidakabadian yang disuarakan oleh samar-samar kebimbangan jiwaku. Jiwaku terberai menjadi sekecil electron berkelana dalam ruang-ruang eter mengangkasa membisikkan kepiluannya sendiri aku telah terjebak oleh rasa takut yang tak aku pahami aku seperti berjalan tanpa arah aku perlu dituntun dengan tongkat ketika menyeberangi jalan-jalan rumpil yang tak aku pahami sungguh acap akli kutemui namamu bersemayam di hati namun terus kusurutkan dan aku mengalah karenanya memilih berduaan bersama rasa takutku sendiri bergelimang dalam asa-asa yang tak memahamiku aku seperti pengelana yang tercebur dalam samudra luas tanpa ujung dimana pun air … dan aku menggapai-gapai berrenang sendirian … memang hanya dangkal samudera itu namun aku berenang tanpa arah tanpa kepastian dan aku tak mendapatkan ujung akhir yang sebenarnya kudamba sepi kusematkan namamu di hatiku yang dalam demi memuja sebauh nama rahasia yang makin tak kupahami apa arti semua ini siapa dirimu aku pun tak memahami namun terus kucoba memanggil namamu aku memuja sebauh nama hanya nama rahasiamu cinta …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyandang cintamu&lt;br /&gt;Disisi ini aku memandangmu terbelenggu dalam untai duka kepalaku terkulai dalam temaram sunyi jiwaku terpasung aku dan aku hanya memandangimu menyandang cintamu saja terbelenggu aku dalam duka yang tak kupahami aku menatap kebohongan dalam deru angin yang menawanku selama ini aku telah menipu keabadianku sendiri kemarin baru kulihat kebebasannya yang tak aku inginkan sekian kali kupandangi kepak-kepak sayap dalam keagungan abadi sebuah kesenduan aku mendenagr suara-suara sumbang dari kerinduan jaman yang disuarakan oleh dawai jiwamu. Apa yang terjadi denagnmu? Seperti apa keinginan jiwamu? Sering kumenanyakan pada gugusan awan di langit malam namun kau tak pernah muncl segan aku menemuimu lagi tapi … menyadang cintamu sangat berat kurasa namun aku makin tak sanggup sehingga aku lepaskan kau … dan aku terjatuh di kubangan kotor yang menyakitkan namun aku tersenyum terimakasih … dan aku berlari menjauh.&lt;br /&gt;16-6-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRILOGI KASIH CINTA TRILOGI KASIH CINTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Engkau …&lt;br /&gt;Dimana Kau ketika aku mencari-Mu Tuhanku … aku sendirian terluka dan sakit sering aku menatap kekosongan kabut-kabut jiwaku aku tak menemukan-Mu disana apakah jiwaku demikian kotor sehingga aku terbelenggu duniaku aku terlalu mengagungkan duniaku aku terlalu sombong dalam mencintai-Mu aku etrpuruk kenapa Tuhanku … jangan pergi dari diriku sering aku mencari-Mu menunggu-Mu disini dalam kesendirianku aku takut menangis sendirian dimana Engkau, Tuhan air mataku berjatuhan di atas sajadahku sujudku lama disana guna menemukan-mu lagi terus kucari Kau dengan dzikir-dzikir panjangku Tuhanku aku manusia rendah yang bergelimang dosa debu-debu jaman ini meliputi sekeliling duniaku aku terpedaya oelh kebohongan itu. Tuhanku kujatuhkan dahiku ke atas sajadahku aku masih belum menemukan-Mu tapi aku tak menyerah aku bertekad terus mencari-Mu dimanapun aku ingin menemukan-Mu lagi.&lt;br /&gt;16-6-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman-Nya&lt;br /&gt;Aku melihatmu jatuh terpuruk bersimpuh di hadapanku mengaduh dan megiba mengatakan : “ apakah arti cinta jika tak bisa disentuh?” &lt;br /&gt;pengertian macam apa tenteng cinta yang kau sanjungkan kutampar kau dan tak kutemui sedihmu kau berputus asa kau mengiba namun rasa kebenaran pada dirimu sendiri menghalangi pengakuanmu akan adanya cinta-Nya padamu. &lt;br /&gt;Tahukah kau Dia sedang melihat kau dan aku … Tahukah kau Dia sedang tersenyum padamu. &lt;br /&gt;Kenapa … Kenapa kau abaikan senyuman-Nya padamu? &lt;br /&gt;Titilah jalan lurus itu kembalilah pada-Nya jalan itu demikian indah dan damai akan menyergapmu tanpa ampun jangan menaruh prasangka buruk pada-Nya sanjunglah Dia dalam kesendirian kagumilah ciptaan-Nya dalam keramaian cintailah Dia dengan ikhlas cobalah berdamai denagn nuranimu sendiri menapaklah di jalan ibadah manusia kau dan aku tercipta untuk beribadah pada-Nya ratapilah cinta-Nya tobat adalah syaratmu mnedekat kembali pada-Nya. Tahukah kau senyuman-Nya telah menyapamu jangan kau berputus asa tak ada istilah dosa abadi ampunan-Nya itu seluas langit dan bmi meski dosamu memenuhi langit sekali lagi tidak kekasih kembalilah kepada Kekasih abadimu sehingga kita bisa bebas bercengkerama dalam Cinta sejati yang diridhoi-Nya renunganmu pasti didengar-Nya biarkan Dia membelai lembut jiwamu biarkan Dia membuka mata hatimu Hanya Dia Maha Menghidupkan segala hati.&lt;br /&gt;For I di Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku jatuh&lt;br /&gt;Kapan lalu aku berlarian di tengah mega-mega bersemayam dalam pucuk-pucuk kehidupan berkelana dalam buluh-buluh kerinduan bercengkerama bersama butir-butir air mata dan aku terjerat angan-angan itu sekarang di tengah deraan sepi. &lt;br /&gt;Terpesona diriku di tengah pawana hampa aku melihat dukaku di mata orang lainmanusia lain mengajariku tentang duniaku dunia yang kugenggam sendirian aku menemani diriku dalam lembah kebimbangan meratapi ketakutanku dalam tawa aku terjatuh dalam sahara keterasingan sendirian bersama desah angin sahara menyalurkan kedukaanku dalam temaram hitam hatiku aku meratapi apa … kekosongan telah menderaku mendakwa aku memenjara duka namun aku bersepuh bahagia kehampaan kembali melekangku menemaniku dalam hatinya aku dan kedukaan telah dihibur bahagia namun rasa takut terus bersemayam aku menapaki perjalanan aneh ini dalam dunia yang makin kurasakan asing di tengah pekik jerit tawa bahagia manusia sering kurasakan keterasingan sering aku menjadi pecundang bagi diriku sendiri sering aku melawan diri pribadiku selalu kau mempunyai seteru abadi yaitu diriku sendiri kadang aku pun menantnag diriku sendiri menampar bayangan jiwaku dan bercerai berai dalam temaram gelapnya jiwa aku tersudut diam dalam sendiri bertanya pada jiwaku tentang aku bertanya pada egoku tentnag aku selalu aku menjatuhkan diriku sendiri dalam lambah kebobrokan jiwa. Aku tak  memberi kesempatan pada hatiku untuk memberi secercah cinta pada jiwaku aku telah lama membunuh jiwaku aku telah lama terblenggu oleh diriku sendiri namun aku sadar ketika aku jatuh ada Dia yang menolong menggenggamku dengan Tangan-Tangan Perlasa Tak Terlihat-Nya namun ada …&lt;br /&gt;27-6-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIGA MASA TIGA MASA TIGA MASA TIGA MASA TIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Laluku&lt;br /&gt;Aku betebaran bersama anganku mendesak mimpi-mimpi berpelana kegelisahan dan mendulang ratusan kepedihan tertawa dalam sekeping gelisah tak berperi bersandar dalam asa yang makin terbelenggu meratapi aku dalam gugusan kekeringan tanpa batas itu angan itu memiliki kisahnya sendiri keabadian telah meniti jalannya masing-masing aku berkelana sendiri namun sebenarnya aku tak sendirian Tangan-Tangan Nasib Tak Terlihat kerap menangkapku menatap dengan lembut aku sering terjatuh tergelincir tanpa aku paham apa arti segala keputusasaan itu sekian kali tergelincir aku ditolong-Nya Dia mengajari aku akan makna sejati hidup dan mati bahwa mati pasti mutlak menjdai keabadian manusia namun kerahasiaannya tetap manjdai milik-Nya. &lt;br /&gt;Masa laluku tak kusadari kepedihannya aku selalu meratapi kejatuhan dan kegagalanku dalam hal dunia sesuatu yang sangat menggoda semua manusia tergoda oleh keindahannya sering aku terbelenggu rantai-rantainya dendam dan memaafkan kesalahan orang lain sekarang aku mencoba memaafkan dengan mematahkan rantai-rantai itu dengan keikhlasan.&lt;br /&gt;6-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sekarangku&lt;br /&gt;Aku meniti tangga kedua dalam hidup anak-anak tangga yang tak kumengerti makna-maknanya … sering aku melihat wajah-wajah topeng tak berdosa milik mereka dibalik kedukaanku atau dibalik kegembiraanku aku bagai menemui awan-awan jiwa tertata rapi dalam barisan damai angkara murka nafsu rendah telah mengambil alih semua jalan tengah dan belakang mapun jalan pintas uluran-uluran tangan mereka terarah kepadaku namun tak mampu kugapai aku berdiam dalam kegelisahanku sendiri berkelana pada alunan nada kekosongan tak kentara demi apa mataku terpesona akhir hidup manusia adalah pasti, khusnul khotimah yang tak pernah pasti … manusia kini berharap apa duka telah menjadi sarang masa lalu yang terbelenggu aku menemukan masa sekarangku dalam wujud keikhlasan tanpa batas aku mencoba meraih benang-benangnya aku meniti jalan-jalan itu dalam kegelapan yang menyakitkan semua orang mungkin memaki mencercaku dengan argument kebenarn mereka namun kau tetap tegas dengan senyumku karena aku percaya Dia sedang tersenyum padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depanku &lt;br /&gt;mataku terpedaya oleh ratusan duka kutatap jajaran asa didepan mataku mungkin aku makin terpedaya kadang aku tak tahu makna terpesona dan terpedaya semuanya sama dimata lahirku sering aku melamun mengangankan sesuatu yang tak pasti berkelana jiwa nuraniku sendiri melanglang diantara pucuk-pucuk makna kehidupan mencoba memahami hakikat hidup di sisa usiaku ini aku telah belajar dari masa lalu dan masa sekarangku demi menanti masa depan yang pasti dan tak akan abadi tawa dan tangis tetap akan kulihat didepanku dari siapapun tentang apapun di masa depan meskipun dan aku telah belajar bagaimana menyingkap dualism-dualisme kehidupan itu mungkin di masa depan ini aku lebih bijak menghadapi dan memahaminya meski harus aku berseteru denagn anganku sendiri menyangkal segala mimpiku bersemayam bersama realitas yang ada waktu banyak mengajari aku arti sabar dan menunggu. Dialah kunci pembuka segala akhir angan manusia manusia boleh mengejarnya seumur hidup namun tak akan bisa menangkapnya. &lt;br /&gt;9-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Aqsho&lt;br /&gt;Bulir-bulir kerinduan pada lantaimu membuat jiwa kami mennagis &lt;br /&gt;ingin kening kami bersujud di lantaimu, Al-Aqsho &lt;br /&gt;meski hujan peluru menerpa meski lantaimu memerah &lt;br /&gt;oleh darah mujahid-mujahidmu &lt;br /&gt;kami merindu bersimpuh di masjidmu &lt;br /&gt;merindu untuk bercengkerama bersama Tuhan &lt;br /&gt;dengan dzikir-dzikir panjang dan mutiara air mata di sudut pilarmu. &lt;br /&gt;Masjid tempat Sang Mustafa di mi’rajkan ke Sidratul Muntaha &lt;br /&gt;kami menangis kami merindu sakit hati ketika kau diinjak-injak &lt;br /&gt;dengan ancaman setan-setan Israel &lt;br /&gt;sakit hati kami mendengar dentuman ultimatum penghancuranmu oleh mereka &lt;br /&gt;sakit hati kami melihat pemuda-pemudamu digelandang keluar masjidmu &lt;br /&gt;hanya karena mereka ingin menyentuhkan dahinya di lantaimu &lt;br /&gt;sakit … kapan sekali saja aku bisa menyentuhkan dahiku ke lantaimu &lt;br /&gt;kapan sekali saja air mataku jatuh ke lantaimu &lt;br /&gt;kapan aku bisa sekali saja sholat tahajud mengagungkan-Nya di lantaimu &lt;br /&gt;kapan setan-setan Israel itu berhenti mengganggumu … kapan …&lt;br /&gt;9-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat jatuh&lt;br /&gt;Aku seperti berada di persimpangan jalan yang aneh aku sendirian dan aku terus berjuang sendirian disana memilih jalanku sendiri kapan lalu sebuah kejatuhan menghantamku keras sekarang aku belajar menilai segala segi aku mencoba berdiri tegak untuk menerima memaafkan dan melupakan segala perbuatan buruk manusia padaku sebenarnya aku lebih banyak belajar dari keburukan orang padaku. &lt;br /&gt;Manusia lain yang aku temui adalah cerminan diriku sendiri monster-monstre yang kutemui di lorong-lorong itu adalah aku sendiri wajah-wajah malaikat dari monster-monster itu sering kusapa namun aku ketakutan sendiri telah kubangun jiwaku kembali mencoba kembali pada-Nya setelah aku tergelincir aku kemarin jatuh dan aku segera bangun itulah arti tobat bukannya meratap. &lt;br /&gt;Manusia walau waspada tanpa berharap pertolongan-Nya hanyalah kosong. &lt;br /&gt;Jarang memandang kejadian setelah jatuh tergelincir, ada yang mengeluh atau langsung bangkit. Jatuh itu bagus untuk mengajari manusia segera bangkit. &lt;br /&gt;17-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrawala Cinta&lt;br /&gt;Cinta mendesak kalbuku sekali lagi mencerca kudengar beragam Tanya menghembuskan aku dengan pawana kekosongan abadi sering menjadi semangat baruku bahwa dunia sekelilingku tak abadi namun cinta abadi aku menambatkan jiwaku pada jerat-jerat malam yang sepi aku mata batinku berkelana menjelajah dunia tak abadi itu menyamarkan segala anganku akan segala gundah tak nyata sering kutatap gelapnya malam tak berbintang dengan hati pilu kucari jawaban atas segala anganku disana namun tak ada bertanya pada siapa aku akan cinta berpendaran pendulum jiwaku berbenturan dengan segala kebohongan dan kekosongan itu aku ingin meluruskan kembali jiwaku, hatiku dan cintaku membangun kembali segala cakrawala di kaki-kaki lembah cinta itu berdamai kembali dengan aku dalam renungan aku ingin berteman kembali dengan segala angan iut namun aku makin takut dan limbung. &lt;br /&gt;Aku jatuh tanpa daya aku tak mampu bangkit mereka menginjakku dan memonopoli cakrawala itu untuk cinta mereka sendiri.&lt;br /&gt;16-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti aku cinta&lt;br /&gt;Aku menatap lazuardi langit biru bertemaram jutaan damba cinta bertengkar jiwaku dan nurani mencapai kata damai akan cinta aku menyenandungkan ratusan syair tentang keindahan namun hanya mampu kusuarakan nada sumbang dengan suara parau dari dasar hati dengan segala kenangan itu aku mungkin terpukau akan pengakuan cinta pada jaman aku makin gila dalam pedengaranku dengan segala uraian klasik tentang kekosongan jiwa aku tak mencoba mengulurkan jiwaku pada cinta mungkin aku menjadi paranoid untuk menebarkan rasa cintaku merana dan melara dalam naungan cinta aku cinta adalah kata-kata yang makin menjejak dalam rrelung batinku pada apa aku cinta aku belum menemukan jawab yang mendamaikan nuraniku aku mungkin hanya terus bermain bersama angan-anganku sendiri cinta adalah sebuah pengertian agung akan hidup setelah mati bukan hanya perkara duniawi dan dhahir belaka cinta adalah … pengertian aku cinta ketika kau paham kalimat aku cinta.&lt;br /&gt;17-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belahan jiwa&lt;br /&gt;Aku sekian lama memuja arti belahan jiwaterus kucari-cari makna dan sosoknya dalam kehidupanku memanjakan segala putaran hatiku akan angan tak pasti apa aku menjadi tawanan penegrtian belahan jiwa yang sekian jaman kupercaya dan kudambakan apa aku memiliki jawab belahan jiwa telah menjadi doktrin alami dalam hatiku aku berseteru dengan logikaku bermain-main dengan nafsu angkaraku secara duniawi belahan jiwa bukan semacam itu belahan jiwaku mengelana jauh betebaran di langit jiwa mengangkasa jiwa dimana kau? Kenapa tak kau cari belahan jiwamu? &lt;br /&gt;Aku makin  sendiri dan terpuruk. Belahan jiwa, kapan lalu kau kucari di antara sampah-sampah ukhrowi yang menyaru sebagai surge dunia namun kau tak ada dan bukan wujudmu. &lt;br /&gt;Aku terus mengejar bayangan indahmu diantara tawa angkara namun tak ada keputusasaan. Aku kembali berjalan di lorong sepi memasuki ratusan jalan-jalan bercabang dan kembali pada satu jalan lurus. &lt;br /&gt;Aku ingin menemukanmu di jalan lurus penuh cahaya itu meski terjal belahan jiwa siapakah kau … &lt;br /&gt;17-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebongkah batu di Gaza&lt;br /&gt;Terjal … terserak … berdebu batu-batu itu pecah menjadi serpih terlumat oleh peluru-peluru tank Israel. &lt;br /&gt;Bukit-bukit batu itu rata hanya hamparan pasir bertahun-tahun berabad-abad mereka telah rela menjadi saksi bisu dari jaman ke jaman sejak dari pengembaran awal Bangsa Yahudi oleh Yakub as sampai kedatangan kembali mereka oleh Musa as. &lt;br /&gt;Mereka terus menuntut kemerdekaan tanah kelahiran kembali mereka menodongkan moncong-moncong artileri berat ke kening-kening bekas sujud para mujahid angin meniup kering di perbukitan menerbangkan debu-debu dari batu-batu pecah terserak rudal sebongkah batu di Gaza masih tetap menjdai saksi bisu meski tercerai berai menjadi serpihan. Air mata dan darah muslim-muslimah memandikanmu kembali kau menangis bahagia satu persatu sekali lagi bunga-bunga surge telah kembali tumbuh berserak mewangi menyirami tanahmu kembali kepada Allah. &lt;br /&gt;Sebaongkah batu di Gaza samapai kapan menjadi saksi bagi ladang awal syuhada-syuhada Islam. Sampai kapan serpihan-serpihan debu itu meniup kering di antara pekik jihad dan intifadah.&lt;br /&gt;18-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kau &lt;br /&gt;Kering tanpa kutahu … aku berkecamuk dalam hati tak kutahu seperti apa penyakit ini meradang kutangisi ratusan kesedihan kosong tanpa kutahu apa artinya aku mengingat apa aku tertawa namun itu hanya menenteskan air mata beruraian dalam kotak aku tak athu aku menangisi apa kenapa aku terkurung penjara aneh ini inikah cinta … atau … hanya sesuatau … &lt;br /&gt;For Z&lt;br /&gt;10-6-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun cinta namun …&lt;br /&gt;Aku pun cinta ketika kau menyapaku aku pun cinta ketika kau menyanjungku aku pun cinta ketika kau berkorban untukku aku pun cinta ketika kau tatap mataku aku pun cinta ketika kau denagr aku aku pun cinta ketika kau bercerita padaku aku pun cinta ketika kau menyentuhku membelai tangan kotorku namun bukan cobalah buka mata hatimu aku sudah sangat cinta ketika kau menemuiku melihatmu dan mendenagr suaramu dan wujud bahagiamu aku sudah sangat cinta aku pun cinta ketika kau menyatakan cinta padaku aku pun cinta mungkin melebihi cintamu padaku. &lt;br /&gt;For I&lt;br /&gt;10-6-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan cinta&lt;br /&gt;Menyandang cintamu kurasakan bagai pengalaman spiritual yang indah hanya dengan mengenangmu kurasakan jiwa spiritualku mengangkasa diantara duka sreing aku bersemayam bahagia berselimut genangan asa yang tak tentu menjajaki jutaan makna hampa yang menyamar dalam jerat-jerat putus asa aku terbelenggu ketika aku menyandang cintamu kebebasan jiwaku berada dalam luluh jiwa prasangkamu titian asa mengepakkan sayap-sayap  terburainya terbakar pedih duka hatiku melayang jatuh kea rah danau kegelisahan menenti kedukaan sendirian mengenangkan akhir sayap-sayap asa itu. Demi cinta kusemayamkan nuraniku di dasar jiwa namun sulit kuubah putaran takdir waktu. Terus aku terjerat duka. Cinta merupakan sayap-sayap terberai yang menyebarkan helai-helainya ke segala penjuru hati, jiwa dan aku memandangi jatuhnya helai-helai putih keemasan itu tanpa coba untuk memungutinya dan merangkai helai-helai sayap itu. Aku pun sudah mengenakan sayap-sayap itu entah dari mana mengepakkan sayap-sayap di kedua lenganku dan aku menatap angkasa keindahan milik-Nya dan aku terbang menukik jatuh ke angkasa memnuhi eter mengitari jutaan awan menggapai milyaran bintang menjangkau kegelapan tak terhingga dan terjatuh lagi pada satu jaman yang penuh kekosongan. Jaman penuh cinta yang mengajarkan makna-makna hakikat. Demi memulai angkasa-angkasa dan jiwa-jiwa yang etrlahir kembali dan aku tak lagi mempunyai sayap namun aku bahagia. Tertawa bahagia kiranya dukaku telah sirna dan hnaya satu bahagia tak ada lagi gelisah, takut, kecewa, penyesalan, kesedihan, duka, air mata, angkara, amarah, iri, keserahan, rakus, sombong, marah, hasut, dengki, saling memaki disana. Hanya ada cinta. Hanya ada keindahan memandangi wajah-Mu tak ada lagi kau hanya ada Engkau.&lt;br /&gt;27-6-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu terbantah&lt;br /&gt;Jiwa spiritualku bergolak air mataku berderaian &lt;br /&gt;telah kuturutkan keinginan dunaiwiku sendiri &lt;br /&gt;aku hampir terjebak dalam keramaian godaan dunia di sekitarku &lt;br /&gt;semua menawarkan surga dari tangan-tangan mereka dengan tawa-tawa menipu mereka &lt;br /&gt;nyaris aku menegadahkan kedua tanganku pada mereka &lt;br /&gt;aku pun nyaris mendamba terpuruk dalam jiwa-jiwa kerdil milik angkaraku &lt;br /&gt;aku seperti berjalan sendirian melawan arus &lt;br /&gt;semua orang saling teriak aku ketakutan namun &lt;br /&gt;aku merasakan ketegaran yang tak pernah aku alami &lt;br /&gt;aku mendengar bisik-bisik merdu memuja-Nya d&lt;br /&gt;an aku kembali berjalan ke arah sana meninggalkan segala keramaian itu &lt;br /&gt;menembus tirai-tirai kemunafikan yang nyaris menyelimutiku &lt;br /&gt;semua orang menawarkan surga padaku &lt;br /&gt;namun aku menamparnya, menghinakannya dan aku lebih memilih surga yang sejati. Surga yang bukan milik mereka &lt;br /&gt;sesuatu telah terbantah dari dinding mulut-mulut mereka atas aku. &lt;br /&gt;19-9-2005&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersepakat dengan jiwa &lt;br /&gt;Aku hampir kehilanganmu lagi sungguh sangat sulit menemukan dirimu lagi jiwa. Serasa aku menyelam dalam samudera tanpa ujung dengan kedalaman tanpa hingga hanya untuk mencari sebuah jarum jiwa yang terjatuh disana aku kembali bersepakat denganmu jiwaku diujung-ujung malam ini aku ingin menemukan Ilahi-ku disana mungkin aku terkesan aneh dimata-mata manusia namun aku tak menemukan sisi lain dari keanehan itu aku terpuruk jiwaku kemana aku mesti mengadu padahal kapan lalu aku bercengkerama dengan mesra sendirian bersamamu kini aku merasa asing denganmu bahkan dengan diriku sendiri sering kembali aku bertanya pada diriku sendiri tentang siapa sbenarnya aku. Aku ingin bersepakat denganmu&lt;br /&gt;19-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat cinta&lt;br /&gt;Sifat cnta adalah ketika kau berlari menghampiri dia menjauh tapi ketika kau menjauh menarik dirimu dari area pergolakan dia menyapamu merdu. Sifat cinta adalah ketika kau menangis ia tak pernah menghiburmu ketika kau tertawa ia tak pernah merasakan bahagiamu ketika kau berseteru dengan jiwamu ia mengacuhkanmu ketika banyak mulut memaki dia hanya menertawaimu ketka kau ditinggalkan semua orang yang sebelumnya mencintaimu dia berhias diri menyaru menjadi pribadi lain yang tak kau kenali ketika kau bercermin padanya dia menhitamkan jiwamu. Sifat cinta adalah seperti angin kering di padang gersang tanpa air hanya fatamorgana denagn pengertiannya tentang belahan jiwa yang nyaris sukar ditemukan jika cinta hanya kau sifati secara naluri secara nafsu. Ia tak memenuhi anganmu denagn kenyataan namun hanya berisi angan kosong yang terlalu menipu. Sifat cinta adalah diam yang tak kunjung memiliki jawab yang sesuai bagi segala kegelisahan jiwa manusia. Sifat cinta yang sejati adalah Asmaul Husna memuja-Nya saja. &lt;br /&gt;19-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia adalah …&lt;br /&gt;Bahagia adalah tidak menurutkan segala keinginanmu pada dunia. Bahagia adalah tidak mengaharap segala angan di kepalamu. Bahagia adalah tidak mengikuti segala kemampuan nafsumu. Bahagia adalah mengetahui bahwa nafsu boleh besar namun penegendalian diri harus lebih besar. Bahagia adalah ketika melihat dirimu mampu menghargai diri sendiri dan orang lain. Bahagia adalah keikhlasan dalam mencintai-Nya tanpa syarat dan tanpa meminta surge belaka. Bahagia adalah mengetahui bahwa Dia adalah Maha Segalanya. Bahagia adalah mengetahui bahwa segala kesulitan yang menghadang bukanlah halangan untuk berhenti berharap pada-Nya bahwa segala dosa yang diperbuat akan memperoleh ampunan-Nya bahwa segala cinta yang digenggam manusia tidak hanya akan berakhir menjadi seonggok sampah berupa nafsu hewani di ranjang. Bahwa manusia hanyalah milik-Nya. Bahagia adalah memahami bahwa hidup tak hanya di dunia tapi semua orang akan menuai hasil disana di alam akhirat. Bahagia adalah bila manusia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Bahagia adalah saat bertemu dengan-Nya. &lt;br /&gt;19-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu &lt;br /&gt;Setiap saat menunggu telah menjadi bagian hidup manusia apa yang ditunggunya ketika dalam alam rahim menunggu ditanya oelh-Nya ketika itu apa yang dijawabnya jika ia menjawab : “ Ya, Engkau Tuhanku. “ maka ia bersiap menunggu untuk dilahitrkan ke dunia. Sang ibu menunggu tangis bayi terbersit semua itu menunjukkan bahwa menunggu telah menjadi bagian hidup manusia manunggu adalah milik waktu menunggu bayi tumbuh dewasa menunggu adalah kata keabadian manusia manusia selalu merasa takut dan kecewa karena menunggu takut jika yang ditunggu tak sesuai harapan karena orientasi manusia hanya dunia manunggu lebih banyak dialami sendiri oleh manusia pertanda manusia terbiasa sendiri aku tak terbiasa menunggu tapi aku pun tak pernah bisa memahami hakikatnay ketakutan bila sendirian menunggu. Dunia lebih banyak susahnya daripada senangnya. Kegelisahan saat menunggu hanya didapat manusia di dunia. Takut menunggu kematian bila manusia paham hakikat menunggu dan tahu apa yang harus dilakukan selama menunggu, memohon pada Tuhannya. Tak aka nada sesal, takut, gelisah karena manusia telah siap menghadap-Nya. Menunggu kematian dengan menggenggam erat ridho Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatimu patah&lt;br /&gt;Disudut pagi ini aku merenungkan kehampaanku sendiri berkelana bersama duka menapak kerinduan tak terbantah. Kerinduan pada apa kadang hatiku terbakar bara apinya demikian besar meluluhlantakkan diriku dalam kubangan api angkara. Aku terpatah hatiku terbakar bara api angkara. Kutatap kau dari sudut nuraniku terpedaya aku namun tak mampu aku menangkapnya berkali-kali aku menepis jutaan sedihku yang meradang. Hampa telah memiliki dunianya sendiri bertemankan duka dan memasung segala asa. Aku etlah menghambakan diri pada kehampaan bermain-main dalam gelisahku sendiri. Aku telah bermain-main dalam kepiluanku termakan oleh segala prasangka ke dalam lembah keputusasaan itu dimana mesti kucari jalan lain yang mendambakan itu. Kuingin menemukannya tak lagi berkelana dalam sepi bercengkerama bersama ratusan kelopak jiwa milik keraguan telah merajam namun rapuh telah merayu rindu mendayu dalam untai kegalauan aku telah bermain dalam anganku sendiri tersudut dalam kepulan asap kebimbanganku sendiri air mata telah meleleh.&lt;br /&gt;26-9-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia&lt;br /&gt;Ketika manusia mulai meragukan arti dunia disekitarnya dia telah mencampakkan jiwanya dari keinginan mendekap dunai ketika manusia mulai meragukan arti cinta dalam kehidupannya ia telah bersiap kehilangan jati dirinya. Ketika manusia mulai meragukan arti setia ia telah menuju keterpasungannya akan jiwanya sendiri. Ketika manusia meragukan makna tatapan mata hatinya maka ia telah membunuh jiwanya sendiri. Ketika manusia meragukan adanya kepercayaan pada dirinya sendiri maka ia telah kehilangan kebebasannya mempertahankan impiandan kata hatinya. Ketika manusia meragukan orang yang dicintainya ia telah menjadi sosok pembangun bagi kegelapan hatinya namun ia menemukan sisi terang lainnya yaitu cahaya meski redup yaitu kelmahannya sendiri. Ketika manusia meragukan ketegaran hatinya ia telah menjadi sosok dilematis. Ketika manusia meragukan kekuasaan Ilahi saat itu tunggulah kehancurannya, kehilangan arah, buta meski matanya melihat, tuli meski telinganya mendengar, bisu meski mulutnya berbicara. Ketika itu tunggulah kegelapan kehidupanmu. Tunggulah saat-saat kau menjadi bangkai berjalan saat-saat kau jauh dari-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8806192865979891575?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8806192865979891575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8806192865979891575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8806192865979891575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8806192865979891575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/firasat-jiwaku.html' title='firasat jiwaku'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-6615093586951434031</id><published>2008-10-10T05:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T05:42:31.506-07:00</updated><title type='text'>DON’T READ</title><content type='html'>Faqir&lt;br /&gt; Aku dilahirkan ke dunia dengan mengadakan perjanjian dengan-Nya pada 6 Juli sekarang sudah 20 tahun lebih aku hidup di dunia tapi aku ttap merasa faqir, miskin dan menagalmi kerugian. Aku faqir dan bodoh sejak kecil aku di ajari untuk mengucap syahadat, kalimat persaksian. Aku bisa mengucapkannya dan mengetahui arti terejmahnya,&lt;br /&gt; “ Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. “&lt;br /&gt; Aku menjalani hidup, beribadah sepanjang hidupku, berpuasa, sholat dan membaca Al-Qur’an tapi aku tetap tak mengerti makna hakikat itu semua. Semua persaksian yang diucap di mulutku. Setelah 20 tahun aku berpikir apa jadinya aku jika tak dilahirkan dalamkeluarga muslim? Apa setelah 17 tahun aku akan bisa menjadi mukmin? Itu terus menjadi bahan renungan dan peikiranku sampai hanya satu yang coba kupahami. Satu kata dan aku menangisi kebodohanku yaitu Allah. &lt;br /&gt;Ya Allah apa jadinya jika Engkau tidak member kemurahan dan petunjuk pada hamba? Bisa-bisa hamba tidak mengenal-Mu jika kesadaran ini terlambat. Apa jadinya jika mengucap satu nama keindahan Allah swt tanpa tahu makna keesaan-Nya. Segala hal tanpa pengetahuan adalah kosong. Jika beribadah hanya sebagai syariah tanpa pengetahuan hanya menimbulkan fanatisme kosong. &lt;br /&gt;Keseimbangan antara hukum dan pengalaman, antara pengetahuan dan tindakan, antara praktek dan teori. Apa jadinya jika kita hanya pintar berteori tanpa bisa praktek? Jika beribadah hanya mengejar aspek formal lahiriah tanpa mendalami makna ruhaniyah. Apa jadinya jika kita mengerti syariah tanpa mengenal akhlak yang mulia, hanya akan melahirkan serangkaian penipuan. Orang-orang yang merasa telah memegang kuat syariah kadang hanya sekedar tahu sepenggal nikmat. &lt;br /&gt;Apa jadinya jika kita jadi orang yang cepat puas saat beribadah? Amatiran saja! Cepat berbangga atas sedikit pencapaian diri, itu sifat pecundang, merasa diri lebih tinggi dari orang lain. Sebuah kesombongan terselubung padahal dosa pertama, dedengkot dosa adalah sombong. Iblis diusir dari surge karena sombong. 20 tahun hidupku tapi aku tetap merasa faqir. Aku tetap merasa haus dan dahaga. Maaf ya Allah! &lt;br /&gt;Aku sering berpikir tentang John Walker Lindh seorang muslim-mukmin Amerika Serikat. Kok bisa?! Saat usia 16 tahun ia masuk Islam setelah pada usia 13 tahun melihat situs Islam di internet. Dia sendirian sebagai mukmin ditengah Negara yang bobrok moralnya. Aku tak habis piker --- dinalar pun tak bisa. Usianya setahun diatasku --- 21 tahun. Baru 5 tahun ia memeluk Islam tapi dia sudah bisa mendalami Islam secara luar biasa melampaui syariah dan tarekah --- tanpa hidayah-Nya tak akan bisa. Ia hapal Al-Qur’an 11 juz! Memang hidayah dan keimanan bukan sesuatu yang bisa dinalar tapi apa yang dicapainya membuatku malu.&lt;br /&gt;Aku iri dan cemburu padanya. Aku yang sejak kecil diajarkan Islam tapi --- tetap tak mengerti tapi dia mengenal Islam baru 5 tahun, sudah demikian luar biasa. Aku iri, aku merasa ditampar oelh senyumnya saat ia tampil dalam borgolan polisi Amerika Serkat pada 10 September 2002 lalu --- di TV. Kok bisa?! Aku merasa tolol padahal aku lebih dulu memeluk Islam --- 20 tahun lamanya tapi dia … &lt;br /&gt;Oh --- Ya Allah … apa artinya?! Alangkah faqir hamba-Mu ini … &lt;br /&gt;19-2-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisiku tidak etis&lt;br /&gt;Kapan lalu kusalahkan banyak karyaku --- puisi biasa tidak berbobot tidak bisa dikirim untuk cari uang. Kata siapa seni bisa untuk cari uang? Seni untuk kebebasan berpikir. Aku merasa bebas, bebas dan bebas begitu aku menulis puisi dan cerita sepertinya aku manusia tanpa ikatan. Aku bisa pergi ke Italia, Prancis, New York, Kairo. Aku bisa tampil dalam banyak karakter. Aku tak peduli apapun yang mereka katakana. Aku menulis hanya untuk mencari penegasan diri untuk kebebasan diri meski banyak orang menertawakan tapi aku tak peduli. &lt;br /&gt;Aku ingin menjadi orang hippies yang bebas dan tanpa beban. Menjadi diri sendiri tak mau diurus orang sok tahu tentang hidup. Aku ingin menjadi sosok merdeka yang anti kemapanan, anti hidup glamor. Hanya menjadi seorang bebas yang menyukai seni menulis. Tak muluk-muluk jadi orang, tak usah kaya jadi orang tapi bisa keliling dunia. Sosok bebas yang coba menampilkan cara hidup bebas yang hakiki. Hidup dengan cinta hakiki meski semua orang disekekliling rusak moral dan hati tapi dia tetap tegar sebagai pusat (center) pemahaman. Ia seakan menjadi sosok terabaikan dan terlupakan diremehkan tapi penting. &lt;br /&gt;Dunia sekelilingnya hancur jika tanpa dia. Dia hanya mengisi dengan kesederhanaan tawa senyum sedikit omongan nggak level tapi berbobot. Hanya harapan dari puisiku tidak etis lagi. Hanya kata ringan tanpa maksud meringankan maknanya. Orang-orang di sekitarku kadang merasa diri terikat oleh rutinitas dan target. Mereka demikian keras berpikir kalau penghidupan mereka jelek, kalau atasan marah, kalau ga bisa menyenangkan keluarga, kalau ini jelek, kalau itu jelek, kalau begini-begitu … kalau ---&lt;br /&gt;Mereka terus terjebak pusaran membosankan tanpa pernah mencoba membebaskan diri dengan tertawa bersama orang lain tanpa pernah meluang waktu untuk hobi, berhenti sejenak dari rutinitas berusaha menyenangkan orang lain saja. Ya, mereka harusnya mengisi waktu luang dengan ibadah kesendirian --- sesuatu yang telah ehilangan makna penting saat ini, yang kadang tak mereka pahami hakikatnya. Apa sebenarnya arti ibadah, arti belajar, arti kaya dan miskin. &lt;br /&gt;Mereka selama ini terus mengisi hidup mudah mereka dengan rutinitas dan target kosong yang demikain sulit. Kalau dagang untuk cari uang sebaiknya lakukan saja dengan benar jangan setengah-setengah, jadinya konyol ketika belum tahu bagaimana dagang tapi sudah sombong. Aku selalu dikatakan tolol gara-gara keanehan puisi-puisiku. Sok tahu sekali mereka. Mereka itu yang tidak etis. Aku kadang merasa sangat ingin tertawa atas sedikit hal yang menjadi kebanggaan mereka. Inilah sosok baru perbudakan dan penjajahan. &lt;br /&gt;Cara memenuhi target dengan memakai berbagai cara meski menghancurkan orang lain sering ditempuh banyak orang untuk meluluskan niatnya. Seakan mereka takut tak akan kebagian jatah hidup layak padahal tiap manusia sudah memiliki rejekinya sendiri-sendiri. Bagi para mahasiswa, pelajar atau orang-orang awam kenapa mesti takut kerja apa selepas menempuh pendidikan? Memang kita hidup sendirian di dunia ini? Kita memang lebih banyak sendiri daripada bersama orang lain, ke kamar mandi saja sendiri. &lt;br /&gt;Kan,  ada Allah swt yang tak akan membiarkan hamba-Nya sendiri. Manusia itu terlalu ketakutan oleh bayangannya sendiri kalau kerja usaha ya berusahalah terus tapi ga usah jadi stress, gila, akut, sekarat hanya karena target tidak dipenuhi. Pasti akan ada jalan kan banyak jalan menuju Roma? Puisi ini memang bukan puisi hanya sebuah ungkap kekonyolan tentang diriku sendiri yang lebih banyak konyolnya daripada seriusnya. Aku senang hidup ala hippie anti kemapanan tidak kaya tapi bisa keliling dunia dan utamanya masih muda sudah bisa naik haji. Harapan hanya harapan.&lt;br /&gt;23-2-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai abadi&lt;br /&gt; Dunia sedang gonjang-ganjing dua bulan terakhir sejak peristiwa maraknya pengiriman pasukan AS ke Iraq untuk menyerang Saddam Husein. Dasar George Bush! Aku aku berhenti dan merenung. Eh, dunia Iraq lagi kacau dan lebih mengerikan apa yang dihadapi rakyat Iraq dan John Walker Lindh daripada masalahku. Aku ga habis piker apa maunya George Bush atas tanah Iraq. Negara besar mau menyerang Negara sekecil dan semiskin Iraq?! &lt;br /&gt;Sebagai muslim jangan tuduh aku radikal, fanatic, kolot, konyol, munafik --- atas kepedulian dan perhatianku pada Iraq, Palestina, Pakistan, Chehzya, John Walker Lindh, Ossama bin Laden tapi anggap saja sebagai bentuk persaudaraan. Tak usah demo-demo mendukung mereka kenapa tidak didoakan saja?! Doa juga perlu untuk mereka. Doa adalah kekuatan orang-orang muslim yang menyatukan kita semua dalam jihad yang sebenranya.&lt;br /&gt;Nanti malah jika kita begitu benci pada musuh-musuh Islam. Iblis, setan dan dedengkotnya malah bisa menggunakan kebencian kita sebagai senjata mereka untuk menghancurkan Islam. Tak aku peduli pada Islam tapi aku tak benci pada Amerika dan sekutunya secara berlebihan. Aku tetap minum Coca Cola. Aku tetap sesekali makan Mc-D, aku tetap nonton film Holywood. Tapi aku bersimpati pada John Walker Lindh, Ossama bin Laden, Bosnia tapi aku gak benci berlebihan para musuh Islam itu.&lt;br /&gt;Karena salah-salah benciku pada mereka membuatku lupa untuk mencintai Allah dan Rasul serta membuatku lupa berdoa. Enak saja kenapa harus membenci orang yang tak peduli dan tak tahu kita ada. Rugi. Lebih baik biar saja, doakan saja yang terbaik bagi sesame saudara seiman kita. Para musuh Islam itu suatu saat akan mati sendiri. Karena setan dan teman-temannya sedang senang cengar-cengir melihat terpecah belahnya manusia dan umat Islam.&lt;br /&gt;Gara-gara membenci Amerika kita jadi lupa memerangi musuh abadi kita yaitu setan, iblis dan teman-temannya. Padahal Amerika dan sekutunya hanya bonekanya iblis tapi kita kok ;upa pada rival abadi kita yang sudah bersumpah akan menjerumuskan kita ke neraka bersamanya. Aduh, kita sebagai manusia jadi lupa tujuan utama hidup di dunia yang nggak damai abadi ini. &lt;br /&gt;Begitu mudahnya dihasut. Gara-gara permusuhan denagn Amerika kita jadi terpecah belah, menjadi dua kelompok, satunya kelompok radikal dan kelompok moderat. Kelompok pertama menuduh kelompok kedua ga peduli sama agama, ga peduli pada sesame saudara seiman, hanya karena kelompok ini tak ikut memperlihatkan kepeduliannya pada nasib rakyat Iraq. Kelompok yang moderat dan memilih yang menuangkan rasa simpatinya dengan cara lain yang lebih lembut atas nasib umat Islam menuduh kelompok pertama terlalu radikal dan keras. Lantas bagaimana denagn kelompok ketiga yang sama sekali ga ambil pusing?! Mereka seharusnya perlu diberi pelajaran atas ketidakpedulian mereka.  &lt;br /&gt;Marah ga ada ujung ketika orang menghina kita teroris. Biar sajalah kita disebut teroris. Teroris melawan setan dan iblis di hati bukan teroris seperti Amerika yang menyerang Iraq. Teroris adalah sebutan yang kusukai, teroris bagiku berarti serangan tanpa ampun, membabi buta pada setan dan nafsu di hati. Aku ingin menjadi teroris bagi diriku sendiri. Hidup teroris!&lt;br /&gt;23-2-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON’T READ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Walker Lindh&lt;br /&gt; Iman tanpa syarat mungkin itu ada dalam dirinya. Dia menemukan Islam melalui hidayah-Nya yang diturunkan tanpa syarat pula padanya. Apa yang dialaminya saat dia menyatakan kesaksian keimanan pada saat ia masih 16 tahun --- Pemikiran remaja di Amerika saat seusia itu hanya berisi kesenangan semu dunia tapi dia mengisi malam-malam panjangnya dengan mempelajari Islam --- menangis sepanjang malam untuk menyadari dosa yang selama ini merasuki hidupnya. Ia kadang merasa marah atas dirinya atas lingkungannya tapi dia mencoba bersikap tenang dan bijak. Ia mulai menuntun para muslim yang sudah lebih lama memeluk Islam untuk tidak hanya menjadi amatir dalam memeluk Islam. Ia mengajar dengan senyumnya. &lt;br /&gt; Gusti Allah, apa dia memang seorang unik yang lahir hanya satu di tengah satu kaum, satu wilayah --- satu kemurahan-Mu yang hadir untuk menyampaikan visi Islam di tanah terkutuk? Apa dia seorang wali jaman --- seorang mukmin saat usianya 16 tahun. Seorang pria 21 tahun yang hapal Qur’an 11 juz --- Gusti, apa dia sungguh wali jaman?! Dalam mengucap kesaksian dia tidak muluk-muluk meminta pada Tuhan. Tanpa syarat dia beriman. Tanpa syarat dia sholat, puasa dan membaca Al-Qur’an. &lt;br /&gt; Percayakah aku ada seorang pria Amerika yang demikian mencintai-Nya sampai rela dipenjara 20 tahun demi mempertahankan keimanan --- Gusti, dia memang sosok unik terabaikan yang demikian penting dan mencintai-Mu dan Kau pun mencintainya. Gusti, apa arti semua itu? Kau terangi dengan cahaya-Mu orang yang Kau kehendaki dan Kau gelapkan orang yang Kau kehendaki. Kau demikian percaya padanya atas segala Cintanya pada-Mu. Baru kali ini aku benar-benar mengidola seorang pria biasa di jamanku. Seorang mukimin yang tetap akan selalu Kau jaga keimanan dan Cintanya. Kau tak ingin dia mencintai lainnya selain Kau. &lt;br /&gt; Apa dia salah satu wali-Mu --- wali-Mu di tanah terkutuk. Dia sendiri melawan arus angkara kejahilan dan kemunafikan dunia di sekitarnya. Dia tetap tegar berdiri. Duh, Gusti jika ada kesempatan bisa bertemu dengannya --- hamba ingin bisa bertemu dengannya. Kau selalu menjaga dan melindunginya. Hamba percaya itu. Apa yang dia pikir saat pertama kali menyenandungkan asma-Mu, Gusti? Apa dia mengalami rahasia-rahasia yang tertuang untuk jiwa laparnya? &lt;br /&gt;Apa dia hanya bisa menangis kala sujud memuja-Mu, Gusti. Tanpa syarat Gusti dia beriman hanya ingin mencintai-Mu. Hanya ingin mengenal dan bisa menyenandungkan nama indah-Mu. Tanpa perlu berlebihan hanya untuk menjadi kaya, terkenal atau menguasai ilmu-ilmu aneh-aneh. Dia seorang Amerika --- dia hidup di tempat dimana jika ia mau ia bisa mendapat semuanya. Ia memilih meninggalkan segala kekonyolan itu. &lt;br /&gt;Dia mencintai Allah tidak untuk menjadi sakti mandraguna --- tapi karena ingin mencintai Allah ia pun mungkin tak memiliki rasa benci. Dia seorang Amerika yang telah bebas dan anti kemapanan. Dia mencintai Allah --- masih semuda itu tapi cintanya demikian besar pada Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang akan percaya bahwa dia seorang Amerika?! &lt;br /&gt;Apa yang dilakukannya saat berada dalam heningnya malam dan menatap langit malam berbintang --- menangiskah dia saat disadarinya dosa-dosanya? Saat disadarinya alangkah indahnya sujud dan menangis semalaman merenungkan keagungan Tuhannya. Bahwa alam semesta dan isinya dicipta Tuhan dengan cinta dan bahwa dia lahir ke dunia dengan mengadakan perjanjian dengan Tuhannya untuk menjadi manusia yang berbeda dari semua manusia lain di tanah kelahirannya.&lt;br /&gt;Dia lebih kuat dan lebih sendiri dari hamba tapi semangatnya dalam mencintai Allah demikian luar biasa. Demikian menggelora sampai mengguncang dunia sampai mambuat mata para politisi Amerika itu melotot tak percaya melihat senyum dan keimanannya bahwa ternyata ada sosok yang begitu tegar dan kontroversi sepertinya. Semua orang seakan terkejut atas pilihan dan hidupnya. Dia memilih mencintai Allah dengan membiarkan jasadnya terbelenggu penjara dunia tapi jiwanya bebas sebebas lantunan ayat-ayat Qur’an dari bibirnya. &lt;br /&gt;23-2-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia plastic&lt;br /&gt;Terkadang dunia seperti permainan ular tangga --- ada saat bagi kita naik tangga, naik derajat setelah melempar dadu atau kita meluncur turun dari kepala ular alias turun derajat iman … mungkin hidup sendiri semacam peluang, seperti sisi mata uang yang ada gambar dan angka atau enam sisi mata dadu atau tak terhingga sisinya. Dalam permainan ular tangga itu semua orang pasti mencapai finis dengan mengantungi nilai masing-masing.&lt;br /&gt; Finis adalah semcam pintu dimana semua manusia pasti membukanya karena tak mungkin manusia abadi, semua mengalami mati. Ada manusia-manusia tertentu yang tak menjalani urutan permainan, ia tak melempar dadu dan langsung terfokus menuju finis --- tanpa melewati proses tangga dan ular, merekalah para istimewa yang sudah tahu jalan-jalan dunia. Bagi manusia biasa yang tak mengikuti petunjuk semakin lama ia tak segera mencapai finis semakin banyak peluangnya untuk terus meluncur jatuh dari ular --- alias semakin banyak peluangnya menumpuk dosa. &lt;br /&gt; Bagi manusia yang tahu bagaimana cara melewati dunia yang hanya cermin kias dan mimpi ini, ia bisa melalui dengan nilai tertinggi. Sesungguhnya dunia hanyalah tempat bagi manusia untuk bersenda gurau dan olok-olok belaka tapi kebanyakan dari kita tidak tahu dan terjebak pengertian kacau yang menyulitkan tentang dunia. Dunia tidaklah terlalu sulit dan rumit, ia semacam tempat belajar mencintai-Nya. &lt;br /&gt;23-2-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON’T READ&lt;br /&gt;Aku diantara tawa dan tangis&lt;br /&gt;Kiranya dukaku mulai menebar sekaerat jiwa akibat kerapuhan yang selama ini kutanam dalam gelimang asa dosaku aku terpyruk dalam rangkum senyummu dalam jerat tatapmu padaku pada diri nelangsaku mempermainkan ketegaranku untuk terus bertanya untuk terus bimbang. Aku dimana ketika mengenangmu diantara tawa dan tangis aku merasa sepi diantara takut dan berani aku merasa kosong diantara menolak dan mencarimu aku merasa membiarkan … Jalan mana yang harus kupilih saat aku kian menggila mendamba tatapmu mengharap senyummu apa semua kata dan filsafatmu hanya akan sama di telinag semua gadis apa hanya aku apa masih ada aku yang lain.&lt;br /&gt;31-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dibalik asa&lt;br /&gt;Kukenang dirimu dibalik asa tak terperi hatiku atas segala tak restu mereka atas sosokmu, aku kian tertekan dalam gelisah rindu tanpa ujung termangu aku dalam kebimbangan atas pesona diri yang kian merajam termangu oleh segala gundah dan duka oelh segala pencapaian manusia. Aku mengenangkan segala kepalsuan dan kekosongan menangisi berjuta gelimang kebodohan dan kebencian ketika mendamba suaramu yang telah mengoyak tabir tipis keangkuhan diri terlambat sudah kukenang engkau dari sisi sepi dan kerinduan namun aku makin hitam oleh jelaga kemurungan dan rendah diri. Aku mengenang kerapuhan diri dan jiwa yang terbelenggu oleh penyakit dunia apa telah hilang duniawiku apa telah sirna ukhrowiku tidak karena itu ketika aku kelimpungan ketika kehilangan dirimu.&lt;br /&gt;4-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaramu dari sudut&lt;br /&gt;Kemarin aku masih melihatmu kemarin aku masih mendengar suaramu dari sudut dunia sekaranga kau hanya bisa mengenangmu menginagtmu dan aku masih berkhayal tentangmu. Kenapa ketika mengenangmu dari jauh baru kusadari segala rasa tak menentu ini perasaan hampa yang tak pernha bisa kujelaskan namun sering kutulis dalam cerita-ceritaku tak mengerti diri pribadi ini oleh segala kebimbangan ini.&lt;br /&gt;3-4-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dan waktu&lt;br /&gt;Dari hari pertama sampai kelima :&lt;br /&gt;“ seseorang merasakan hancur … apakah cinta hanya menghancurkan? Tidak?! Aku yang terlalu melebihkan. Cinta tidak menghancurkan itu bukan cinta mungkin.” Hari keenam : Aku masih mengenang dengan tangis tapi hanya macam penyesalan atas kebodohanku sendiri, melihat kepekaan yang diuji aku merasa sangat tolol tapi aku membiarkan proses itu, itu bagian hidupku. Aku memang harus menjalaninya. Aku terlalu berlebihan dan terpengaruh cerita-cerita romantic. Aku merasa ditipu oleh angan dan bayangku sendiri, anggapanku tentang hal yang dulu telah nyata. Aku dipermainkan, dibuang dan dihina oleh diriku sendiri bukan oleh siapapun tapi aku sendiri, si bodoh yang sok tahu ini. Aku tersenyum pahit Ya Allah alangkah kecil hamba ini di hadapan waktu. Aku terlalu terobsesi mungkin aku tak percaya lagi adanya belahan jiwa mungkin aku tak percaya lagi adanya pasangan jiwa semua itu hanya dicipta oleh bayanganku sendiri. Jika merasakan sakit dari mula aku tahan sakit. Percayalah aku bahwa akupun masih bisa jatuh cinta dan sakit hati. Aku benar-benar jatuh, mungkin aku tak tahu apa yang menantiku didasar sana mngkin kehampaanku. Aku memang belum melangkah makin jauh tapi hatiku demikian sakit oleh anganku sendiri. Kadang aku ingin melupakan dan membiarkan saja semua itu. Pernhakah kau berpikir saat kau mengenang seseorang tapi orang itu tak ingat siapa engkau? Apakah itu sebuah kekosongan? Tapi pernahkah kau berpikir saat kau berdzikir mengagungkan, mengenang Dia dan Dia mengingat dan mengenangmu lebih darimu. Tuhan tanpa syarat mengingat dan mengenangmu tapi aku, manusia, hanya berpikir syaratnya yang sesuai untuk manusia lain. Percayakah aku bahwa ternyata aku masih mengenangkan orang yang tak pernah satu kalipun mengenangkan aku. Aku tersenyum. Ada pengajaran apa yang hendak disampaikan-Nya untukku? Karena Tuhan member cinta pada manusia itu punya makna. Hadiah untukku mungkin sakit yang kurasa ini ada makna yang hendak diajarkan-Nya padaku agar aku mengerti hokum cinta menuju Cinta pada-Nya. Aku kadang ingin melupakan semua itu tapi kubiarkan. Aku merasa ini bagian dari proses hidupku. Alhamdulillah, Gusti masih menyayangiku dengan mengijinkanku merasa rasa cinta dan sakit ini. Ijinkan hamba terus mencintai-Mu. &lt;br /&gt;21-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hati&lt;br /&gt;Hari mempunyai jam. Jam mempunyai menit. Menit mempunyai detik. Halnya detik pun mempunyai setiap helaan napas dan denyut nadi maupun sorot cahaya. Telah kucoba kusangkal rasa dan tatap matanya menengadah hatiku ke arahnya dia yang menebar senyum semerbak yang menuntunku memasuki labirin panjang prasangka tanpa ujung. Terus kukenang ketakpastian itu. Bukan semerbak wanginya yang kupeluk namun jiwaku tertoreh oleh nada yang mendesak bertalu-talu di hati. Sebuah desakan jiwa akan sakit hatinya di masa lalu, akan rasa sakit tentang arti hakikat diri yang disembunyikannya dengan tawa semu. Pria yang pernah hatinya sama terlukanya denganku.&lt;br /&gt;3 muharram 1424&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah renungan kebodohan&lt;br /&gt;Aku muak dengan segala hasrat atk nyata yang bersarang menjdai kesulitan dianganku. Angan telah menobatkan kau menjadi kekonyolan hidup. Aku memupuk kenangan masa lalu dan merajut hamparan asa masa kini serta memanjatkan khayal akan sahabat, kerabat, orang-orang terkasih. Akdang hidup tak menakutkan bayangan orang-orang meski sering aku terikat rutinitas bagai kuda tunggangan namun aku merangkumnya, merangkai semua ketololan itu menjdai kemarahan tanpa sebab dan aku memilih menjauh untuk memahami hakikatnya.&lt;br /&gt;6-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istigotsah&lt;br /&gt;Aku benci pada keangkuhanku yang terus membelenggu otakku. Kalimat sederhana meluncur dari ulut mereka dan aku mengahakimi menjadi gelombang siklus alamiah makhluk. Aku beristigotsah hari ini, menenangkan prasangka yang menyamar sebagai penyamun di hatiku. Tiba-tiba rasa amarah menengelamkan diri ke samudera kebobrokan.  Ketika Gus Mus membacakan arti Doa Akasah yang mengoyak pelan bagai gelombang megalir menyapa dan merajam segala kebekuan, kekakuan, kekerasan hati bergerak menyentuh, menjatuhkan helaian bening air mata. Kujangkau segala kepak sayap-sayap duniawi yang megah itu dengan kalam ukhrowi, belenggu rantai-rantai pada penghambaan lembar duit, setangkai cinta murahan, selapis status mulia, setangkup kekuasaan di tahta dunia. Semua itu mencair … Istigotsah hari ini luar biasa! Gusti Allah, terimakasih mengijinkan hamba ikut dalam rangkaian doa dan dzikir memohon ampun serta mendoakan sesame umat Islam di Irak. Alhamdulillah. &lt;br /&gt;9-3-2003&lt;br /&gt;Sehelai daun di alam raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik duka untuk jiwa yang berfilsafat&lt;br /&gt;Setitik filsafat kurenungi di segala hari telah menuai rejeki tanpa rancana memulai semuanya bagi putaran masa dan damba kerinduan pada Ilahi namun mata lahirku terpesona mata lahir makhluk-Nya. Menghunjam desah nuraniku segala makna tersentuh oleh suara jiwa sapanya menebar salam damai akan tatap mata pertamanya. Kenapa keberadaan tegarnya merajai kesendirian menghadang dia di mata lahirku. Alam bawah sadar menuai kritik duka akan rasa tak terperi hamba, Tuhan. Aku bertemu dia antara mata bertemu dan aku menundukkan jiwaku setiap sorot mata tajam itu menangkap jiwaku. Salam kembali terdengar lirih menghempas kalbu, “ Assalammualaikum. “ untuk pertama kali hanya untuk jiwa rapuhku. Hanya aku yang mendengar, kusangka hanya permainan jiwa. Aku terpana sekian lama kusadari segala makna sapa ramahnya. Aku hanya ingin kau menyapaku dengan kalam jiwa yang syahdu, yang mampu membelenggu nuraniku. Kenapa baru aku sadari keberadaan tegarnya akan hakikat diri dan jodoh jiwaku. Dia adalah inti dari segala kebimbangan dan jerit filsafat hatiku selama ini. Kesendirian tak lagi menghadang dia ada untuk kelemahan ukhrowiku. Dialah yang mengajariku bagaimana menyapa Ilahi kini dan selamanya. Hamba tak peduli masalah megahnya sabda dunia, itu hanay esensi kecil yang mampu dicaapi manusia. Hamba kian damai dan tenang saat jiwa kami menyepakati arti cinta pada-Nya. “ Aku hanya ingin mengajakmu untuk mengenal-Nya.” Kalimat itu merasuki alam jiwa hamba. Hamba tak terlambat mengenalnya di dasar nurani. Terimakasih Tuhan telah Kau ijinkan aku mengenali siapa jiwaku. Siapa yang mengenali dirinya mengenali Tuhannya.&lt;br /&gt;10-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian aku&lt;br /&gt;Seolah aku manusia sempurna mengklaim pengkhianatan manusia atas jiwaku, dosa. Kutuding mereka dan perbedaannya. Renungan telah kucapai dan aku makin paham bahwa manusia terbuat dari tanah. Tanah adalah unsure alam mudah terbakar api amarah, jika aku marah, tanah terbakar api dan aku membiarkan tangan-tangan setan membekukku ssuai angannya. Aku hanya akan menjadi porselin hiasan dunia menjadi budak setan. Aku benci aku yang membenci manusia meski aku bukan pemerintah namun denagn membenci orang lain artinya aku telah memerintah orang lain agar menuruti kehendakku dan mengharap sifat maupun kemauan orang lain sama denganku. Aku benci aku yang memelihara benci dan ketololan. &lt;br /&gt;13-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan akibat&lt;br /&gt;Terkadang ketakpahaman merasuki diri pribadiku. Aku menghakimi orang denagn kritik tajam dan aku tak merenungi kesalahan diri dengan untaian kesadaran. Sering sebuah pikiran dan renungan hati memaksaku dengan tantangan makna hakikat. Kejahatan orang lain padaku adalah renunagn agar aku tak menyakiti orang lain lagi. Jadi hidup adalah semacam keseimbangan, sebuah pencapaian hakikat. Hidup adalah ibadah jika aku baik pada orang lain maka orang lain akan baik padaku tapi jika aku jahat pada mereka maka mereka akan berlaku jahat. Aku merenung akan segala sifat anehku dimata orang-orang di sekeklilingku sepertinya aku semacam filsafat kuno tentang hidup. Aku akan baik pada orang yang abik padaku kadang aku tergantung mereka. Aku tak punya pendirian kata mereka semua hanya karena mereka tak paham. Coba paham mereka bisa saja suka atau jengkel. Apa mungkin aku terlalu menuntut orang lain dan terlalu sering membicarakan cermin keburukan orang lain. Aku telah menutupi sendir mata hatiku dengan kebencian.&lt;br /&gt;13-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan Cuti&lt;br /&gt;Pahamlah aku arti setiap bulan sekali kaum hawa mendapat ‘cuti’ … mungkin agar aku merenung akan kesalahan dan instrospeksi diri karena Tuhan tak mungkin member sesuatu tanpa makna dan manfaat baik dari segi fisik atau batin tersirat, tersurat atau tersorot. Selain arti biologis fisik dan duniawi ternyata ada satu makna tersembunyi yang sangat luarbiasa. Maaf Gusti baru hamba sadari sekarang selama 7 hari ‘cuti’ kaum hawa tidak boleh menunaikan ibadah wajib dan sunah bukannya berteriak ‘bebas.’ Lho, sholat itu kan ibadah resmi sedang kebaikan hati, renungan dan dzikir adalah ibadah tak resmi padahal selama masa ‘cuti’ itu. Aku punya tanggung jawab moral yaitu merenungi diri kita, cara ibadah resmi dengan mernunginya dalam ibadah tak resmi. Bukankah aku lebih sering menjalankan ibadah tak resmi daripada ibadah resmi. Dalam perenungan mungkin ibadah resmiku telah keluar jalur dari rohnya sholat dan hanya sekedar menunaikan kewajiban. Aku lupa makna-makna kebaikan dan silaturahim hanya demi mengejar pahala surge dan memburu sebutan ahli sholat tapi aku lupa sesame/ padahal sholat … sujud tidak hanya dalam sholat ‘resmi’ tapi sujud itu di hati, jiwa. Hati dan jiwaku sujud pada Ilahi dalam setiap kesempatan di setiap tempat dimanapun kita bisa bersujud. Jika aku membahas satu persatu makna-makna gerak sholat akan sangat banyak dan makin aku sadari alangkah berdosanya aku dan alangkah kurangnya sujudku. Astagfirullah, apa tak amlu aku. Aku merasa sanagt rendah di hadapannya. Gusti Allah, jika hamba mengetahui sejak awal tentang alangkah kecil hamba tentu hamba tak akan membenci dan menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;13-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu tentangmu&lt;br /&gt;Kujelajah misteri hatinya namun kembali aku menemukan jiwaku pada satu hal memalukan akibat mataku menatap kerapuhannya. Aku menerjang seuntai mutiara kesedihannya ketika aku berjalan di depan kerinduannya. Apakah jiwaku marah apa aku menghujat jiwa yang telah meliputi diri pribadiku. Entah …&lt;br /&gt;14-3-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan &lt;br /&gt;Dimanapun engkau berada jika kau mencintai Allah meski saat sholat wajib di sekitarmu tak terdengar suara adzan namun yakinlah bahwa Allah lah yang akan membimbingmu untuk mendenagrnya, karena Allah mencintaimu setiap saat dimanapun kau berada. Engkau akan mendenagr adzan yang terus terngiang di telinga dan hatimu. Meskipun kau berada di Mekah sekalipun tapi jika hatimu ditutup engkau tak akan pernah mendengar keindahan adzan di telingamu. Tapi … meski kau ada di benua Amerika yang epnuh maksiat pun tapi jika hatimu dibukakan setiap saat kau akan terus mendengar gema adzan memanggilmu untuk beribadah kepada Allah swt yang juag sangat mencintai-Mu.&lt;br /&gt;7-4-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin&lt;br /&gt;Temaram angin membawa segala kerancuan ketika aku bertanya padanya “ Apa angin ingn membawa cinta?” ia berkata : “ Tak sanggup “ “Apa cinta demikian luar biasa?” ia menjawab : ”ya” aku semakin terdiam terdengar deru-deru angin tak kutemui segala kesombongan kenapa angin demikian suka menggenggam cinta apakah cinta yang menghidupkan angin dari siapa engkau mendapat cinta? Jawabnya : “ Dari Allah …” dan ia terus bertiup. &lt;br /&gt;13-4-2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-6615093586951434031?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/6615093586951434031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=6615093586951434031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6615093586951434031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6615093586951434031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/dont-read.html' title='DON’T READ'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-4851246219830818498</id><published>2008-10-09T00:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T00:30:45.064-07:00</updated><title type='text'>Puisi-puisi hati</title><content type='html'>Tuan dari Palestina&lt;br /&gt;Yasser Arafat … sendiri melawan takdir berkelana tanpa senjata ditengah deru badai &lt;br /&gt;berpijak erat pada detik-detik jaman yang pilu &lt;br /&gt;menentang hegemoni kafir menyendiri di tengah derai asingan &lt;br /&gt;terkepung ia dalam sejuta sendiri tangis membelenggunya mencercanya &lt;br /&gt;dengan rajam sumpah serapah &lt;br /&gt;kata damai sering didengungkannya di salah arti oleh kafir-kafir itu &lt;br /&gt;kecaman sering dilayangkan ke meja kantornya di Ramallah &lt;br /&gt;bersamaan dengan paket bom namun ia masih tetap bernyawa &lt;br /&gt;ia suka menikmati cakrawala Palestina dengan awan-awan merah beraraknya &lt;br /&gt;kala adzan maghrib menggema melayangkan impiannya pada langit &lt;br /&gt;dan bertanya dalam hatinya kepada Tuhannya &lt;br /&gt;apa arti semua ini akan seperti apa nasib Palestina suatu saat &lt;br /&gt;kadang air matanya beruraian bagai mutiara di laut pagi &lt;br /&gt;ia bermain bersama Zahwa, putrinya &lt;br /&gt;selalu di bibirnya meluncur kalimat-kalimat nasehat tentang masa depan Palestina dan &lt;br /&gt;Zahwa mendengarkan dengan kagum pads sosok ayahnya &lt;br /&gt;hari ini tepat 40 hari peringatan wafatnya beliau &lt;br /&gt;ia ingin disemayamkan di Masjid Al-Aqsho namun para kafir itu menolaknya &lt;br /&gt;dari Paris ia diterbangkan ke Mesir dan sesuai kesepakatan &lt;br /&gt;Ramallah menjadi pilihan terakhirnya dibaringkan &lt;br /&gt;jalanan Palestina penuh pelayat ribuan … jutaan &lt;br /&gt;semua menangisi kematiannya tak terbendung gerakan mereka &lt;br /&gt;semua mencintainya ia bukan hanya milik rakyat Al-Quds tapi ia milik dunia … &lt;br /&gt;milik umat Islam sedunia yang berduka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu janji &lt;br /&gt;Aku mengalami perenungan lagi dalam hidupku ini.&lt;br /&gt;Seperti halnya ketika aku memandang cintaadalah alasan manusia untuk mewujudkan janji, karena jika mencintai seseorang berarti manusia menyiapkan diri untuk berjanji &lt;br /&gt;mewujudkan apa yang membahagiakan pasangannya.&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah janji .&lt;br /&gt;Berani berkata cinta berarti berjanji untuk mentaatinya &lt;br /&gt;semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya &lt;br /&gt;yang membuat  pecintanya sedih atau marah.&lt;br /&gt;Cinta macam ini berlaku untuk semua.&lt;br /&gt;Cinta pada manusia pun memiliki unsur  janji yang padu.seharusnya,&lt;br /&gt;namun banyak manusia yang  melanggar janjinya sendiri.&lt;br /&gt;Mereka hanya memuaskan nafsu nya sendiri &lt;br /&gt;melupakan cinta yang pernah diucapkannya.&lt;br /&gt;Ada sebuah hadist Qudsi yang mengatakan :&lt;br /&gt; ”Bohong manusia yang mengatakan Cinta kepadaKu &lt;br /&gt;namun bila malam tiba mata meraka tertutup  tidak beribadah kepadaKu”&lt;br /&gt; ini merupakan salah satu pelanggaran janji kepada Rabb-nya&lt;br /&gt; Cinta adalaah janji maka jangan sembarangan mengucapkan cinta &lt;br /&gt;karena tanggung jawab yang dibebankan kepada pecinta dan kekasih sangat berat&lt;br /&gt;seharusnya manusia menyadarinya jadi tidak akan terjadi keegoisan, &lt;br /&gt;pengkhianatan dan penghinaan cinta.&lt;br /&gt;Cinta itu tetaplah abadi, suci dan indah tidak buta dan hina&lt;br /&gt; Cinta adalah janji.&lt;br /&gt;Februari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran itu &lt;br /&gt;Kesabaran telah menjadi momok &lt;br /&gt;bagi jiwa pemberontak manusia selama berabad-abad. &lt;br /&gt;Mereka telah menyamarkan arti kesabaran untuk pembenaran bagi kepentingannya sendiri padahal kesabaran adalah sebuah kondisi dimana manusia &lt;br /&gt;berada pada posisi menaruh kepercayaan pada sekelilingnya ketika bersabar menghadapi ujian, cobaan, godaan atau musibah manusia berarti membiarkan jiwa dan hatinya mempercayai Ilahi Rabbi bahwa semua ini adalah yang terbaik. &lt;br /&gt;Cobalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari antar manusia &lt;br /&gt;atau alam semesta maka akan kau peroleh pencerahan yang menakjubkan. &lt;br /&gt;Sabar adalah mempercayai &lt;br /&gt;yaitu caramu untuk mempercayai pada lingkunganmu berada. &lt;br /&gt;Maret 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat kekacauan&lt;br /&gt;Jutaan aksara telah kutorehkan namun aku tak kunjung juga mereguk makna &lt;br /&gt;damai telah menjadi musuh sejatiku dalam asa terpuruk ini &lt;br /&gt;tangan dan kakiku terbelenggumeski aku mengaduh tak kudengar suara pembebasanku. &lt;br /&gt;Aku telah terjerat bayang-bayang semu penantian kosongku. &lt;br /&gt;Makna dunia dan akhirat telah berbaur menyatu &lt;br /&gt;dalam pengertian indahku tentang makna derajat. &lt;br /&gt;Derajat yang mana wahai kawan? &lt;br /&gt;Jiwaku telah kacau kiranya dengan pengaruh sekuler diluar hatiku. &lt;br /&gt;Nalarku memberontak namun jiwaku mengeluh dan hatiku tercerai berai tanpa daya &lt;br /&gt;di ratusan bahkan milyaran kepongahan dunia. &lt;br /&gt;Aku telah melukai jiwaku sendiri dengan keserakahanku akan ketakutan oleh ketertinggalan oleh dunia sekitarku padahal seharusnya itu tak perlu. &lt;br /&gt;Sungguh tak perlu … &lt;br /&gt;April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendamba Cinta &lt;br /&gt;Kucari Tuhanku di lorong-lorong waktu &lt;br /&gt;aku bersimpuh, mengaduh, menangis pilu disana. &lt;br /&gt;Waktu telah melampauiku. &lt;br /&gt;Dia terus berlari meninggalkanku meski aku didera duka namun Dia tak akan kembali. &lt;br /&gt;Aku terbelenggu  jurang kebodohanku sendiri &lt;br /&gt;berkelana dalam ruang-ruang dosa yang tak kupahami. &lt;br /&gt;Ingin kubuang segala perasaan sehingga tak ada lagi cinta namun aku terlanjur cinta maka aku pun berjanji aku pun telah bersaksi bersimpuh pilu di haribaan Cinta. &lt;br /&gt;Aku telah menjadi sosok pecinta yang mendamba Cinta &lt;br /&gt;yang kapan lalu lenyap dalam pendaran putus asa. &lt;br /&gt;Aku terpuruk ketika kuputuskan tak mematuhi-Mu aku hancur ketika aku jauh dari-Mu &lt;br /&gt;aku tak lagi merasakan beda antara sedih dan bahagia &lt;br /&gt;aku mengaduh atas lenyapnya perasaan manusiawiku &lt;br /&gt;Tuhanku, aku mensyukuri keadaan ini namun sekaligus takut &lt;br /&gt;akhirnya aku mengetahui dan menemukan lagi apa itu perasaan takut. &lt;br /&gt;Hidup dalam ketakpastian adalah sangat menakutkan &lt;br /&gt;padahal berapa banyak kita dalam keadaan itu … selalu …&lt;br /&gt;April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang terbungkus &lt;br /&gt;Kutemui suram dalam belenggu nestapa &lt;br /&gt;benang-benang kusut jiwaku berseteru bersama nuraniku. &lt;br /&gt;aku terpedaya oleh ribuan kekosongan jiwa &lt;br /&gt;manusia membisikkan harapan dan rayuan tentang kehidupan indah &lt;br /&gt;namun semua itu hanya omong kosong … &lt;br /&gt;aku tersentak kaget terpenjara oleh keputus asaan dimana aku mesti mengadu &lt;br /&gt;kaca-kaca jiwaku nyaris tak pernah pecah. &lt;br /&gt;Aku selalu menangisi diriku sendiri tanpa pernah ada yang membelai jiwaku saat aku teteskan air mataku tak ada satu manusia pun yang turut menghapuskannya &lt;br /&gt;dan aku telah menyaru menjadi seekor iblis yang membenci dirinya sendiri &lt;br /&gt;apakah aku telah kehilangan harapan? &lt;br /&gt;Mereka tak mengijinkan aku menangis … tapi kenapa? &lt;br /&gt;Tak pantaskah manusia menangis tak adakah belas kasihan pada jiwa rapuhku &lt;br /&gt;yang terbungkus kaca tebal sebuah ketegaran semu … &lt;br /&gt;kekuatan tanpa batasku hanyalah semu di hadapan-Nya hanya kosong &lt;br /&gt;aku memasuki jutaan bilangan biner yang berpendaran &lt;br /&gt;aku terperosok dalam lubang kebingungan milikku sendiri &lt;br /&gt;telah lahir sang Pengacau yaitu aku sendiri. &lt;br /&gt;2-5-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan jiwa yang lalai&lt;br /&gt;Ketakpastian telah menjadi suara hatiku yang baru &lt;br /&gt;apa makna kebaikan bagi hamba-Mu, Tuhanku … &lt;br /&gt;dimana lagi aku mesti mencarinya di tepi lautan tak bertepi telah kulayari &lt;br /&gt;namun aku telah kehilangan dayung di tengah lautan itu. &lt;br /&gt;Aku bagai terombang-ambing oleh lautan keputusasaan milik diriku sendiri &lt;br /&gt;kepekaan jiwaku seolah tertampar mencari-cari dalam kegelapan &lt;br /&gt;oleh arti kepedihan dan rasa dengkiku menyeruak kepalaku &lt;br /&gt;telah tumbuh bunga-bunga surgawi yang memecah namun nuraniku menyangkalnya &lt;br /&gt;aku masih terpedaya oleh kemegahan horizon hidup orang lain. &lt;br /&gt;Daging hitam di jiwaku yang bernama iri hati telah menggerogoti nuraniku sendiri. &lt;br /&gt;Ia telah menjadi tumor ganas yang memangsa akal sehat dan jiwa nuraniku …&lt;br /&gt;2 mei 2006           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertautan sisi gelap terangku&lt;br /&gt;Jiwaku betebaran … &lt;br /&gt;aku menemui kekacauan pada perpaduan jiwa nuraniku &lt;br /&gt;seringkali aku mengaduh sakit tertusuk diri gelapku. &lt;br /&gt;Aku menatap temaram yang tak kumengerti di jalanan itu &lt;br /&gt;aku sendiri dalam gelap yang terpasung &lt;br /&gt;kurengkuh diriku sendiri dalam rangkum selimut jiwaku &lt;br /&gt;tak kutemukan pertautan sisi gelap dan terangku &lt;br /&gt;telah terpedaya aku oleh cahaya kegelapan itu. &lt;br /&gt;Aku dalam pasungan kebohongan. &lt;br /&gt;Percayaku pada Ilahiku telah merajai nuraniku. &lt;br /&gt;Tuhanku, telah kutengadahkan kedua tanganku pada-Mu &lt;br /&gt;telah kuteteskan air mata memohon pada-Mu.&lt;br /&gt;Maafkan aku, Tuhan … atas kelemahanku … &lt;br /&gt;aku tak tahu harus meminta kepada siapa lagi jika tak meminta pada-Mu &lt;br /&gt;kesendirian ini mengajariku untuk lebih mengenal-Mu kembali … &lt;br /&gt;Tuhanku, jangan meninggalkanku ketika aku sendirian &lt;br /&gt;meski tubuhku bersama milyaran manusia &lt;br /&gt;namun sering kurasakan kesendirian tanpa ujung. &lt;br /&gt;Kegelisahan ini membelengguku tanpa bisa aku genggam. &lt;br /&gt;Tuhanku … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang mencari-Nya (lagi)&lt;br /&gt;Jiwaku rapuh ternoda. &lt;br /&gt;Hatiku merana terberai dengung suara hatiku &lt;br /&gt;menggelora terpasung patah suara jiwamu telah kutorehkan segala kebeningan nurani &lt;br /&gt;namun aku terus melangkah dalam kubangan semu dunia &lt;br /&gt;yang membentuk rona-rona kotor sebuah kebimbangan. &lt;br /&gt;Kau datang dengan mulut penuh madu racun manismu ?! &lt;br /&gt;Kau lupakan noda-noda bagai sembilu yang merampok kebebasan jiwaku. &lt;br /&gt;Kau tak menyadari rantai-rantai pasungan jiwamu &lt;br /&gt;telah merajamku dalam gelimang pemujaan semu. &lt;br /&gt;Aku memujamu bak Dewa Cinta. &lt;br /&gt;Aku telah tertipu silap mata lahirku sendiri. &lt;br /&gt;Sembilu-sembilu jiwamu telah menggerogoti jiwaku &lt;br /&gt;bertahun-tahun tanpa kau sadari dan tanpa kau tahu salahmu. &lt;br /&gt;Aku telah sekian kali menatapmu dari sudut masa lalu dengan cinta yang sangat naïf &lt;br /&gt;namun dimana nuranimu yang pernah menjadi lentera bagiku di masa kegelapan itu. &lt;br /&gt;Ketika aku terus menyusuri lorong-lorong gelap itu dengan nyala obor di tangan kanan &lt;br /&gt;terus mencari ke dasar jiwa akan makna kebenaran dan cinta sejati tapi kau telah merampas api itu kau ganti dengan api lain yang nyalanya tak kumengerti &lt;br /&gt;karena ketika kau berikan api itu untuk menerangi lorong ini, mataku tak mampu melihat dan menemukan kebenran. Kau katakan inilah api yang benar tapi yang kulihat hanyalah seonggok sampah. Aku pun meninggalkanmu. &lt;br /&gt;Kau yang telah berubah … kau yang telah menggenggam bara api &lt;br /&gt;yang telah lama ku padamkan di masa kegelapanku. &lt;br /&gt;Itu adalah api di masa laluku tapi telah kau puja bak Dewa. &lt;br /&gt;Aku masih mencari cahaya yang lain yang terus membimbingku menuju cinta abadi bukan cahayamu tapi cahaya-Nya. &lt;br /&gt;Aku sedang mencari-Nya kembali dan aku tak mencarimu. &lt;br /&gt;31 agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebanon&lt;br /&gt;30 hari Lebanon digempur diluluhlantak oleh bom-bom laknat Israel. &lt;br /&gt;Dunia mengutuk. PBB meracau namun percuma mencoba menampar si anak nakal. &lt;br /&gt;Aku terpana dalam kurungan gelisah dengan air mata mengalir terpaku pada layar kaca di depan mataku dihadapan kehancuran tanah Lebanon. &lt;br /&gt;Air mata dan darah seakan tak lagi cukup menjamah hati-hati batu para musuhmu. &lt;br /&gt;Mata hati mereka tertutup &lt;br /&gt;telinga mereka terbelenggu cairan pekat berupa angkara murka. &lt;br /&gt;Jiwa mereka terberai menjadi serpihan kecil &lt;br /&gt;yang menodai tawa murninya menjadi senjata abadi yang memalukan. &lt;br /&gt;Tak ada rasa gentar di hati para pejuang di jalan Allah. &lt;br /&gt;Hizbullah … jayalah selalu tetaplah berselimut &lt;br /&gt;dalam gelapnya pepohonan cedar di tanah Lebanon dan menerjang pasukan Israel &lt;br /&gt;dengan senjata keimanan dan keinginan mati syahid. &lt;br /&gt;2 September 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayatan masa lalu&lt;br /&gt;Aku di masa lalu adalah aku yang terbelenggu aku menerjang badai jaman &lt;br /&gt;namun selalu karam dengan tangan-tangan terkepal aku terhanyut dalam pusaran kengerian yang tak berujung telah kusodorkan jiwaku pada duka. &lt;br /&gt;Aku terlena oleh hantaman badai nestapa itu. &lt;br /&gt;Aku di masa lalu adalah pijakan kaki yang goyah pada api yang membakar. &lt;br /&gt;Aku melayari seribu badai namun ku tak menemukan jiwaku &lt;br /&gt;seakan aku terpasung dalam kurungan kehancuran asa milikku. &lt;br /&gt;Kegelapan itu memecah cermin jiwaku. Aku terluka … luka lahir dan batin. &lt;br /&gt;Tak ada yang mencoba menolongku menarik tanganku dari kubangan itu. &lt;br /&gt;Aku terus terpuruk. Wahai, kenapa kalian semua saat aku terjatuh ?! &lt;br /&gt;Wahai, dimana kau saat aku memerlukanmu ?! Kau campakkan aku. &lt;br /&gt;Telah kujadikan hatiku sebagai alas kakimu. &lt;br /&gt;Mulutmu telah meracau dalam pikiranku namun aku menelannya mentah-mentah. &lt;br /&gt;Wahai, sekali lagi, dimana kau saat aku dihantam badai jaman. &lt;br /&gt;Wahai, dimana kau saat aku mengaduh merintiholeh tamparan tawa mengerikan manusia. Aku memilih terkurung dalam kotak. Aku menyukai kegelapan masa lalu itu. &lt;br /&gt;Aku telah bersepakat dengan waktu di masa itu. Telah ternoda mata hatiku oleh dendam di masa itu. Mereka mencabik-cabik nuraniku, mereka merampas kebebasan jiwaku.  Mereka melumuri jiwaku dengan kotoran-kotoran dari jiwanya. &lt;br /&gt;Mereka telah menodai nuraniku dengan tawa-tawa halus mereka &lt;br /&gt;dan saat itu aku ingat kau tak ada disana?! &lt;br /&gt;Saat kuteteskan milyaran air mata kau hanya berlalu. &lt;br /&gt;Kau tertawa dengan menyedihkan. &lt;br /&gt;Masalaluku bukanlah keindahan cinta kasih yang selalu dilukiskan dengan romantisme penuh buaian seperti para pujangga itu namun dia adalah sesuatu yang harus selalu aku kendalikan erat dengan napas jiwaku karena aku tahu tak akan ada yang mengobatinya. Tak akan ada orang yang mau menutupinya. &lt;br /&gt;Lukaku terlalu besar … menganga bagai kawah gunung berapi … &lt;br /&gt;aku tak berniat membaginya karena aku telah bersepakat &lt;br /&gt;dengan masa laluku untuk mengunci rapat jiwa hatiku. &lt;br /&gt;Noda hitam masa lalu itu telah menjadi lukisan abadi di otakku &lt;br /&gt;dan akan selalu seperti begitu sampai tiba saatnya &lt;br /&gt;untuk seseorang yang diijinkan Ilahi menghapusnya. &lt;br /&gt;Aku tak berniat mengobati lukanya. &lt;br /&gt;Luka di sayap-sayap jiwaku yang menghalangi ambisi jiwaku &lt;br /&gt;untuk terbang tinggi menembus angkasa. &lt;br /&gt;Wahai, kemana kau saat aku mengaduh memohon uluran tanganmu?! &lt;br /&gt;Wahai, dimana nuranimu saat kau jadikan aku sebagai alas kaki?! &lt;br /&gt;Wahai, dimana para pendosa yang telah merajamku dengan tawa mereka?! &lt;br /&gt;Wahai, dimana kalian semua saat aku terjerembab, terkapar, tertampar, &lt;br /&gt;terperosok, terinjak, terkubur hidup-hidup dalam ketakutan abadiku. &lt;br /&gt;Susah payah kucoba bangkit menemukan cahaya &lt;br /&gt;yang menembus lorong-lorong kegelapan jiwa itu dan tiba-tiba aku … terpana! &lt;br /&gt;Kulihat diantara kegelapan senyummu yang mendamaikan aku &lt;br /&gt;yang aku sambut dengan cengkeraman air mata bahagia … &lt;br /&gt;sekelebat bayangan berlari ke arahku … &lt;br /&gt;senyumannya begitu menawan menjejak di hatiku &lt;br /&gt;kulihat di tanganmu terhunus sebuah pisau --- &lt;br /&gt;dengan kejamnya kau tikam jiwaku tanpa ampun?! &lt;br /&gt;Aku mengaduh kau tertawa. &lt;br /&gt;Wahai, telah kau bunuh jiwaku air mata telah menjadi darah baruku?!  &lt;br /&gt;2 september 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina dalam kepungan&lt;br /&gt;Ramadhan akan datang menjelang namun Palestina masih bergelimang darah &lt;br /&gt;dan debu martir  dari para syuhadamu. &lt;br /&gt;Kau terhanyut dalam jajaran lembut sebuah asa yang terlena dalam angkara Ehud Olmert, sang Perdana Menteri negeri yahudi. &lt;br /&gt;Mata-mata mereka menatap hampa tanpa belas kasih dengan mulut berbisa dan tangan teracung ke udara seenaknya mereka memveto hak-hak rakyat Lebanon. &lt;br /&gt;Seribu nyawa melayang terhempas dalam simbah darah &lt;br /&gt;menyelimuti tanah Lebanon dan Palestina yangterus menuntut kebebasan. &lt;br /&gt;Ramadhan tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun kemarin. &lt;br /&gt;Di tengah cecaran mata-mata menghakimi kaum mukmin oleh bangsa bar-bar yahudi sampai kecurigaan tanpa kendali pada orang-orang bernama identik Islam. &lt;br /&gt;Pemeriksaan berlebihan pada orang-orang Islam dimana pun dengan dalih terorisme. &lt;br /&gt;Mereka membuat orang islam malu dengan keislaman mereka. &lt;br /&gt;Dunia telah penuh dengan caci maki tanpa belas kasih bagi para pendamba syahid di jalan-Mu. Mereka mengklaim sebagai yang terbaik di dunia ini namun yang mereka genggam hanya kehinaan dan kehancuran. Bahagia di mata mereka hanya tipu daya menyesatkan. Inilah seni indah sebuah dualism akan cinta pada Ilahi dan ketaatan pada bisik rayu iblis. Mereka menyerukan kedamaian dan kemewahan dengan genggaman tangan bersepuh emas menawarkan janji-janji surga milik mereka &lt;br /&gt;namun mata-mata  para syuhada-Mu tak sudi melihat … &lt;br /&gt;bagi mereka jika bujuk rayu tak mampu memalingkan wajah kekasih-Mu maka hanya ada bahasa darah. Ramadhan tahun ini seakan menjadi arena kesabaran bagi para kekasih-Mu, Ilahi… manakah yang beriman dan manakah yang munafik. &lt;br /&gt;Bahasa jaman akan mengungkapkannya tanpa ampun. &lt;br /&gt;Semua tak akan mampu menyangkal kebenaran yang hakiki. &lt;br /&gt;Apakah pada Ramadhan tahun ini &lt;br /&gt;akan kuraih jalan Cinta kembali pada-Mu, Ilahi … semoga. Amin. &lt;br /&gt;11-9-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazuardi yang sama &lt;br /&gt;Aku sering terpesona oleh lazuardi angkasa &lt;br /&gt;dimana kakiku berpijak aku berpikir samakah langit dimana-mana, &lt;br /&gt;entah di Surabaya atau di Jalur Gaza. &lt;br /&gt;Debu-debu beterbangan menimpa wajah-wajah duka ada yang menangis dalam tawanya menatap kosong pada bekas genangan darah di tengah jalan berlubang, &lt;br /&gt;anak-anak yang berangkat ke sekolah di bawah todongan senapan pasukan Zionis &lt;br /&gt;mereka menatap dalam ketegasan yang tak kunjung dimengerti.&lt;br /&gt;5 tahun Pemboman WTC, 11-9-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusaran kegilaan cinta&lt;br /&gt;Aku sering bertanya-tanya sendiri tentang cinta pada jiwaku &lt;br /&gt;entah dalam kegelapan jiwaku atau ketenangan nuraniku &lt;br /&gt;aku menemukan banyak versi dari definisi cinta tersebut &lt;br /&gt;apakah aku tak sedang mencoba menipu diriku sendiri saat ini? &lt;br /&gt;Dengan pengertian bodoh dan bohong tentang sosok cinta &lt;br /&gt;di masa laluku aku mengatakan dari mulut lahirku &lt;br /&gt;bahwa tak ada belahan jiwa tak ada cinta pada pandangan pertama. &lt;br /&gt;Itu bohong … aku terus mempercayainya. &lt;br /&gt;Aku terus berkecamuk dalam pusaran kegilaan akan cinta itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara di masa datang&lt;br /&gt;Aku baru ingat kembali akan mutiara yang kugenggam di masa lalu tentang setiap helaan napas manuisa yang akan selalu diperhitungkan dosa-berkahnya dan aliran takdir didalamnya. Bagaimana di Hari Yang Dijanjikan tangan-kaki-hati-mata … &lt;br /&gt;bersaksi disana akan segala perbuatan manusia. &lt;br /&gt;Tiap manusia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. &lt;br /&gt;Bisakah kita menentang laju takdir Ilahi … &lt;br /&gt;Kenapa manusia terpasung dalam gelimang dosanya tanpa melihat kerapuhan jiwanya. &lt;br /&gt;Kemana kakinya melangkah ketika jaman telah berganti makin gelap dan tak berarah. &lt;br /&gt;Manusia menangis di hadapan Ilahi-nyamenangisi sebuah kemustahilan bahwa segala sesal tak akan berguna. Ia telah lalai terjatuh dalam tumpukan bara dosa &lt;br /&gt;yang membelenggunya untuk selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bara api yang berbeda&lt;br /&gt;Di matamu telah kutemukan bara api yang berbeda … telah kucari berulang kali. &lt;br /&gt;Kutengadahkan mata batinku namun tak jua kunjung kumengerti. &lt;br /&gt;Bara jiwa yang berbeda itu kini mata jiwamu bagai belenggu sesuatu yang tak kau mengerti. Aku menangkap sebuah kekerdilan jiwa yang memilih bebas dari penjara itu. &lt;br /&gt;Aku menatap matamu dan aku seolah menemukan jalan keluar dari segala keterpurukan yang menodongku. Sekian kali aku meratapi diriku yang menjauhi jiwamu &lt;br /&gt;namun keputus asaan seolah menghalangi segala bisik lirih nuranimu. &lt;br /&gt;Apa yang terjadi di masa lalumu? Kemana kau yang suci kukenal dulu? &lt;br /&gt;Kau tersakiti oleh kepalsuan lidah manusia bertopeng kebajikan semu atau kau yang terlalu naïf memandang jaman. Aku menatapmu dari keterasinganku meski tak kumengerti namun semuanya telah terbelenggu meski mulutku mengatakan ‘Aku cinta padamu’ namun tatap mataku kosong … meski hatiku terpedaya olehmu namun otakku memenangkan ulah radikal logikaku.&lt;br /&gt;Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan&lt;br /&gt;Kembali aku menyusuri jalan lurus tanpa ujung sambil sesekali menengadahkan kepala &lt;br /&gt;kearah lazuardi yang memutih bagai kapas. &lt;br /&gt;Debu-debu bekas mesiu beterbangan menerpa wajahku &lt;br /&gt;kapan lalu di tanah tak bertuan ini menjadi saksi bisu pertempuran dasyat antara kebaikan dan kejahatan. &lt;br /&gt;Tank-tank Israel sesekali betebaran menukik tajam … &lt;br /&gt;Ramadahan telah datang lagi dan aku hanya melihat kegundahan di mata mereka &lt;br /&gt;namun ketegaran kian membara. &lt;br /&gt;Ramadhan tahun ini akan menjadi ujian terberat bagi orang-orang beriman. &lt;br /&gt;Manusia-manusia yang akan terlepas dari belenggu dosa yang selalu digenggamnya. &lt;br /&gt;Aku tersenyum menatap mereka dan air mataku mengalir tanpa bisa dihentikan. &lt;br /&gt;9 ramadhan 1427, 2 oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Tuhan di lorong waktu&lt;br /&gt;Tersungkur pilu mencari penghayatan cinta … &lt;br /&gt;meratap penuh duka di atas genangan air mata yang merajam disini diatas sajadah ini … &lt;br /&gt;aku menjatuhkan jiwaku … aku meratap aku menangis aku bersimpuh… &lt;br /&gt;dalam dekap nurani yang terus memeluk aku terlempar dari keindahan sujud &lt;br /&gt;namun aku kembali merangkak menghampiri kesyahduan sujud ke Ilahi &lt;br /&gt;aku telah jatuh ketika aku jauh dari-Nya telah kugenggam bara dosa di tanganku &lt;br /&gt;panas baranya membutakan mata hatiku namun belas kasih-Nya sekali lagi menyelamatkan aku dosa-dosa itu bagai bara api yang membakar tubuh ukhrowiku &lt;br /&gt;dosa-dosa yang terus diinginkan oleh manusia dengan satu kalimat pembenaran diri. &lt;br /&gt;‘ Ah, masih ada hari esok untuk bertobat … ‘ &lt;br /&gt;apakah aku bisa menjamin akan ada hari esok &lt;br /&gt;usai dosa-dosa kutelan aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. &lt;br /&gt;Bagaimana jika aku mati sebelum aku sempat bertobat?! &lt;br /&gt;Bagaimana jika aku belum memohon ampun pada-Nya &lt;br /&gt;ketika aku berdiri di hadapan-Nya kelak di Padang Masyar. &lt;br /&gt;Bagaimana jika aku terus memanggul dosa-dosa itu di kedua pundakku. &lt;br /&gt;Bagaimana aku mempertanggung jawabkan segalanya di hadapan Ilahi. &lt;br /&gt;Salahkah hamba dengan keyakinan hamba--- &lt;br /&gt;salahkah hamba meyakini adanya Cinta dari-Mu, Tuhan ?! &lt;br /&gt;Salahkah hamba jika hamba mengiba penghambaan pada-Mu, Ilahi … &lt;br /&gt;Hamba datang karena ingin dekat dengan-Mu lagi, Allah. &lt;br /&gt;Hamba telah berlumur dosa dan hanya Engkau Sang Maha pengampun &lt;br /&gt;yang  mampu memberi  pertobatan pada jiwa rendah hamba.&lt;br /&gt;Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pendosa&lt;br /&gt;Bagaimana aku bisa terpedaya oleh dunia yang fana ini &lt;br /&gt;seluruh jiwaku melayang di antara hamparan keputusasaan aku ternoda oleh buluh jiwa yang merajai terpesona aku dalam untaian lazuardi kepalsuan aku telah menjadi pedih &lt;br /&gt;aku telah menyamar menjadi kebobrokan yang tak kupahami bagaimana aku mampu menghadap Ilahi tanganku telah berlumuran dosa tanganku terus mengetuk pintu-Nya &lt;br /&gt;ketukanku makin keras namun aku tak memahaminya kenapa pintu pengampunan itu belum terbuka untukku aku ketakutan !!! &lt;br /&gt;aku bagai berlarian di antara pasir-pasir pantai tak bertepi air mataku telah menjadi genangan darah yang melumpuhkan nuraniku &lt;br /&gt;aku berteriak memohon ampunan-Nya &lt;br /&gt;dosaku telah menenggelamkan aku dalam lembah tak bertuan.&lt;br /&gt;21-11-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik Ilahi&lt;br /&gt;Jiwaku berserak di antara debu dunia &lt;br /&gt;dosa telah menyaru menjadi cahaya yang redup dalam jiwaku berulangkali ia menyaru menjadi Iblis yang membisikkan kalimat pembenaran diri atasnya. &lt;br /&gt;Dosa, kau telah memilih kerapuhan jiwaku &lt;br /&gt;dalam mempermainkan kenyataan abadi sebuah kebenaran hakiki. &lt;br /&gt;Apakah kau menodai kemurnian jiwaku dengan warna kotormu. &lt;br /&gt;Semua jawab itu telah kuperoleh namun aku mengabaikannya ini kebodohan yang menyaru dalam dunia cendekia yang membara dengan mulut-mulut tajam penuh kebohongan telah kau tanamkan berjuta duri dalam darah daging jiwaku kudengar iblis tertawa di kejauhan sudut jiwa namun serasa ia bersemayam dalamku &lt;br /&gt;nuraniku terus memberontak ia teraniaya terbelenggu mengaduh merintih dan terpenjara lubang kenikmatan semu sesaat lalu kurasakan panasnya siluet neraka &lt;br /&gt;bergolak berkelahi dengan tarian api dosa para pembangkang itu. &lt;br /&gt;Kudengar teriakan mengiba nuraniku ia terluka, ia terjatuh, ia tenggelam sambil nyaris memejamkan mata oh, air mataku mengalir tak kuasa kuulurkan tanganku menggapainya &lt;br /&gt;aku telah mengenakan jubah berduri-duri tajam itu menodai kemurnian nuraniku &lt;br /&gt;aku kembali bertanya tentang titik Ilahi … &lt;br /&gt;titik yang tak akan ternoda oleh kekotoran manusia &lt;br /&gt;titik yang selalu membisikkan kebenaran pada manusia &lt;br /&gt;apakah aku masih merasakannya …&lt;br /&gt;Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertaruhan cinta &lt;br /&gt;Aku telah bertaruh dalam hatiku tentang cinta … &lt;br /&gt;tertawa dia menudingku keras tamparannya menyudutkan aku &lt;br /&gt;lidahku bagai membatu kutukannya menyayat tajam di jiwaku &lt;br /&gt;telah ternoda kesucian abadi &lt;br /&gt;malam semarak bau wewangian yang tak jelas menebar kemana &lt;br /&gt;cinta menebar wewangian namun syair keabadian tak mampu ditorehkannya &lt;br /&gt;sapuan kuas diatas kanvas jiwaku hanya menggambarkan noda hitam &lt;br /&gt;oh … malam telah semarak kalimat-kalimat rayuan penuh pemujaan cinta &lt;br /&gt;namun tak terpahami maknanya &lt;br /&gt;telah terjatuh kuas itu ke lantai mengotori kesuciannya manusia mencoba membersihkannya namun nodanya makin menghitam menggenang pekat &lt;br /&gt;dan telah menjadi hujan air mata dia adalah sosok pecinta yang kelabu mencoba menyembunyikan asap yang telah membumbung ke atas langit-langit jiwanya &lt;br /&gt;dia adalah sosok pecinta yang tak bisa memahami cinta &lt;br /&gt;dia telah tertipu namun dia terus menorehkan sapuan kuasnya &lt;br /&gt;di atas kanvas jiwanya ia meneduhi cinta dan dirinya namun ia terus terbelenggu ia mencintai sosok pecinta namun ia telah terpedaya dunia &lt;br /&gt;cinta adalah milik mereka tanpa sadar …&lt;br /&gt;Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak pawana di Ramadhan suci&lt;br /&gt;Senyap serasa sesak di hati dijiwa diraga namun …&lt;br /&gt; kucari sajak pawana menghibur hati di bulan suci ini Ramadhan &lt;br /&gt;berlimpah asa tertumpah segala jejak dosa yang merajam jiwa di jalan suci ini pengampunan sedang di cari diantara bilik-bilik ragam doa di sudut-sudut sepertiga malam alas kaki manusia terbelenggu di depan pintu Ramadhan &lt;br /&gt;bersimpuh haru menumpahkan setetes air mata mengiba &lt;br /&gt;aku telah merasakan sesak di hati di jiwa dan raga namun tak jua kurasa sesal &lt;br /&gt;Ramadhan ini telah membimbingku mengulurkan lembaran-lembaran pengajaran akan cinta sejati milik Ilahi mendung telah menggayut di pelupuk mata &lt;br /&gt;ah … kiranya akan turun hujan air mata manusia harus mencari tempat berteduh &lt;br /&gt;di bawah naungan cinta-Nya yang tak berbatas aku telah tertipu rayuan jaman&lt;br /&gt;aku menyerah di tengah tapak-tapak kokoh kebimbangannya. &lt;br /&gt;Jiwaku melara Bulan Ramadhan telah datang menyinari hatiku, &lt;br /&gt;membangkitkan secercah nurani yang kabur bersama kabut dunia &lt;br /&gt;kegelapan sekian waktu menaungiku tapi Allah masih memberiku kesempatan &lt;br /&gt;untuk mencintai-Nya kembali melalui bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;Pengkhianatan yang telah kulakukan pada ramadhan lalu diampuni-Nya tanpa syarat. &lt;br /&gt;Janji-janji-Nya adalah nyata tak seperti janji-janji makhluk-Nya. &lt;br /&gt;Cinta yang dimiliki-Nya demikian luas hingga tak sanggup seorang hamba menampungnya. Berjuta lautan, berjuta bintang, berjuta langit dan berjuta planet tak terbatas … tak akan sanggup menggambarkan Cinta-Nya &lt;br /&gt;pada hamba-Nya yang beriman. &lt;br /&gt;19-9-2007&lt;br /&gt;Persaksian angkara &lt;br /&gt;Aku terpasung dalam dosaku secercah harapan menantiku &lt;br /&gt;di jalan setapak suci bulan Ramadhan tergerai segala ingin yang meronta&lt;br /&gt;jiwa telah melara, menepis duka di balik sujud syahadat. &lt;br /&gt;Oh, persaksian telah terceraikan oleh angkara nafsu. &lt;br /&gt;Kembali kutengok kebelakang&lt;br /&gt;Jiwaku melara, menangis pilu meratap di atas sajadah&lt;br /&gt;Ramadhan tahun ini seolah menampar kebodohanku &lt;br /&gt;akan pengakuan ego yang mengemis, mengembik, mencari sesuap pengampunan &lt;br /&gt;manusia ternoda oleh putus asa yang merajam kehidupannya terkadang hati tak berteman dengan logika namun telah kucari hakikat keindahan dibaliknya &lt;br /&gt;diajarkan seninya Ilahi mencintai hamba-hamba-Nya disana &lt;br /&gt;namuan manusia terbelenggu ragam pengabdian palsu dirinya, &lt;br /&gt;terjebak dalam kotak ketakutan yang dihembuskan egonya.&lt;br /&gt;19-9-2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terberai di jiwa&lt;br /&gt;Derai air mata menangisi dosa yang terberai &lt;br /&gt;di jiwa manusia telah mengenalnya &lt;br /&gt;namun enggan melabuhkan hati ke dalam asa. &lt;br /&gt;Asa terperi menjarah miliknya. &lt;br /&gt;Terbenam ia dalam putaran duka yang melara. &lt;br /&gt;Keterasingan menjamah senyumnya &lt;br /&gt;terdiam ia dalam kurungan semu sebuah hidup. &lt;br /&gt;Kehampaan semakin mengayominya. &lt;br /&gt;26-8-2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan senja&lt;br /&gt;Terlelap aku oleh renungan senja &lt;br /&gt;melara hatiku kala aku menegnangmu &lt;br /&gt;kesombonganmu telah membunuh jiwaku &lt;br /&gt;dan aku terjatuh oleh satu renungan kegalauan &lt;br /&gt;aku telah menyapa sepi dan sepi menangkapku dalam kurungan sendiri &lt;br /&gt;aku terjatuh dalam derap duka yang kian kali tidak aku pahami &lt;br /&gt;aku takut menebar prasangka &lt;br /&gt;dan aku takut terbuai segala permainan keadaan dan perasaan &lt;br /&gt;aku hanya menginginkan kepastian dari senyum dan sikapmu &lt;br /&gt;di senja itu aku mengenangkan ketidakberadaanmu &lt;br /&gt;kucari kau dengan hatiku namun tak kurasakan perasaan yang sama &lt;br /&gt;siapa yang kau kenangkan dalam angan bawah sadarmu &lt;br /&gt;apakah tak bisa kubuka hatimu denagn ijin Allah hamba yakin bisa!&lt;br /&gt;Me 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan abadi&lt;br /&gt;Aku menantimu di sudut hatiku &lt;br /&gt;dengan doa hanya doa sesuatu yang mengakrabkanku dengan-Nya &lt;br /&gt;aku bercerita apa yang menjadi kendala jiwaku &lt;br /&gt;jangan kau pandang doa sebagai remah berserak &lt;br /&gt;doa adalah kekuatan abadi manusia yang diberikan Dia &lt;br /&gt;untuk manusia makin dekat dengan-Nya &lt;br /&gt;Dia tak akan kehabisan stok di Gudang Doa karena ku-mendoa pada-Nya &lt;br /&gt;aku sayang kamu hanya itu kini kata keabadianku aku cinta kamu. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan sendiri&lt;br /&gt; Sepi selalu menemukanku dalam sendiriku &lt;br /&gt;kerap ia menghiburku walau sering aku putar tanpa sanggup aku jalani &lt;br /&gt;sedih telah menjadi sahabat  abadiku &lt;br /&gt;namun tak sedikit pun ia sanggup aku sapa dengan ramah &lt;br /&gt;sunyi telah menjamah jiwaku namun tak sekalipun aku mencintai dia &lt;br /&gt;aku menanyakan duka pada bahagia namun selalu berpaling dengan angkuh &lt;br /&gt;tanpa menatapku ia pergi meninggalkanku sepi &lt;br /&gt;aku menanyakan kejahatan pada kebaikan &lt;br /&gt;ia tertawa sambil berlalu sangat misterius &lt;br /&gt;seperti halnya aku menanyakan himpunan rahasia &lt;br /&gt;pada sosok-sosok jaman siapakah sosok-sosok jaman itu ? &lt;br /&gt;Ia adalah kalian, manusia ! &lt;br /&gt;mereka akan diam seribu bahasa enggan memperdebatkan &lt;br /&gt;aku seperti halnya sosok jaman yang kelam &lt;br /&gt;terus diputar melawan arus namun selalu karam oleh hantaman kehidupan &lt;br /&gt;jiwa nuraniku bergolak menyangkal sepi &lt;br /&gt;ia demikian lantang berperang mendesak rapuh kesendirianku &lt;br /&gt;dan aku terpengaruh nuraniku demi sejati sendiri aku dan nurani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menekuni jiwamu dalam lubang jiwaku &lt;br /&gt;Aku terkurung dalam lubang hitam &lt;br /&gt;meringkuk takut dalam lorong kelam &lt;br /&gt;hanya aku bersama tangisku lemah dan syahdu&lt;br /&gt;aku nyaris mati oleh desak kalbu yang tak kumengerti &lt;br /&gt;menekanku dalam pilu kepekaan telah merajamku &lt;br /&gt;aku makin tak mengerti akan diriku &lt;br /&gt;aku terus mendengar suara-suara mencerca &lt;br /&gt;namun aku terus terlelap dalam takut dan gila prasangkaku.&lt;br /&gt;Kucari dirimu di bilangan senja namun tak jua kukunjung temui &lt;br /&gt;aku menekuni sepiku sendiri terhalangku oleh jutaan bimbang &lt;br /&gt;tanganku seakan tak kuasa menggapai &lt;br /&gt;aku hanya meratapi duka kubiarkan jiwaku melangkahi kekosongan &lt;br /&gt;aku memuja duka selama ini sebelum aku melihatmu sebelum aku tergetar jiwamu &lt;br /&gt;dan aku hanya terbelenggu rantai takut aku mencoba memohon keberanian &lt;br /&gt;namun aku tak kuasa menepis satu angan sedih &lt;br /&gt;aku hanya mendengar angan kosong selama ini &lt;br /&gt;sebelum menatap senyummu dan menekuni jiwamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa manusiaku&lt;br /&gt;Terpuruk aku oleh anganku yang tak kumengerti &lt;br /&gt;aku hanya menagisi kerapuhanku &lt;br /&gt;semua mengatakan kebodohanku keterlambatan konyolku atas perasaanku &lt;br /&gt;ketika nyaris aku kehilangan arti ini aku bagai tenggelam berenang-renang di lautan &lt;br /&gt;tanpa ujung tanpa garis batas terusku berenang menggapai &lt;br /&gt;namun aku selalu karam dengan kaki-kaki jiwaku melemah &lt;br /&gt;dan aku terseret arus entah kemana aku berteriak “ Tolong ?!” &lt;br /&gt;tanganku menggapai napasku berhenti dan aku nyaris terapung &lt;br /&gt;aku terus menggapapi kepanikanku atas duka &lt;br /&gt;disaat ini aku menegadahkan tanganku memohon-Nya tentang kita &lt;br /&gt;cinta ini mungkin akan menyakitkanku namun kutak peduli bukan ku menentang-Nya &lt;br /&gt;bukan ku mengelak jawab-Nya namun aku hanya manusia &lt;br /&gt;aku merasa hidupku berarti ketika aku mengingat-Nya &lt;br /&gt;aku merasa damai ‘ apa kurang Cinta-Nya padamu ?’ &lt;br /&gt;sentak jiwaku ‘ tidak ! Bukan itu ini sesuatu manusiawi. &lt;br /&gt;Jiwa manusiawiku yang melayang bebas merasa damai. &lt;br /&gt;Aku hanya memohon lepasnya duka aku perlu cinta ini. &lt;br /&gt;Allah tidak akan memberikan kesulitan tanpa makna padaku. &lt;br /&gt;Dia pasti mengijinkanku terus berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku pun diam&lt;br /&gt;Aku ada dimana saat ini &lt;br /&gt;kenapa hatiku tak mampu bicara terjerat aku oleh kekejaman ini &lt;br /&gt;aku hanya mencoba menipu laju waktu tapi tak mampu &lt;br /&gt;aku nyaris berhenti rasanya aku tak sanggup &lt;br /&gt;aku tak tahu sampai kapan melalui semua ini &lt;br /&gt;aku tanpa semangat dan telah patah aku patah semangat.&lt;br /&gt;Sendiri aku dalam ketakutan yang tak kumengerti &lt;br /&gt;aku membiarkan ketakutanku itu memenuhi jiwaku &lt;br /&gt;aku merasa tercabik-cabik kuku-kuku jaman aku hanya diam &lt;br /&gt;aku berdiri mengenangmu menatapmu dan kau menatapku … aku tersenyum.&lt;br /&gt;Tak kupahami &lt;br /&gt;Aku mencintai seseorang dan itu pun aku meragukannya &lt;br /&gt;bukan secara lahir yang terlalu menipu &lt;br /&gt;tapi sesuatu yang tak kupahami aku mengalami kekosongan &lt;br /&gt;dan aku merasa dalam keseimbangan yang nyata karena hidup adalah keseimbangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkelana bersama angin&lt;br /&gt;Aku seperti pengelana di tanah asing &lt;br /&gt;tanpa aku memiliki bekal &lt;br /&gt;aku harus berjalan lurus kearah gurun pasir yang mencekam &lt;br /&gt;angin terus bergolak tanpa putus asa dibelakangku &lt;br /&gt;seakan sayup tarian padang pasir berkelana di kaki-kakiku &lt;br /&gt;aku lihat tarian angin dibelakangku mencari-cari bentuk kesatuan &lt;br /&gt;dan aku berkelana sendiri tanpa bisa kusangkal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cengkeraman lembut-Mu&lt;br /&gt;Wahai Engkau Yang Maha Mengetahui tiap isi hati hamba-Mu &lt;br /&gt;Jiwa ini memiliki dasar namun kutak mengerti &lt;br /&gt;kebingungan terus merajaiku &lt;br /&gt;bagai cengkeraman lembut-Mu Penguasa raya Keabadian &lt;br /&gt;Kau membimbing langkahku menuju keyakinan &lt;br /&gt;namun aku masih terjebak di kubangan semu anganku &lt;br /&gt;aku terdiam membiarkan diamku &lt;br /&gt;bagai musafir bodoh di untaian padang pasir &lt;br /&gt;hampa menyapaku sepi namun aku makin sendiri &lt;br /&gt;air mata tak terbendung aku terpuruk sendiri dalam genangan asa &lt;br /&gt;namun kutak lagi mencari di tengah sepi aku hanya menangisi kosong &lt;br /&gt;dan tanpa aku sadari air mataku membawaku terlelap ke negeri lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ini terperangkap&lt;br /&gt;Jiw aini terperangkap oleh sendiri yang tak terjamah &lt;br /&gt;aku hanya merasakan galau &lt;br /&gt;aku menekuni kesendirian namun jiwaku menyuarakan pemberontakan &lt;br /&gt;aku demikian mencinta namun kutak tahu rasa ini&lt;br /&gt;Bukan hanya cinta&lt;br /&gt;Ini bukan tentang cinta &lt;br /&gt;kubiarkan saja semua kegalaun itu merasuk dalam jiwaku &lt;br /&gt;aku hanya berusaha berdiri tegar menantang dinding-dinding jaman &lt;br /&gt;angin dasyat menghadangku mencoba melumpuhkanku &lt;br /&gt;surut langkahku untuk terus mendamba tapi penghambaan tetap berlaku &lt;br /&gt;meski duri-duri tajam menusuk-nusuk kaki-kaki dan lututku untuk sujud &lt;br /&gt;alangkah dungu aku dengan kesombonganku yang coba menguak rahasia sepi &lt;br /&gt;jaman telah berganti dan aku masih terbelenggu dalam suasana kegalauan &lt;br /&gt;kesunyian telah rela merangkumku dalam lembah duka mengganti ketakutan abadiku &lt;br /&gt;namun ku mencoba menjalani keganasan ini &lt;br /&gt;bagiku semuanya hanyalah misteri yang tak terpecahkan &lt;br /&gt;karena keputusasaan yang kian merajai segala benakku memilihku untuk lepas &lt;br /&gt;dari kekangan kekelaman derita segala kebenaran yang ada telah terhalangi prasangka &lt;br /&gt;duka hatiku merasakan sepi yang kian menyayat bagai damai musim yang tak patah &lt;br /&gt;tak terbantah terpedayakah aku oleh dunia ? &lt;br /&gt;kegalauan telah mengekangku kuat dengan tali-talinya &lt;br /&gt;sesuatu yang sangat membunuh jiwaku adalah kegalauan yang membingungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanjat dinding sepi&lt;br /&gt;Segalanya telah mengalami masa kegalauan dan aku mengalaminya berulangkali &lt;br /&gt;tanpa kucoba untuk putus asa pernah satu kali kucoba memanjat dinding sepi &lt;br /&gt;dan kabur dari dunia nyata &lt;br /&gt;kucari dunia keheningan yang hanya satu dan aku menemukan kedamaian &lt;br /&gt;tentang arti sejati dunia yang hanya permainan belaka &lt;br /&gt;hidup adalah rangkaian permainan menyenangkan &lt;br /&gt;yang memancing kegetiran bersikap &lt;br /&gt;menyenandungkan segala pekik takut dan galau sebenarnya tak perlu &lt;br /&gt;cukup hidup ini sebagai peristirahatan karena hidup laksana kita tidur dan bermimpi &lt;br /&gt;waktu yang menyadarkan aku akan arti gelisah dan kegalauan meski terbayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan awan hitam&lt;br /&gt;Kubawa diriku melayang bersama dua jiwa melangkahku dalam seribu keputus asaan &lt;br /&gt;aku kian larut oleh derita asa dan aku terpuruk di kedalaman jurang sepi &lt;br /&gt;aku semakin menangisi permainan awan-awan hitam &lt;br /&gt;di angkasa kota seakan membentuk lukisan keabadian &lt;br /&gt;dalam kengerian histeria manusia aku masih berdiri di tengah terpaan hujan &lt;br /&gt;menatap padang gersang menghitam di langit siang &lt;br /&gt;mencoba mencari arti keseungguhan cinta &lt;br /&gt;di mata mereka tertera kerlingan dan aku nyaris jatuh terlena oleh mereka &lt;br /&gt;tercabik oleh dukaku sendiri yang sengaja kupilih &lt;br /&gt;aku kerap kali berseteru dengan amarahku mendamba segala kepalsuan &lt;br /&gt;yang selalu muncul lagi dalam wujud bunga mawar hitam &lt;br /&gt;dan aku terjaga mendengar semerbaknya menyentuh jiwa &lt;br /&gt;aku terlahir dalam kebimbangan dan aku terus mengalaminya &lt;br /&gt;seakan aku membiarkan duka menyelimuti diriku &lt;br /&gt;tak kutemukan tawa dalam tiap perjalananku &lt;br /&gt;semacam tawa tulus menghibur terkadang tawa-tawa itu mengkhianatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyapa dinding sepi&lt;br /&gt;Aku tak tahu sepi terasa sejuk di jiwaku seakan angin menyapa di keremangan pagi &lt;br /&gt;aku terdampar dalam lamunan tanpa ujung &lt;br /&gt;serasa duduk di tepi dermaga yang menanti perpisahan &lt;br /&gt;aku termangu oleh pesona langit benang jingga seakan menanti sosok sepiku &lt;br /&gt;aku dalam penantian &lt;br /&gt;aku dalam kekosongan hanya perlu sendiri menyapa sepi &lt;br /&gt;aku terpaut oleh keputusasaan &lt;br /&gt;menyadari kesendirianku menyapa dinding-dinding sepi &lt;br /&gt;merobohkannya dengan tangan-tangan tergenggam erat &lt;br /&gt;aku terbelenggu oleh tali-tali keabadian jaman sebuah makna kodrati seorang wanita &lt;br /&gt;sayup terdengar suara kebisingan jaman namun aku harus kembali bangun dari tidur panjangku meratapi segala hanyutku atas nurani berteriakku &lt;br /&gt;ingin kuseberangi samudera hidup dan tak akan pernah kembali namun itu tak mungkin &lt;br /&gt;jiwa wanitaku pasti melawan tapi jiwa spiritualku pasti yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pena tak bertinta&lt;br /&gt;Ketika aku mati berapa orang yang akan menangisi aku &lt;br /&gt;aku kadang memandang duka dari sudut tawa yang tak kumengerti &lt;br /&gt;darimana sebenarnya sedih berawal ataupun kemana ia berakhir &lt;br /&gt;aku kadang tak tahu kenapa aku melanglang kealam khayal &lt;br /&gt;saat aku sedih mengapa  kalut hatiku merencanakan masa terkurung masa depan &lt;br /&gt;kuguratkan namaku di pena tak bertinta &lt;br /&gt;hanya untuk melukiskan rinduku yang tak akan terbalas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayap hatiku&lt;br /&gt;Aku ada dimana saat ini &lt;br /&gt;kenapa hatiku tak mampu bicara &lt;br /&gt;terjerat aku oleh kekejaman ini &lt;br /&gt;aku hanya mencoba menipu laju waktu tapi tak mampu &lt;br /&gt;aku nyaris berhenti &lt;br /&gt;aku tak tahu sampai kapan kulalui &lt;br /&gt;aku benar-benar tanpa sayap &lt;br /&gt;dan patah aku telah patah &lt;br /&gt;kenapa sayap jiwaku patah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudamba sepi&lt;br /&gt;Bila kutelusuri jiwaku dalam kelamnya hati &lt;br /&gt;tak lagi kudamba sepi &lt;br /&gt;kumerenung dalam kotak jaman &lt;br /&gt;terkurung tanpa sadar &lt;br /&gt;tertengadah jiwaku ke sudut temaram jiwa &lt;br /&gt;oh, jiwa …&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan awan semu&lt;br /&gt;Sayup seakan kudengar rintihan disana &lt;br /&gt;aku menatapmu dalam bilangan awan sendu tak bertepi &lt;br /&gt;dan aku terbelenggu oleh takut ini &lt;br /&gt;takutku memandangi aku dari dasar hatiku &lt;br /&gt;takut membayangi segala desah bimbangku &lt;br /&gt;aku terpasung dalam sepi tak kunanti &lt;br /&gt;aku terpuruk oleh pesonamu &lt;br /&gt;namun aku tak memberanikan jiwa untuk mengejarmu &lt;br /&gt;aku kian terpedaya oleh tangisanku &lt;br /&gt;mengiba jiwamu yang merana &lt;br /&gt;aku terbimbing oleh Tangan-Tangan Perkasa Yang Tak Terlihat &lt;br /&gt;entah api keberanian ini dari mana &lt;br /&gt;aku hanya terdiam &lt;br /&gt;aku menangis bulir air mata jatuh ke tepian jurang ego &lt;br /&gt;runtuh egoku runtuh dan hanya kudengar suaramu sapamu &lt;br /&gt;aku terpidana oleh sesak tangisku &lt;br /&gt;aku lumpuh oleh hawa yang tak kumengerti&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memohon-Mu&lt;br /&gt;Allah Engkau Yang Maha Memberi Cinta &lt;br /&gt;dalam jiwa hamba maka aku menunut-Mu atas jawaban. &lt;br /&gt;Hamba mencintai seseorang &lt;br /&gt;dan hamba memohon balas cinta itu &lt;br /&gt;jika Engkau ijinkan jika tidak &lt;br /&gt;tolong hamba bagaimana penyelesaiannya. &lt;br /&gt;Jangan tempatkan hamba dalam kebimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Separuh jiwaku&lt;br /&gt;Aku terhanyut oleh duka cinta yang tak kupahami &lt;br /&gt;untuk sekian waktu keberanian telah surut hanyut &lt;br /&gt;aku surut langkah aku hanya memendamnya aku hanya memandanginya &lt;br /&gt;aku melihat tawa-tawa mereka dan aku tinggalkan &lt;br /&gt;bahagia-bahagia jangan jadi kutukan bagiku. &lt;br /&gt;Bahagia … aku tak lagi melihat bedamu dengan sedih kurasakan sama &lt;br /&gt;dan aku makin gila oleh rasa terpendam ini aku makin gila oleh rindu ini &lt;br /&gt;aku makin hilang oleh cinta ini &lt;br /&gt;aku terus menangisi kelemahanku mengangankanmu dalam jiwaku &lt;br /&gt;baru kusadari separuh jiwaku telah lenyap bersama menghilangmu &lt;br /&gt;tanpa kalimat-kalimat panjang aku menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan sepi&lt;br /&gt;Aku diantara bilangan sepi menangiskan kau di sudut ibadah &lt;br /&gt;tangis suci yang takut pada-Nya ketika sadarku mencintaimu senja itu &lt;br /&gt;aku terbuai dan tenggelam dalam dzikir panjangku &lt;br /&gt;melantunkan kalimat-kalimat suci-Nya &lt;br /&gt;entah terbimbing oleh apa kegundahan hatiku &lt;br /&gt;menjadi rindu yang menggila &lt;br /&gt;aku merindukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf cinta&lt;br /&gt;Separuh jiwaku pergi ke awang-awang &lt;br /&gt;terbang menukik dasyat serasa tak ingin kembali &lt;br /&gt;aku terbungkam oleh sosok senyummu &lt;br /&gt;kucoba mengikutimu seperti dulu &lt;br /&gt;namun tak mampu kuberanjak berat langkahku menyamakan seleramu &lt;br /&gt;duniawiku telah kalah jauh dari ukhrowiku &lt;br /&gt;maaf aku pergi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian dari-Mu&lt;br /&gt;Ya Allah hamba berdoa pada-Mu &lt;br /&gt;semoga masalah dunia yang hamba takuti ini &lt;br /&gt;tidak sampai membuat rasa takut hamba pada-Mu hilang &lt;br /&gt;bahkan mengalahkan takut hamba pada-Mu. &lt;br /&gt;Ya Allah hamba memohon berilah hamba &lt;br /&gt;ketakutan hanya pada-Mu &lt;br /&gt;dan agar hamba memiliki keberanian &lt;br /&gt;dalam menghadapi segala masalah dunia &lt;br /&gt;yang menghimpit hamba saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelopak asa&lt;br /&gt;Aku mencari hatinya &lt;br /&gt;cinta adalah bilangan sendu sebuah kekuatan &lt;br /&gt;cinta adalah keindahan namun sendiri &lt;br /&gt;aku melamunkan cinta dalam kilatan hatiku &lt;br /&gt;dan aku menyendiri untuk menamai rasa ini &lt;br /&gt;bagiku ketidaktahuanku akan cinta &lt;br /&gt;adalah kerinduan itu sendiri. &lt;br /&gt;Gusti, aku mempertanyakan diriku &lt;br /&gt;dalam kelopak-kelopak asa &lt;br /&gt;aku menggelepar sendiri dalam bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanti Cinta&lt;br /&gt;Aku menanti cintanya &lt;br /&gt;namun aku tertidur sendiri &lt;br /&gt;dalam sesak tak berujung &lt;br /&gt;aku menengadah mengharap &lt;br /&gt;menangkap bayangmu &lt;br /&gt;menjawab sapamu &lt;br /&gt;aku menapaki jalan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca-kaca jiwaku&lt;br /&gt;Aku terdiam aku menangis &lt;br /&gt;menangisi sesuatu yang tak kupahami &lt;br /&gt;inilah patah hatiku inilah patah sayapku &lt;br /&gt;kudengar suara kaca-kaca jiwaku &lt;br /&gt;pecah berantakan tinggal serpihan kecil &lt;br /&gt;beterbangan di relung-relung jiwaku &lt;br /&gt;aku tak berniat memungutinya &lt;br /&gt;kegaduhan telah kujadikan musik abadiku &lt;br /&gt;suara kaca-kaca pecah jiwaku &lt;br /&gt;yang bisa hanya kudengar &lt;br /&gt;Ya, Allah apa arti semua ini &lt;br /&gt;hamba mulai mempertanyakan semua &lt;br /&gt;hamba kebingungan tanpa arah &lt;br /&gt;sekali lagi hamba hancur pecah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu nyawa&lt;br /&gt;Kau tidak sendiri ketika kau menangis &lt;br /&gt;kau tidak sendiri ketika kau banjir darah &lt;br /&gt;kau tak akan sendirian meski untaian bom membelah tanah Al Quds &lt;br /&gt;kau tetap tidak sendiri &lt;br /&gt;berdiri kokoh bagai tiang langit. &lt;br /&gt;Palestina, meski ulama-ulamamu &lt;br /&gt;cendekia-cendekiamu, &lt;br /&gt;pejuang-pejuangmu wafat terberai &lt;br /&gt;tak ada bekas tercabik rudal setan Israel menghenti&lt;br /&gt;tapi akan kau lahirkan syuhada-syuhada baru &lt;br /&gt;kau siapkan pejuang-pejuang Islam &lt;br /&gt;yang rela bersumpah dibawah Al-Qur’an &lt;br /&gt;berlinang air mata ibu-ibu, &lt;br /&gt;wanita-wanita muslimah mendengar anak-anaknya, &lt;br /&gt;suami-suaminya syahid &lt;br /&gt;tapi tak berkeputus syuhadamu &lt;br /&gt;lemparan batu berdesing kearah tank-tank Israel &lt;br /&gt;dibalas dentum senjata berat. &lt;br /&gt;Tak gentar syuhada-syuhada cilik itu &lt;br /&gt;seakan memiliki seribu nyawa. &lt;br /&gt;Palestina … Palestina … setiap hari disana &lt;br /&gt;langit selalu sama namun angkara di hati musuh-musuhmu &lt;br /&gt;tak akan pernah berubah selalu sama pula. &lt;br /&gt;Palestina yang sedang berjuang dan terus …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasuki jiwa&lt;br /&gt;Sepi dan kurasakan diriku yang makin pilu &lt;br /&gt;aku tak mengerti apa yang menghinggapiku &lt;br /&gt;mungkin hanya hampa dan kekosongan &lt;br /&gt;aku hanya mencoba merasuki jiwa &lt;br /&gt;namun tak kutemukan diriku &lt;br /&gt;aku sendiri dalam sepinya jiwa &lt;br /&gt;serasa aku ini kehilangan arti hidup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-4851246219830818498?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/4851246219830818498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=4851246219830818498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/4851246219830818498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/4851246219830818498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/puisi-puisi-hati_09.html' title='Puisi-puisi hati'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-1269389351320652335</id><published>2008-10-09T00:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T00:29:07.641-07:00</updated><title type='text'>Labirin jaman</title><content type='html'>Labirin Jaman&lt;br /&gt;Jiwaku dimulai dari sebuah kekerdilan mungkin aku melayang mungkin dia tercabik dan aku membiarkannya aku dalam temaram nurani jiwaku mengaduh kala itu &lt;br /&gt;namun aku mengacuhkannya dimana lagi aku mencari dirimu, jiwaku.&lt;br /&gt;Seiring jejak-jejak jaman seakan aku bersama jiwaku berotasi bersamanya &lt;br /&gt;aku telah mengubur jiwaku sendiri dalam lubang hitam otakku &lt;br /&gt;telah aku gerogoti sendiri duka itu luka itu menganga ...&lt;br /&gt;sakit itu masih terasa perih aku terus mengaduh terjatuh dan berdarah di lubang hitam itu namun tak seorang pun mengulurkan tangan pada jiwaku. &lt;br /&gt;Mereka justru menginjak jiwaku aku makin rapuh,  aku menangis dalam tawaku jerit pilu kutabuhkan namun bahananya makin sumbang dan berbenturan ... &lt;br /&gt;aku sendiri pilu dan sakit &lt;br /&gt;tolong aku jiwaku aku telah menjadi musafir asing bagi diriku sendiri&lt;br /&gt;labirin itu membelengguku membebani aku dalam ketakutan&lt;br /&gt;bebaskanlah aku ...&lt;br /&gt;Kediri, 16-11-05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata-mata hati&lt;br /&gt;Tanpa sengaja mataku selalu berbenturan dengan mata-mata manusia lain. &lt;br /&gt;Kadang kulihat jendela jiwa mereka disana sering aku temukan jiwaku yang sedih.&lt;br /&gt;Nurani yang terbelenggu hati yang tercabik dan pecah &lt;br /&gt;sering pula kutemukan kebohongan disana meski menyaru menjadi sosok kejujuran&lt;br /&gt;ia tetaplah tak mampu tersenyum dengan ketulusan&lt;br /&gt;sering aku menemukan wajah-wajah dalam cermin jiwa itu&lt;br /&gt;berduka meronta ingin lepas namun mereka seolah tegar &lt;br /&gt;mereka seolah tertawa dan mereka tak mampu melepas belenggu-belenggu dunia itu&lt;br /&gt;seakan jiwa mereka tertutup seakan cermin jiwanya menjadi buram&lt;br /&gt;seburam awan hitam di langit biru bening &lt;br /&gt;sering ku mengkhayalkan tentang jiwaku yang terbelenggu namun kembali aku terdesak &lt;br /&gt;ada jiwa-jiwa lain yang terpasung kurungan masalalunya sendiri atau terpenjara masa lalu  aku yang manatapnya kucoba mengarungi jiwaku &lt;br /&gt;membatalkan tatap mata ibanya atas diriku dan manusia lain.&lt;br /&gt;Mereka juga memiliki jiwa lain yang perlu mereka rahasiakan&lt;br /&gt;dalam lembah kelam mereka dalam pasungan kuat masa lalunya&lt;br /&gt;aku haruslah memandang jiwaku dengan cerminku sendiri&lt;br /&gt;tak perlu ku mengaduh tak perlu ku merasa terpasung &lt;br /&gt;sering kulihat tawa-tawa kemenangan pada mata mereka atas derita manusia lain&lt;br /&gt;selalu aku melihat kesetiaan akan janji pada-Nya yang makin memudar&lt;br /&gt;sering aku menemui kesuraman dari kegelisahan mata hati mereka&lt;br /&gt;yang tertuang pada mata mereka secara lahir&lt;br /&gt;aku mengiba pilu aku sendiri tak memahami hakikat aku dari jiwaku&lt;br /&gt;mata lahirku terbiasa membohongi jiwa-jiwa lain namun ia tak berkutik di hadapan Mata Hatiku sampai sejauh ini ia adalah mata yang paling jujurdari mataku baik di wajah atau di kaki mungkin mereka semua juga sama mencari pembenaran bagi mata jiwa mereka&lt;br /&gt;namun mereka tertipu oleh kepalsuan dunia dalam penglihatan mata lahir&lt;br /&gt;berabad-abad manusia telah mencoba bermusuhan dengan setan untuk menipu mata hati namun mereka tetap sosok-sosok makhluk tak terbantah &lt;br /&gt;berulang kali mereka kalah oleh mata hati namun mereka tetap membatu.&lt;br /&gt;Membatu ... dalam pasungan kelamnya sebuah rasa takut akan kejujuran&lt;br /&gt; kapan aku bisa membuat mata lahirku terbiasa memandang sesuatu seperti cara pandang mata hati kapan ... hanya kapan ...&lt;br /&gt; Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Kediri, 16-11-05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan di Palestina&lt;br /&gt;Kutemui lapisan-lapisan duka dalam penantian senja itu &lt;br /&gt;adzan maghrib masih sepuluh menit lagi ... katanya&lt;br /&gt;seorang diri aku melayang senja itu dalam tawa-tawa kebeningan yang menggigit&lt;br /&gt;mataku terbenam dalam lamunanku sendiri&lt;br /&gt;entah kukenangkan apa ramadhan tahun ini kerapkali aku mengenangkan Palestina ... &lt;br /&gt;jauh disana anak-anak kecil bersenjata batu melawan tirani tank-tank Israel&lt;br /&gt;entah ... dimanapun langit sama namun bagi para penjajah itu tak akan pernah sama&lt;br /&gt;kapan lalu aku tersentuh adzan subuh &lt;br /&gt;kapan lalu pula aku menangisi diriku yang mengiba&lt;br /&gt;aku tersudut oleh anganku sendiri terpukul oleh pemandangan yang tampak di layar kaca dalam kepungan kegilaan, dalam deraan kegelapan &lt;br /&gt;masih terdengar lantunan ayat-ayat suci-Nya &lt;br /&gt;masih terlihat gerak ritual sholat berjamaah di masjid-masjid berpuing&lt;br /&gt;dalam kesederhanaan minyak zaitun masih ada tawa&lt;br /&gt;dalam kesederhanaan lauk yang ada masih acara berbuka puasa bersama kerabat dalam tawa, dalam pujian pada Ilahi damai dalam damai&lt;br /&gt;damai dalam artian para calon syuhada Islam&lt;br /&gt;aku terkenang lagi akan batu-batu yang akan berbicara :&lt;br /&gt;“ Di belakangku ada Yahudi. “ ketika ku tatap kerikil-kerikil berserak di jalanan tanpa aspal hanya debu ... mungkin manusia hanya debu  mungkin hanya daun&lt;br /&gt;kutatap siluet senja itu entah apalagi yang kuangan hanya kantukku?&lt;br /&gt;Hanya lemahku pada nafsuku ? &lt;br /&gt;hanya amarahku yang tak aku pahami atau hanya hal lain&lt;br /&gt;Allah ... inikah jalan nasib manusia inikah keindahan hidup, inikah dualisme yang menakjubkan, inikah tatanan terbaik milik-Mu,  inikah seninya keindahan&lt;br /&gt;ketika si kuat menindas si lemah yang telah mendapat janji surga, &lt;br /&gt;inikah keadilan yang Nyata ... dunia bagai ladang permainan bagi mereka&lt;br /&gt;mereka hanya merindukan-Mu, Allah ... mereka hanya mencium wewangian surga &lt;br /&gt;mereka telah sangat memuja segala keindahan-Mu &lt;br /&gt;satu kali kudengar kisah seorang ayah yang menasehati anak-anaknya&lt;br /&gt;tentang jaminan Allah Swt adalah ketetapan yang nyata bahwa janji Allah tak sama dengan janji-janji ariel sharon, george bush dan kawan sejawatnya peta jalan damai adalah bohong ketidakmanusiawian yang memicu ulah para Refuseniks muda&lt;br /&gt;berdiri menentang di depan Tembok Pembatas tanpa bisa berbuat banyak&lt;br /&gt;hanya ada noda-noda darah di tembok-tembok raksasa&lt;br /&gt;hanya ada kaki-kaki melepuh di jalanan panas pasir pantai Gaza&lt;br /&gt;hanya ada desingan batu tanpa henti yang memerah terkena letusan peluru&lt;br /&gt;hanya ada tangan terkepal teracung ke udara dan pekik jihad berkumandang ...&lt;br /&gt;Allahu Akbar ?!!! hanya ada demikian di hati calon-calon penghuni surga &lt;br /&gt;tanpa kompromi bukan omong kosong &lt;br /&gt;hanya ada Cinta kepada Allah dan tanah Al-Quds&lt;br /&gt;hanya ada itu meski Ramadhan adalah bulan suci namun jihad tak akan begitu saja surut &lt;br /&gt;kulangkah kakiku menuju pintu rumah, adzan maghrib bersahutan &lt;br /&gt;ah, telah tiba waktu berbuka &lt;br /&gt;ah, alangkah nikmat puasa hari ini &lt;br /&gt;sambil kukenangkan saudara-saudara muslim-muslimahku di seluruh penjuru dunia di kolong jembatan di bawah kolong-kolong reyot di atap-atap puing kehancuran perang amunisi diantara kegersangan sahara ditengah dingin salju yang menyayat &lt;br /&gt;di antara debur ombak di pantai dimanapun meski itu di puncak tertinggi dunia &lt;br /&gt;aku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat berbuka&lt;br /&gt; (bagi yang telah mendapatkan seteguk air).&lt;br /&gt; Amin. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;4 Ramadhan 1425&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-1269389351320652335?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/1269389351320652335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=1269389351320652335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/1269389351320652335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/1269389351320652335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/labirin-jaman.html' title='Labirin jaman'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-1261481325139895014</id><published>2008-10-09T00:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T00:27:28.627-07:00</updated><title type='text'>intermezo-si indo yang ternyata muslim sejak kecil</title><content type='html'>Alasan bohong&lt;br /&gt;Ada alasan manusia untuk berbohong demi menyenangkan orang demi kepuasan hati yang tak dimengerti demi mendapat rasa aman dari orang, melindungi diri dari pertanyaan lanjut. Demi sesuatu yang tak dimengerti. Demi diri pribadi, aku pun tak mengerti kenapa aku selalu bohong. Ketika ditanya sesuatu aku lebih suka menjawab sekenanya. Aku malas hanya itu. Aku hanya ingin diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan bahagia&lt;br /&gt;Perasaan tak menentu menjadikan kata begitu puitis dan pemimpi kelas tinggi seakan kita tak akan pernah berhenti bermimpi, mengerti batas sejauh mana kita melangkah dan kita hanya bisa mengharap dan kita hanya bisa mengharap tanpa bisa tahu apa yang mesti diperbuat. Perasaan tak menentu yang sangat menentuka siapa diri kita tanpa perlu tahu apa yang kita inginkan. Perasaan tak menentu yang hanya menggantung, menghapus angan tak pasti tentang segala yang tanpa dasar. Bagaimana perasaan itu berubah menjadi sangat menentukan? Mungkin bila bisa menemukan bahagia. Bahagia itu sebenarnya menerima apa adanya segala jerih payah kita apapun hasilnya, berusaha tanpa berputus asa hanya demi ibadah untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi dalam kehidupan&lt;br /&gt;Apalah sebenarnya yang paling berarti dalam hidup ini? Terkadang ketidaksengajaan pun terjadi begitu indahnya seperti sehari-hari kita menghirup oksigen. Apakah itu begitu berarti ? Aku pun tak mampu menjawab filosofi tentang hidup terkadang kudapat di saat aku sedang ada di dalam kendaraan umum. Tak ada yang tahu sebenarnya kondisi kesadaran kita. Aku sadar sepenuhnya tentang kesalahan yang kuperbuat tapi apakah aku juga kadang sadar untuk tidak pernah lagi aku mencoba menghindari sebuah kesalahan. Terkadang untuk meredam perasaan hati sebait puisi adalah teman sejati yang paling dekat melebihi apapun. Ketenangan jiwa kadang justru didapat di dekat keramaian yang menyesakkan. &lt;br /&gt;Apakah itu sebuah kesalahan? Tentu saja bukan. Tak ada kesalahan tentu … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dalam hidupmu&lt;br /&gt;Kadang melamun hanya masa istirahat dari otak dan pikiran untuk bebas merenung tanpa tahu harus berbuat apa. Hanya waktu dalam hidupmu. Biarkan segalanya berjalan seperti adanya. Pandang masa depan buka mata buka hati. Biarkan segalanya terbuka dengan pikiran dewasa yang bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan yang cacat&lt;br /&gt;Manusia tidak sempurna jika manusia sempurna sudah dari dulu aku lari dari semua masalah yang menerpa diriku tapi aku tak bisa lari dan tak boleh. Untuk apa mesti lari ?! Hadapi?! Manusia tampak menarik dengan ketidaksempurnaan, sesuatu yang dimilikinya itu yang paling manis. Bagaimana kita mewujudkan ketidaksempurnaan itu menjadi sesuatu yang berharga bagi diri kita dan bagi perasaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti kedewasaan&lt;br /&gt;Arti kedewasaan bagi seorang gadis bukan dewasa fisik semata tapi sebuah kesatuan perasaan yang mendesak jiwa manusia di kedalaman pikiran. Masa sekarang dari masa depan yang lebih baik untuk memperbaiki masa lalu yang setiap saat menghantui nurani kita menyesatkan setiap langkah kita menelusuri jalan-jalan kehidupan yang begitu luas, samar dan tanpa batas untuk sekedar mencari jati diri dan kebahagiaan sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hal nyata bagi manusia&lt;br /&gt;1. Tertib ibadah&lt;br /&gt;2. Kecenderungan patuh antara perintah dan larangan&lt;br /&gt;3. Kebersihan lahir batin&lt;br /&gt;4. Memegang amanah dan janji&lt;br /&gt;5. Pemurah dan dermawan&lt;br /&gt;6. Persaudaraan dan saling tolong kebaikan&lt;br /&gt;7. Menghormati orang tua&lt;br /&gt;8. Etika di masyarakat&lt;br /&gt;9. Jujur dan adil&lt;br /&gt;10. Ramah tamah dan lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang lari&lt;br /&gt;Kalau kau mau lari lakukan sebelum kau tak mampu lari lagi tapi bertanyalah pada dirimu sendiri untuk apa mesti lari. Untuk apa mesti lari jika semua bisa dihadapi. Apa jadinya jika semua tertinggal tanpa penyelesaian hanya mengambang tanpa batas jelas jika kau lari. Tahukah kau harus kemana menggapai apa dengan lari jika lari larilah sekencang kau bisa lari. Sejauh mungkin ke satu lorong cita-cita dengan semua masalah selesai secara dewasa dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dan perpisahan&lt;br /&gt;Perpisahan selalu terjadi jika kita tak ingin berpisah jangan ambil resiko bertemu. Jangan sesali sebuah perpisahan yang pasti jangan pernah merasa berpisah secara batin. Dia tetap selalu di hati. Inilah hidup. Semuanya tampak indah dengan berbagai sisi. Pertemuan dan perpisahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa &lt;br /&gt;Sejak kapan entah …&lt;br /&gt;Aku lebih senang membuat orang lain tertawa daripada membuat mereka bersedih atau menangis. Sulit memang membuat orang tertawa membahagiakan orang lain memang hal tersulit di dunia. Lewat cerita lucu, karangan ringan di dalam tulisanku. Aku ingin membuat mereka tertawa. Alangkah indah hidup yang diisi tawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mesti takut&lt;br /&gt;Setiap hari kita menghadapi jutaan tes dan kadang kita lebih banyak lulus. Dari mulai bangun pagi sampai tidur di malam hari. Tak pernahkah kita sadari hal-hal kecil yang kita dapat telah memberi kita jalan apa yang harus kita lakukan untuk masa depan. Kenapa kita mesti takut menghadapi ujian-ujian kecil tentang sekolah, kuliah dan kerja jika ujian kehidupan yang lebih sulit justru sanggup kita lalui. Kenapa mesti takut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup untuk kini &lt;br /&gt;Aku akan mencoba untuk hidup disaat ini. Itulah keputusanku. Angan dan impianku boleh mengembara kealam masa depan tapi kaki dan hidupku harus tetap berpijak di saat ini. Hidup begitu luas dan berliku tapi cahaya hidayah dari Allah selalu melingkupi hati manusia-manusia yang percaya. Manusia-manusia yang paham apa arti sesungguhnya dari takut pada Tuhan, mungkin dengan mensyukuri apa yang diberikan Tuhan, selalu sadar bahwa karunia Tuhan selalu kita nikmati setiap detik panah waktu menghitung. Kita bisa menemukan arti sejati kehidupan dan jati diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendam&lt;br /&gt;Bagaimana menghilangkan dendam dari hatiku ? Dendam yang bertahun-tahun menghancurkan jalan kebaikanku. Dendam itu tak akan menghimpit kesadaranku begitu lama jika aku tak menegrti tentang hakikat keinginanku sendiri daripada mengurusi orang lain yang tidak memikirkan kita bukankah lebih baik memusatkan pikiran dan tenaga pada keinginanku sendiri. Saying aku tak bisa. Bagaimana menghapus dendam dari hatiku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupku &lt;br /&gt;Tujuan hidupku adalah memperjuangkan apa yang menjadi keinginan dan berusaha hidup dewasa serta bahagia. Aku tahu kenapa aku memilih keinginan itu karena aku memang hidup untuk itu. Keinginan memang harus diperjuangkan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang&lt;br /&gt;Kita semua perlu memandang sesuatu seperti memandang sekilas, memandang karena ingin tahu, memandang pada sesuatu yang memang harus dipandang, memandang demi kepuasan jiwa, memandang tak sengaja, memandang penuh arti. Dari semua itu kita mendapat pengajaran bahwa dalam hidup manusia perlu punya pandangan untuk menuntun hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal&lt;br /&gt;Kata hatiku mengatakan aku tidak bersalah meski aku gagal satu tes. Aku benar karena aku memiliki keberanian memilih dan memperjuangkan apa yang kuingin. I’m not a losser ! I’m a champion ! Meski aku gagal masih banyak kesempatan yang bisa aku raih. Aku tak akan melepas mimpi dan keinginanku. Aku tidak gagal. Aku berhasil. Hanya itu, aku pasti mewujudkan mimpiku karena masih banyak jalan menuju Roma aku yakin ada satu jalan hanya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhasil&lt;br /&gt;Walau aku tertawa keras di hadapan mereka aku tetap menangis sewajarnya manusia. Aku tetap tak mampu menahan kesedihan ketika kesendirian merajutku aku dipaksa merenungi kejadian itu. Apa aku salah atas semua kejadian yang menimpaku? Apa semua itu aku inginkan ? Apa perlu aku begitu rapuh meratapi kesedihan ? Semua seakan menyalahkan aku atas apa yang aku putuskan. Biarlah itu keputusanku sendiri dengan begitu jika gagal aku tahu sendiri dengan mata hatiku sendiri. Aku mampu mengatasinya.&lt;br /&gt;Sepatutnya aku bersyukur karena aku tidak mencoba menyalahkan Tuhan Penguasa Alam seperti halnya dulu biasa aku lakukan seakan aku menyembah Tuhan hanya agar aku memperoleh keselamatan dan keinginan. Bukan karena aku memang mencintai Allah anggap saja aku tidak mengalami kegagalan tapi sebuah keberhasilan. Aku berhasil mengetahui dan paham arti sebuah cinta sejati aku tidak mencoba protes atas kegagalan itu tapi aku bersyukur memuja Tuhan meski belum bisa dikatakan sepenuhnya paham arti cinta itu tapi setidaknya aku mencoba untuk mengerti dan aku bangga aku gagal satu tes karena aku justru lulus tes lain yang lebih berharga dari apa pun yaitu aku tetap bersyukur menerima dengan ikhlas dan menemukan kedewasaan. Kegagalan memang mengajari aku untuk bersikap dewasa.&lt;br /&gt;Aku tidak menyalahkan Tuhan atau siapapun. Aku berusaha berjalan mengalir mengikuti waktu dengan kepala tegak tersungging ingin kukatakan pada semua orang bahwa aku tidak gagal ! Aku lebih banyak menghadapi kegagalan daripada keberhasilan seharusnya aku terbiasa dengan semua itu, karena inilah hidup. Hidup adalah keseimbangan. Tidak aka nada hidup jika tidak ada perjuangan. Aku lebih mengerti bagaimana mengatasi perasaan bila aku mengalami kegagalan. Nasibku, hidupku, mimpiku hanya Allah Swt yang menentukan. Orang lain tidak ikut andil. Tanganku, hatiku seluruh tubuhku berperan dalam setiap langkah perjuanganku. Dengan tangan ini aku berjuang, berdoa dan percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepaskan benci&lt;br /&gt;Sungguh aku makin percaya jika itu tidak gagal. Semalam aku berdoa bukan sembarang doa karena aku hamper berhasil melepaskan beban di jiwa, beban dari kelamnya hati. Beban dan dendam yang selama ini merenggut akal sehatku. Aku mendoakan ornag-orang yang pernah menyakiti di masa lalu dan aku makin merasa damai karenanya aku memang gagal ujian kerja tapi aku berhasil dalam ujian yang lebih berat melepaskan rasa benci dan menggantinya dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia abu-abu&lt;br /&gt;Jalan yang kutempuh sangat aneh dunia ini memang aneh ketika aku tertawa ia diam ketika aku diam menangisi nasib ia tak menatapku tapi waktu berjalan tenang tanpa gentar pada tali-tali dunia. Ia mengajari aku untuk bersabar karena dunia memang abu-abu tidak hitam tidak putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Perlambang waktu seperti seorang dewasa dengan wajah tenang, jiwa tenang, sempurna, bijak, halus berkata-kata, tidak cengeng, tetap lurus di jalannya dan tak pernah membiarkan diri hanyut oleh arus orang lain. Waktu adalah kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 februari 1999&lt;br /&gt;Habis sudah masa yang kunanti dua lorong sudah kulewati lorong ketiga pun hampir berakhir. 22 Februari kusadari semua telah mengubah hidupku. Manusia tak berarti yang selalu terlingkup ketakutan dan kecemasan ini menemukan seberkas sinar keberanian yang tak terduga. Sedikit demi sedikit arti kedewasaan merasuk jiwaku :&lt;br /&gt;- Lebih mengenal-Nya, mencintai-Nya, mengabdi pada-Nya, beribadah pada-Nya, pada Allah Swt&lt;br /&gt;- Mengerti tentang jati diri&lt;br /&gt;- Mengerti tujuan hidup&lt;br /&gt;- Mengetahui apa keinginan&lt;br /&gt;- Kedewasaan yang bertanggung jawab&lt;br /&gt;- Belajar menerima keadaan apa adanya&lt;br /&gt;- Mencintai sesuatu yang membenci kita membuat kita manusiawi&lt;br /&gt;- Dalam hidup kita berbagi&lt;br /&gt;- Walau hanya dengan seulas senyum kita bisa merasakan adanya orang lain&lt;br /&gt;- Jadikan penderitaan pelajaran berharga&lt;br /&gt;- Kita pasti mendapat hikmah dari tiap peristiwa yang terjadi pada kita&lt;br /&gt;- Selesaikan masalah antar manusia dengan pendekatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t break this mirror ?!&lt;br /&gt;Don’t break this mirror ?! Kalimat itu menghalangi niatku memecah wajah cermin seakan aku muak melihat wajah menyedihkanku. Hanya kalimat itu yang mencegah amarah bodohku. Aku sudah berusaha memperbaiki diri. Sekali di cap buruk tak akan lekang oleh waktu. Terkadang aku mengabaikan gurauan penuh ejekan tapi aku ini tertampar oleh kalimat itu. Aku memang tak pernah menghormati dan menghargai diriku. Usaha memperbaiki diri yang susah payah malah hendak aku kacaukan hanya karena sebuah kerikil masa lalu yang mengekor di belakang diriku. Menyedihkan. Don’t break this mirror ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dalam kehampaan&lt;br /&gt;Cemburu … entah tak tahu perasaan ini tapi bukan cinta rasa saying karena persahabatan. Aku suka masih punya perasaan kadang aku merasa sangat lelah tanpa itu meski kadang lelah berperasaan mendapat segala cinta mereka. Jadi aku berhenti tapi setelah beristirahat aku sangat hampa. Ternyata hidup penuh bahagia bila mampu memperjuangkan bila tahu sebatas mana kita mencintai dan melindungi orang lain bahwa segalanya harus dan bisa diperjuangkan tanpa menyerah sebelum perang. Jangan lelah dalam berjuang ?! Segalanya tampak indah bila diperjuangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah arti sebuah nama ?! &lt;br /&gt;What a name ?! Apalah arti sebuah nama berulang aku mendengarnya. What a name ?! Hanya sesuatu yang sementara dalam hidup. Tidak menunjukkan apapun. Banyak yang terjadi hari ini, kemarin atau mungkin besok. Banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, diinginkan atau tidak ?! Banyak orang demi orang yang kita kenal tanpa perlu mengerti namanya. &lt;br /&gt;What a name ?! Aku tidak dapat melihat jalan menuju impianku. Aku hanya merasakannya sebagai sesuatu yang berat dan membuatku sulit menjejakkan kaki mencapai sesuatu. Aku tahu bahwa aku merasa lebih baik jika aku dihargai orang lain. Apalah artinya jika 0orang menduga kebaikan kita tapi ternyata kita hanyalah pecundang semua orang. Hanya melihat sesuatu dari luar. Penampilan bukan kepribadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan&lt;br /&gt;Cobalah melihat seseorang dari banyak sisi bukannya melihat mereka dari satu sisi. Kadang kala menemukan jati diri kita dengan cara unik hanya lewat gurauan ringan dari seseorang yang tak terlupa. Seseorang lain kadang tahu lebih baik dari kita. Persahabatan lebih berharga dari cinta. Orang lain melihat kita dengan marah karena tak mengenal kita tapi waktu selalu berjalan di jalannya. Aku masih selalu mencoba menemukan diriku. Teman bukankah sesuatu yang gemerlapa bukan terkenal kaya dan menarik sampai saatnya kita. Persahabatan sejati akan dating menyadarkan arti penting dari tanggungjawab. Persahabatan adalah memiliki teman yang mengerti tentnag dirinya dan diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf&lt;br /&gt;Ya, Allah, istigfar beribu kali dari bibir hamba pun tak akan pernah cukup meredam berjuta dosa di hidup hamba. Ya Allah hamba tahu di batas mana hamba berjalan. Hamba tak tahu arah tanpa petunjuk dan hidayah-Mu. Selama ini hamba terlena dan hanya mengejar ambisi hamba. Hamba memiliki teman-teman yang baik tapi hamba tak pernah bersyukur. Hamba tak pernah menerimanya. Hamba lupa diri. Hamba lupa jalan pulang. Hamba lupa bahwa ada kalanya manusia kembali ke dasar inti hidupnya. Hamba lupa, astaghfirullah. Lupa pada asal hamba darimana hamba berjalan. Siapa teman-teman hamba. Mereka tak akan pernah tahu masa penderitaan batun hamba mereka hanya melihat luar hamba. Maaf ya, Allah ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kerelaan&lt;br /&gt;Biarkan semua hal terjadi ketika aku mencoba menggenggam atau mengumpulkan sebanyak mungkin hingga kedua tanganku tak ukup menanggungnya aku mesti merelakannya pergi aku mesti melepasnya aku tahu kenapa aku tahu aku mesti membiarkannya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya dan doa&lt;br /&gt;Percaya itu doa, tapi entah apa aku sanggup mempercayai sesuatu demikian gigih terutama tentang keinginanku karena terkadang hal-hal tak diinginkan banyak terjadi tapi jika kita percaya pada Allah itu lebih baik dan lebih banyak terjadi hal-hal yang diingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang demi kalbu&lt;br /&gt;Orang hidup di dunia ini mengharap keselamatan dan rasa aman terutama dari persahabatan. Aku lelah pada prasangka tapi aku tak bisa lepas dari prasangka begitu saja karena aku manusia biasa. Teman kedua menghiburku dengan tawa, temanku yang lain menghiburku dengan kritik tapi aku memilih teman yang memujiku, meski mereka tak tahu apa-apa tentang aku, meski kadang aku rindu pada temanku yang mengkritikku. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Tak memiliki judul&lt;br /&gt;Manusia itu makhluk yang berlebihan masalah-masalah kecil dibesarkan padahla itu hanya (kadang) segelintir kecil masalah yang teramat kecil dari berjuta-juta masalah yang akan dihadapi atau telah dihadapi Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah lebih mengenal siapa hamba-Nya dan apa yang terbaik baginya. Allah lebih mengenal siapa-siapa hamba-Nya yang bertakwa, apapun warna kulitnya, golongannya, alirannya, mahzabnya, statusnya, kekayaannya, fisiknya.&lt;br /&gt;Aku mempunyai teman sebut saja namanya D, seorang pria 25 tahunan keturunan cina-bule muslim. Di suatu ahri jumat yang terik ia shoalt jumat, memakai sarung, baju koko dan kopiah haji di kepalanya. Wajahnya yang putih bersih denagn amta yang agak sipit menunjukkan bahwa dia berasal dari etnis yang berbeda dari semua jemaah sholat jumat di Masjid Agung Surabaya itu. Semua orang otomatis meliaht tanpa sungkan padanya, piker mereka, wah ada mualaf sholat jumat.&lt;br /&gt;Yang dilihatin cuek bebek meski agak dongkol, ketika ada beberapa bapak-bapak senyum-senyum sambil melihat terus kearahnya. Aduh, pikirnya, jangan aku disangka mau aneh-aneh dan dicurigai macam-macam, sempat ia berpikir begitu.&lt;br /&gt;“ Mualaf ya mas?”&lt;br /&gt;Pertanyaan semacam itu sudah sering sekali terlontar sejak dulu sampai sekarang, sejak jaman ia masih sekolah TK sampai lulus dari perguruan tinggi, tapi ia menanggapinya dengan bijak. Ia hanya senyum dan berkata,&lt;br /&gt;“ Saya penganut Islam sejak kecil. Keluarga saya penganut Islam sejak lama. Alhamdulillah“&lt;br /&gt;Bahkan kata-kata miring pun kadang juga muncul, entah dari mulut siapa, “ Cina-bule tapi kok muslim … ga salah?”&lt;br /&gt;Wah ekstrim kalau yang seperti ini … pikirnya tapi lagi-lagi ia harus terima konsekuensinya punya wajah orientalis yang cenderung kapitalis. Kadang aku menghiburnya,&lt;br /&gt;“ Tenang bro … yang penting hati santri, meski wajah artis. “&lt;br /&gt;D hanya ketawa, masygul … aku kadang mikir enak banget yang memiliki wajah cenderung agamis, dengan baju dan gaya Islam yang kental semua orang yang melihat otomatis akan berpikir wah … ini lho orang Islam, wah ini lho orang baik tapi … aku jadi mikir juga bagaimana dengan orang berwajah indo (maaf bukannya diskriminatif) dituduh cenderung ga Islam pas dia berbuat kebaikan pasti deh dicurigai macam-macam. &lt;br /&gt;Ironi … &lt;br /&gt;Aku jadi bertanya-tanya apakah Islam hanya milik etnis tertentu? Tidak kan? Islam adalah Rahmatan lil alamin, rahmat bagi semua … Islam ga ditentukan dengan wajah dan gaya berpakaian seseorang. Hati dan ketakwaan itu yang terpenting. Hanya Allah yang Maha Mengetahui Tiap Isi Hati hamba-hamba-Nya. &lt;br /&gt;Semua orang di negeri ini cenderung melihat seala sesuatu hanya dari satu sisi saja, padahal … Islam itu ga hanya tentang masalah perempuan dan poligami saja. Ah, ini memang fenomena akhir jaman banyak orang yang mulai membahas tentang masalah perempuan di masjid-masjid. Islam adalah jalan hidup dunia-akhirat. Kenapa kita terjebak hanya dari penampilan luar? Para mualaf dari barat dengan latar belakang pendidikan tinggi yang cenderung hedonis masuk Islam karena tertarik hal itu setelah mempelajari Islam dengan hati dan logika. &lt;br /&gt;Aku tidak mengatakan para muslim keturunan itu kurang baik dari mereka tapi mari kita berlomba-lomba juga meraih kemuliaan. Mari kita wujudkan Islam yang ga terkotak-kotak. Islam yang kembali pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. Aku juga Islam karena keturunan seperti sebagian besar orang di negara ini. Ini adalah saat bagi kita menyadari bahwa iman warisan ini harus diubah menjadi Iman Cinta … Iman kepada Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-1261481325139895014?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/1261481325139895014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=1261481325139895014' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/1261481325139895014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/1261481325139895014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/intermezo-si-indo-yang-ternyata-muslim.html' title='intermezo-si indo yang ternyata muslim sejak kecil'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-6939870651357718769</id><published>2008-10-09T00:25:00.002-07:00</published><updated>2008-10-09T00:26:37.490-07:00</updated><title type='text'>Mahabbah kepada-Mu</title><content type='html'>Mahabbah &lt;br /&gt;Mecintai seseorang memang kadang manusia lebih banyak kecewa. Sekarang daripada ketakutan membagi hati dan cintaku pada dia lebih baik kucoba hadapi saja. Apa salahnya mencintai dia yang memang mencintai dan dicintai oleh aku. Daripada menghindari lebih baik menghadapi. &lt;br /&gt;Aku ingin menjawab ujian-Nya dalam masalah ini. Daripada ketakutan untuk sakit hati karena manusia dan menghindari mereka lebih baik bertanya pada hatiku. “ Bisakah aku mencintai seseorang tapi syaratnya Cintaku pada-Nya harus lebih dari sebelum aku mencintai dia. “ Kalau ujian itu bisa kujawab insyaallah Dia akan memudahkan jalanku untuk mencintai sesamaku dalam untaian kedamaian dan kebaikan. Dengan mencintai seorang manusia mari menambah rasa cinta pada Allah swt, Sang Penguasa Cinta Yang Tiada Batas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita paham makna Lebaran&lt;br /&gt;Makna lebaran adalah bermaaf-maafan. Tidak perlu dengan uang, tak perlu dengan berjabat tangan asal hati kita saling memaafkan. Tidakkah kita merasa beruntung saat lebaran kita masih bisa melihat sholat Id dari istiqlal di TV. Tidakah kita senang masih bisa berjumpa saudara. Tidakah perut kita kenyang saat makan sate dan sop udang di acara reuni keluarga. Tidakah kita bangga bisa tertawa dalam canda bersama teman. Alangkah enaknya kita ini masih diberi kesempatan sebanyak itu untuk mencari pintu tobat, untuk mencari jalan sujud, untuk mencintai-Nya tapi …&lt;br /&gt;Kenapa kita mesti lupa untuk saling memaafkan. Kita terkadang sulit sekali untuk memaafkan diri sendiri. Kita tak emntolerir diri sendiri saat melakukan salah. Kita kecam diri kita dan menutup diri. Kita cenderung menyalahkan setan yang mengganggu hati kita. Kenapa kita mesti menyalahkan? Berarti kita pengecut karena menolak untuk mencari solusi tapi malah terus menyalahkan. Kenapa kita tak menyalahkan diri sendiri?&lt;br /&gt;Kenapa bisa tergoda? Daripada menyalahkan semua hal lebih baik saling memaafkan, awalnya diri sendiri kemudian memaafkan orang lain. Saling memaafkan adalah kata kunci. Begitu kita meminta maaf atas kesalahan kita hati kita demikian tenang. Kebekuan hati telah mencair. Kata maaf demikian sederhana namun kata maaf begitu agung dan mulia. Ia tidaklah sesederhana itu. Maaf itu kata mulia …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti sempurna &lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang terjadi dalam hidupku ini? Terkadang aku demikian skeptic memandang semua hal yang terjadi di sekelilingku. Tak kutahu mengapa aku begitu mudah memaki, mengutuk dan menyumpah pada berbagai macam kepincangan yang ada di sekelilingku. aku cenderung menyalahkan. Aku dibuat bingung oleh berbagai keadaan yang melingkupi dunia ini disekelilingku. &lt;br /&gt; Arti senyuman, arti pandangan yang tertunduk, arti tatapan mata, arti dari menolak berjabat tangan. Apa arti semua itu … kalau kita menyikapi berbagai hal dengan pandangan semua salah segalanya memang salah. Apa sebenarnya arti ibadah-ibadah itu bagi jiwa-jiwa mereka, mereka yang menolak berjabat tangan dengan orang bukan muhrim, orang bukan dari satu golongan. &lt;br /&gt;Apa yang mereka pikir dalam sosok kedirian mereka.Jika mereka mengharamkan berjabat tangan dengan para wanita kenapa mereka berlaku suatu keanehan dengan mencoba mendobrak tradisi mereka. Tidakkah mereka takut karena tanpa sengaja mereka telah membangun sekat. Apa hati mereka akan tergetar bila bersentuhan dengan wanita, lantas apa arti ibadah-ibadah mereka selama ini, untuk siapa dan untuk apa … &lt;br /&gt;Aku bingung menyikapi manusia ini, mereka berjabat tangan, mereka tak berjabat tangan, mereka tersenyum-mereka marah-mereka memaki-mereka bermuka masam. Kenapa kita tidak membangun sekat dalam hati kita sendiri agar kita bisa memilah mana baik dan mana buruk. Apakah senyuman mereka kemunafikan ataukah tidak atau apakah kediaman mereka sebagai tutup dari buruknya perilaku mereka. Kenapa manusia meski memakai topeng? Kenapa Islam yang mereka jadikan topeng diri mereka yang sebenarnya buruk? Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mereka?&lt;br /&gt;Dulu aku cenderung memandang penampilan sebuah kebohongan yang demikian menipuku. Tak kulihat sisi lain dengan mudah kukecam orang : “Tidak islami” padahal banyak sisi yang tak kutahu tentang mereka. Apa sebenarnya penampilan itu? Dalam menyukai seseorang pun demikian, aku cenderung mengharap kesempurnaan begitu kuketahui kekurangannya aku cenderung membunuh rasa suka itu. Aku berusaha menanyakan pada hatiku apa arti sempurna bagiku. Apakah aku sendiri sosok yang sempurna? Tidakkah aku hanya tertipu penampilan luar dengan memandang kesempurnaan itu? Tidakkah hal itu justru terlihat sebagai sebuah kesombongan … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Pemimpin&lt;br /&gt;Tuhan itu laksana Pemimpin agen-agen rahasia. Dia memasang alat-alat penyadap dalam diri tiap manusia berupa hati nurani. Dia memiliki TV-TV layar lebar penerima sinyal yang terpancar dari tiap-tiap alat penyadap-Nya. Dia memiliki agen-agen rahasia yang memantau keberadaan alat-alat penyadap itu. Agen-agen rahasia itu ditempatkan dalam diri tiap-tiap manusia. Tiap manusia mempunyai dua agen. Tuhan berkehendak semua alat-alat penyadap itu berfungsi dengan baik. &lt;br /&gt;Dia berkehendak semua manusia menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dengan alat sadap itu manusia terus merasa yakin dirinya dpantau oleh-Nya, dengan alat sadap itu manusia harusnya merasa yakin ia tak pernah sendirian, dimanapun ia berada karena Penglihatan yang jangkauannya lebih dari mata biasa, lebih canggih dari alat pantau jenis apapun, kamera jenis apapun, dari Pendengaran yang lebih dari telinga biasa adri transmitter macam apapun seharusnya manusia tahu bahwa Dia selalu mengawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Lailatul Qadar &lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah malam seribu bulan, malam penuh kesucian yang didamba oleh tiap insan beriman. Tidakkah kau ingin menggapainya? Apa makna sesungguhnya dari Lailatul Qadar? Apa hanya denagn duduk berdiam diri di tengah ruangan gelap terus berdzikir menyebut asma-Nya dengan keleluasaan hati dan jauh dari duniawi. Tidakkah terasa lucu jika kita mengartikan malam itu hanya membaca Al-Qur’an tanpa tahu maknanya dan kita tidak mau mengulurkan tangan pada manusia, silaturahmi kita terputus. &lt;br /&gt;Kita lupa segala hal yang menjadi dasar pertanyaan di alam sana karena kita sibuk mengejar Lailatul Qadar, kita lupakan teman-teman, orangtua, saudara. Kita tak mau mengulurkan tangan untuk mereka. Kenapa kita lupakan semuanya? Tidakkah kita malu karenanya? Tidakkah kita malu pada-Nya ketika kau menolak berjabat tangan dengan bukan muhrimmu hanya demi menghindari hatimu yang tergetar berarti jiwamu pun rapuh … &lt;br /&gt;Lailatul Qadar bagiku adalah semua malam. Disaat kesadaran akan Cinta-Nya mambidik kita akan alangkah hinanya kita sebagai manusia. Dikala kita merenungi segala kesalahan, kekonyolan, kekilafan dan kebodohan selama ini selalu mengiringi langkah keimanan kita menuju Cinta kepada-Nya. Bagiku Bulan Ramadhan adalah sepanjang masa. Masa dimana kita berpasrah diri, kita adukan alangkah bergantungnya, kita pada sebuah kekuatan Yang Maha Segalanya.&lt;br /&gt;Apakah kita bersuci hanya disaat Ramadhan dan Lailatul Qadar? Apakah kau tahu kapan sebenarnya Lailatul Qadar tersebut? Apa yang kau cari malam itu? Jika Cinta yang kau cari bersilaturahimlah, hapuslah perbadaan antar manusia beriman. Jangan berteriak alangkah berbedanya kita. Jangan agungkan alangkah bagusnya sholatmu dihadapan manusia. Demi siapa semua itu? Saat itu adalah penegasan di hatimu semua yang kau cari dan temukan adalah untuk-Nya.&lt;br /&gt;Lailatul Qadar saat seluruh langit dan eter-Nya penuh sesak oleh tebaran senyum dan keajaiban dari malaikat-malaikat-Nya. Apakah kau rela terlepas dari bukan penuh berkah itu? Pada bulan itu Allah swt member segala Cinta-Nya, Dia member banyak hadiah untuk kita, manusia-manusia bodoh, kotor dan tak tahu diri ini, untukku … untuk aku yang tak punya apapun untuk kubanggakan, untuk kusombongkan. Di bulan ini harusnya aku sadar semua adalah milik-Nya, pemberian-Nya dan suatu saat bakal kembali pada-Nya. Bahkan keimanan ini sekalipun karena jika Dia berkehendak Dia bisa mengambilnya. Tidakkah itu lebih menakutkan dari menghadapi sakaratul maut … kita, aku hanya jadi bangkai jika tanpa Iman. &lt;br /&gt;Makna keimanan sendiri kadang kita jadi rancu, karena keimanan kita diperoleh sejak kita bayi. Iman warisan! Asal ucap syahadat tanpa tahu artinya. Penting Islam!! &lt;br /&gt;Kenapa tidak kita jaga iman warisan itu agar tak hilang karena kesombongan kita karena kita menyendiri, menjauhi dunia dan penghuninya dan memenuhi kepala kita dengan anggapan semua manusia lain adalah lebih jelek dari kita. Tidakkah menakutkan?!&lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah ajang bagi kita untuk introspeksi diri, bukan dengan pengertian kita evaluasi diri hanya satu bulan itu saja dan selepas ramadhan kumat. Konyol namanya! Tidakkah kita beruntung sekali diciptakan-Nya? Kalau Tuhan tidak mau menciptakan kita, untuk apa menciptakan perusak?! Tapi Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, Dia tetap menciptakan kita, lantas kenapa kita bodoh tak mau mencintai-Nya?! Padahal hanya 5 waktu saja atau sebulan sekali berpuasa … kenapa kita lupa diri?! &lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah malam dimana kita temukan damai dan cahaya terang demi menerangi hati kita yang terus tertutup debu-debu dunia. Lailatul Qadar adalah malam penuh cahaya Cinta Kasih-Nya dan hidayah-Nya. Lailatul Qadar adalah Pemberian-Nya. Lailatul Qadar mengajari kita untuk melihat segala sesuatu dengan mata batin, dengan jiwa nurani terdalam dari hati kita. Alilatul Qadar adalah saat kesaksian penegasan kesaksian menyanjung syahadat. Mengerti makna agung dari syahadat itu. &lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah saat dimana jiwa kita menyadari akan merdunya suara tangis penuh rindu kita akan cinta Allah swt yang pecah karena sujud berkepanjangan. Lailatul Qadar adalah saat kita menyadari bahwa sholat bukan hanya sekedar gerakan, bahwa Tahajud bukan hanya mendekap kesunyian, bhwa puasa bukannya menahan lapar lahir tapi malah membiarkan jiwa kita lapar akan Cinta-Nya, bahwa membaca Al-qur’an bukan hanya memperbagus suara tapi dzikir mengagungkan nama-Nya, mengucap terimakasih atas ’peminjaman’ Al-Qur’an untuk bisa dan paham kita membacanya.&lt;br /&gt;Dzikir adalah mengingat Dia setiap waktu menatap langit, merenungi keindahan kekuasaan-Nya. Ibadah adalah dalam jiwa, dalam hati dan Cinta. Lailatul Qadar adalah saat bagi kita menyadari bahwa Iman Warisan ini harus diubah menjadi Iman Cinta, hanya kepada-Nya. Itulah Lailatul Qadar …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON’T READ&lt;br /&gt;Nikmat Allah  &lt;br /&gt; Sudah berapa nikmat Allah yang telah ada padaku, terhitung aku lahir pada 6 juli hingga sekarang 29 agustus 2002 saat umurku genap 20 tahun. Dalam 20 tahun hidupku aku baru merasa umurku masih 3 tahun sebenarnya sejak 22 februari 1999. Aku mendapat banyak kesadaran saat itu. Tak sadarkah aku bahwa memiliki mata yang sehat adalah nikmat Allah. Memiliki mulut dan seluruh anggota badan, panca indera yang lengkap dan sehat adalah nikmat.  Mendapat sedikit pencerahan adalah kepercayaan-Nya. Tidakkah aku demikian beruntung memiliki atau mendapat segala nikmat itu?&lt;br /&gt; Duh Gusti Allah … hamba merasa sebagai orang paling beruntung di dunia. Hamba memiliki keluarga yang baik, orangtua yang menyayangi, adik-adik yang baik, teman-teman yang peduli. Hamba masih bisa menghirup udara pagi. Hamba bisa bangun pagi dan menunaikan sholat subuh. Hamba demikian beruntung bisa bertemu banyak orang hebat dan berilmu. Hamba diijinkan mencintai-Mu. Hamba sangat beruntung diberi kesempatan untuk merenung dan menyadari segala kesalahan hamba.  Duh, Gusti Allah … rasanya air mata sebanyak apapun tak akan cukup untuk menebus segala kesalahan hamba. Hamba sudah menyinggung perasaan-Mu. Hamba sudah demikian bandel. Sungguh Ya Allah hamba sangat malu. Malu pada-Mu, rasa malu pada-Mu lebih besar dari rasa malu pada segalanya. Sungguh, hamba takut dan malu pada-Mu. Hamba malu tapi hamba hanya ingin diijinkan menyentuh air wudhu dan bersujud pada-Mu. Hamba hanya ingin diijinkan beribadah pada-Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-6939870651357718769?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/6939870651357718769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=6939870651357718769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6939870651357718769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6939870651357718769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/mahabbah-kepada-mu.html' title='Mahabbah kepada-Mu'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-803160009293161136</id><published>2008-10-09T00:25:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T00:25:39.610-07:00</updated><title type='text'>Renungan nurani</title><content type='html'>Kebanggaan sesaat &lt;br /&gt;Ketika kuterhanyut dalam belaian sepi menangisku dalam derap keramaian mereka melihatku tertawa seakan mereka bisa mengartikan perasaanku. Tersenyum aku memandang pengertian dan perhatian mereka padaku. Salah besar wahai jasad-jasad kosong. Aku demikian rumit untuk sekedar dimengerti denagn seulas senyum sebersit tatapan dan sekilas perasaan. Itu bukan jasadku penentunya tapi jiwaku yang mengendalikannya. &lt;br /&gt;Bukan maksud kumenertawakan jasad kosong lain, aku hanya ingin tersenyum. Kubenci keadaan hampa ini tapi kusuka kerinduan ini. Kerinduanku pada Cinta-Nya. Mereka memarahiku karena aku terlalu dingin atas pujian yang mereka sanjungkan. Sungguh bingung kuhadapi untai tawa mereka hanya kuanggap hadiah dari kebaikan dan kasih saying-Nya. Bukan maksud kumerendahkan kalian tapi bagi-Nya apalah arti duniawi ini hanya kebanggaan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Cinta &lt;br /&gt; Sufi hanya menuntut penyatuan diri pada saat kita memutuskan mencintai saat kita sedang syahdu bersama Sang Tercinta dalam ibadah bila kita tidak dalam kondisi ibadah pada-Nya tapi bersama manusia lain bukan berarti kita melupakan Sang Tercinta tapi berkumpul bersama manusia-manusia baik adalah suatu ibadah pula. Sufi tidak konservatif, sufi tidak terlalu menyendiri tapi dia adalah cinta. Ada saatnya kita menyatu bersama-Nya. &lt;br /&gt; Ada saatnya kita mengingat-Nya meski kita bersama manusia lain. Sebagai manusia bijaksana yang memang mencintai-Nya kita bisa membedakan dimana letak kondisi terbaik untuk itulah aku memutuskan memilih jalan ini karena aku harus tahu batas. Sufi adalah jalan cinta utama yang tiada duanya. Sufi mengajari aku untuk menyayangi sesamaku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran waktu&lt;br /&gt;Aku merasakan diriku yang kering hampa tanpa cinta. Cinta dari manusia lain jasad kosong yang terkadang aku rindu ketika sedang sedih dan bingung karena seorang pria yang nyaris membuat keyakinanku goyah. Sang Maha Pemilik Cinta memberiku hadiah yang dipinjamkan untukku diamksudkan mungkin agar aku bisa melupakan dia. &lt;br /&gt;Hadiah itu berupa senyum dan canda dari seorang pria ramah. Aku lambat laun melupakan si pertama aku mulai tersenyum bahagia tapi pada saatnya hadiah itu akan di kembalikan ke posisinya semula. Dia dikembalikan ke kelompoknya dan aku pada kelompokku hakekatku sebenarnya. Aku sebagai manusia tak boleh protes dan menyangkalnya karena apa dayaku aku hanyalah seorang manusia yang tak bisa apa-apa. Aku merasa senang disadarkan disayang dan dimarahi oleh-Nya. &lt;br /&gt;Tahukah bahwa jika aku masih dimarahi-Nya pertanda aku masih disayang, dipedulikan dan tidak dibiarkan. Aku sudah sangat senang. Aku mendapat pengajaran sebagus ini dari-Nya. Dia menunjuki aku jalan dengan cara-Nya sendiri meski terkadang aku bingung. Aku coba untuk mengerti apa kehendak-Nya aas diriku denagn kata lain aku tak boleh menentang, menyangkal, membantah apapun yang dibebankan-Nya atas hidupku perkara baik atau buruk aku hanya boleh menjalaninya mengikuti arus waktu. Kemanakah aku dibawa oleh aliran waktu yang diperintah-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal penting&lt;br /&gt;Ketika aku berhenti menginginkan sesuat, berhenti mengejarnya dan mencarinya tiba-tiba segala yang kuingin dating padaku, segala yang lebih baik mendekat padaku. Bukan berarti aku berhenti berusaha dan pasrah saja pada nasibku tapi aku mencoba melakukan apa yang aku sanggup lakukan saat ini tanpa terus berkhayal dan menangis. &lt;br /&gt;Aku berdoa – berjuang dan mempercayai. Aku melakukan apa yang aku bisa tetapi kapankah aku berhenti menginginkan sesuatu terkadang aku terlalu takut menikmati sebuah kebahagiaan karena aku begitu akrab dengan kebimbangan. Aku selalu mencurigai kebaikan seakan aku akan membayarnya dengan mahal atas kebaikan itu. Kebaikan yang diberikan orang lain tanpa pamrih padaku. &lt;br /&gt;2-6-2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ujian &lt;br /&gt;Dalam memberikan semacam ujian kepada manusia Allah swt senantiasa menyesuaikannya dengan kemampuan dan kemauan manusia itu dalam menghadapi ujian. Terkadang sebelum mendapat ujian berat Allah member contoh ujian sebelum member ujian sebenarnya, karena ujian itu seperti soal yang diberikan seorang guru. Guru itu selalu melihat dulu kemampuan muridnya sebelum member soal jadi jangan salahkan gurunya jika sebagai murid kau mebdapat soal berat karena mungkin kau sendiri yang minta. &lt;br /&gt;Allah memberi seperti apa yang diminta oleh manusia. Seperti apabila kita disodorkan banyak pilihan tentang bobot soal. Bobot soal I missal tingkatnya rendah dan kita memilihnya tentu saja ujian yang kita dapat ringan dan mudah. Sama seperti impian manusia jika hanya sederhana maka ujiannya sederhana saja tapi jika bobot soalnya II atau III (terberat), maka kau akan mandapat impianmu yang tinggi itu meski bayarannya akan sangat mahal ujiannya akan sangat beragam dan berat. Dan kau harus siap mempertaruhkan segalanya seperti halnya dalam mencintai Allah swt kau akan terus ditanya dan ditanya apa benar kau mencintai-Nya … Sanggupkah kau melalui jalan yang berat? Sejauh apa rasa cintamu pada-Nya? Akan dibuktikan disini manusia macam apakah kau ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian-Nya&lt;br /&gt;Kapan lalu kucurigai pemberian-Nya pada manusia lain. Kenapa padahal orang itu tidak berusaha tapi begitu mudah ia mendapat keinginannya ia tak pernah bersujud atau menganggap-Mu ada, ia tak mencintai-Mu, ia bukan orang baik, ia terpesona duniawi dan hanyut di dalamnya tapi kenapa ia sukses. Sedang manusia satunya yang terus berusaha tapi sulit mendapat keinginannya. Kenapa ia mendapat begitu banyak tekanan, cobaan dan ujian padahal ia begitu mencintai-Mu, bersujud tanpa mengenal waktu, baik pada manusia lain tapi kenapa ia begitu sengsara. &lt;br /&gt;Apa arti semua ini? Mana yang lebih Kau sayangi dari keduanya, manusia pertama atau manusia kedua? Setelah sekian lama akhirnya kutemukan jawabnya. Manusia pertama mungkin manusia yang hanya Kau beri tapi tak Kau peduli. Manusia kedua adalah manusia yang Kau sayang dan kelak Kau kasih. Apa itu ujian karena manusia kedua itu Kau perhatikan? Kau marahi mereka karena mereka malakukan kesalahan. Kau beri mereka petunjuk jika mereka tersesat. Kau beri cobaan agar mereka merenung dan bersaksi. &lt;br /&gt;Kau beri mereka ujian agar mereka berpikir dan memperbaiki. Untuk mengetahui kadar cinta mereka pada-Mu. Sejak itu tak lagi kucemburui keberuntungan mereka. Tak kuanggap itu sebuah bahagia mungkin semua itu ada maknanya. Kehendak-Mu pasti tak akan sama dengan kehendakku. Kini yang kutahu hanya berdoa , berjuang dan percaya pada-Mu. Tak ingin kucurigai apapun yang Kau berikan padaku. Semua yang Kau berikan padaku adalah baik dan mempunyai maksud baik. Tak ada yang buruk satupun ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keberanian&lt;br /&gt;Kini aku benar-benar paham arti sebuah keberanian. Aku bisa mengatasi rasa ketakutan dalam pikiranku sendiri. Segala ketakutan hanya diciptakan oleh diri kita sendiri. Hati mempengaruhi pikiran agar ketakutan menghadapi hidup. Nyaris aku terjebak oleh buainya, nyaris saja aku gagal dalam menjawab ujian gara-gara hati dan pikiran yang tak sejalan. Nyaris saja pikiranku terbimbing demi rasa takut kehilangan jasad tampan seorang pria. &lt;br /&gt;Kini aku benar-benar tidak takut untuk kehilangan. Insyaallah, karena aku bisa berhenti menginginkan sesuatu kini … Ketika jiwaku kosong aku benar-benar berada dalam keadaan seimbang dan Dia … mengisi jiwaku dengan keinginan-Nya. Aku tak takut pada dunia lagi. Aku juga tak lagi ingin lari dari dunia dan menyendiri tapi aku siap menghadapi  dunia untuk menghadapi hal-hal yang tak diinginkan demi menghindari hal-hal yang diinginkan. &lt;br /&gt;Aku pun kembali pada-Nya menikmati kesyahduan menyatu bersama-Nya dalam untaian ibadah. Aku kembali tak takut untuk kehilangan. Dalam pemikiranku jikalau dia jodohku sebagai teman, saudara atau suami dia pasti tak akan lari dariku. Dan Dia akan mendekatkan aku dengan dia tapi jika bukan jodohku. Dia akan mencarikan pengganti yang lebih baik dari dia. Apapun juga di dunia ini semuanya sudah diatur oleh tangan-Nya. Apapun kehendak-Nya atas diriku aku berterimakasih pada-Nya. Aku mencintai-Nya dan beriman pada-Nya. Tanpa Dia tak aka nada cinta. Aku tak pernah merasa sendiri karena ada Cinta-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-803160009293161136?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/803160009293161136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=803160009293161136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/803160009293161136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/803160009293161136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/renungan-nurani.html' title='Renungan nurani'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-5111861633731246297</id><published>2008-10-09T00:24:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T00:24:33.720-07:00</updated><title type='text'>GORESAN JIWA  DAN DZIKIR CINTA</title><content type='html'>DON’T READ !&lt;br /&gt;Artinya pernyataan radikal tak siap jangan dibaca ! &lt;br /&gt;Ada beberapa uraian yang diberi label Don’t Read!&lt;br /&gt;Jiwa : nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan Jiwa&lt;br /&gt;Bukan jiwa penakut &lt;br /&gt; Ketika aku memutuskan mencintai-Nya segala yang tak pernah kudapat segala yang membenciku, segala yang selama ini kumimpikan insyaallah akan berlaku baik padaku. Jalan sufi telah kupilih dan aku tak akan menyesalinya … meski semua orang memutuskan untuk meninggalkan jalan ini karena dalam pemikiran mereka yang sempit haruslah meninggalkan duniawi dan menolak hubungan dengan manusia lain padahal jalan ini merupakan jalan pembebasan untuk menikmati duniawi dalam arti sufi, untuk menjalin persaudaraan dengan manusia lain dalam arti sufi. &lt;br /&gt; Mereka ketakutan terhadap jalan ini yang dalam pandangan mereka begitu menyendiri padahal dalam Islam dilarang terjadi suatu bentuk kesombongan tersamar atau tidak … Menyendiri disaat semua orang berkumpul membicarakan kebaikan adalah suatu kesombongan. Sufi bukan jalan bagi orang-orang sombong yang hanya bisa menyendiri dan ktakutan. Sufi adalah jalan pembebasan bagi jiwa-jiwa penakut yang hanya bisa menyendiri. Sufi adalah jalan menuju Cinta Abadi yang kekuatannya agung dan suci. Cinta adalah suatu keindahan. Dalam cinta segala kedamaian terrangkai menjadi seuntai keindahan yang bercahaya. &lt;br /&gt;27-11-2001, Ramadhan 11-1422. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON’T READ!&lt;br /&gt;Kucari Jiwaku &lt;br /&gt;Jiwaku menangis ketika ku bersama dosaku. &lt;br /&gt;Jiwaku merana ketika kuturutkan nafsuku. &lt;br /&gt;Jiwaku berteriak ketika kutampar kebaikan ketika kumohon Cinta.&lt;br /&gt;Ia ragu menolakku, ditegaskan di hatiku keagungan Cinta &lt;br /&gt;yang terlalu berarti bagi jiwa rapuhku. &lt;br /&gt;Ketika kumengeluh pada damai menatap jiwaku iba penuh sesal. &lt;br /&gt;Sanggupkah aku menghadapi segala resiko, segala ujian, &lt;br /&gt;segala cobaan, segala adzab yang menimpa jalanku, &lt;br /&gt;pikirnya bila kuputuskan mencari cinta sejati. &lt;br /&gt;Jiwaku hanya tertawa melihat segala kebingunganku. &lt;br /&gt;Katanya : “ Mengapa?” Dia menjawab : “ Bagaimana?” sambil tertawa. &lt;br /&gt;Kurenungi lama dalam keheningan sepi ketika kuputuskan mencari aku dipesan untuk tak bertanya aku boleh hanya mengikuti. Kutahu mengapa Dia tertawa seakan berkata : “ Kau bingung dan takut kau tetap memilihnya. Kau tahu resikonya, kenapa kau pilih?”&lt;br /&gt;Dia pun tertawa. Jiwaku kumohon jangan sekejam itu menertawakan kepicikan dan ketakutanku. Jiwaku kumohon jangan sekejam itu menertawakan kenaifan dan kemanusiaanku. Jiwaku alangkah bodoh aku. Jiwaku alangkah malu aku. Oh, jiawa kau naungi jasad kosongku bukan jasad yang menaungimu. Jasad hanyalah kosong jiwaku dan aku terdiam dalam seribu angin. Jiwaku aku telah memilih jala ini. Jiwaku aku etlah terpesona oleh cinta ini. Jiwaku aku etlah terhanyut oleh damba ini. Jiwaku aku telah terbimbing oleh damai ini. Aku tak peduli jiwaku meski kau tertawa kubuat kau tak lagi menertawakanku. Aku telah memilihnya sebeart apapun rintangannya. Aku tak peduli jiwaku. Jiwaku, kumohon jangan berpaling dariku. Jiwaku, kumohon bimbinglah aku menuju Cahaya-Mu. Aku ingin menyatu dalam Cinta-Mu. Jiwaku tak kuanggap ejek mereka. Jiwaku aku bahagia kau membimbingku. Jiwaku kau memberiku cahaya-Nya yang menuntunku menuju kebahagiaan abadi … Tak kupeduli mereka jiwaku para penentangku itu. Aku hanya ingin mengikuti-Mu … Kuyakini ketika aku mencintai-Mu Kau luluhkan hati para penentang itu. Kau lemahkan tawa sinis mereka dan kebaikan mereka Kau sanjungkan sebagai hadiah untukku. Jiwaku, aku tersenyum pada mereka dan mereka pun tersenyum padaku. Terimakasih, jiwaku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan jiwaku&lt;br /&gt;Segalanya tak akan membaik tanpa cinta. Dasar dari hidup adalah cinta. Cinta adalah agama dasar. Islam adalah agama Cinta. Tanpa cinta segalanya tak berarti ketika kutemukan cinta ini aku dibakar oleh api cinta yang membara api cint yang sebenarnya. Api itu meluluhkan segala tulang dan anganku. Menghancurkan jasad kosongku dan yang tersisa hanya jiwaku bersama bayanganku di cermin dunia yang ada hanya jiwa. Ingin kulebur jasadku menjadi satu dengan jiwaku dan bersatu dengan-Nya. Demi segala cinta yang ada di alam raya ini dengan dasar cinta. Cinta demikian suci dan murni bagai sifat-Nya dalam tiap ciptaan-Nya. Kutemukan diriku begitu lemah meringkuk dalam tangis sedih yang coba disembunyikan oleh dunia. Kasihan kumelihatnya kujamah ia dengan saying ia menjerit memberontak dan ketakutan. Kukejar ia denagn kasih ia berhenti, terjatuh dan menangis di pelukan jiwaku. Jiwaku, jasadku demikian ketakutan menghadapi duniawi yang kering tanpa Cinta-Nya. Jiwaku, setelah panah waktu berderak dalam karat seakan memohon segenggam doa yang mungkin membimbingnya menuju kedamaian. Jasadku baru menyadari alangkah bodoh dia dalam gelimang baying bahagia. Alangkah hina dia dalam selimut ranjang dosa. Alangkah picik dia dalam dekap kebanggaan dunia. Jiwaku, alangkah lemah jasadku dulu begitu mudah terpesona oleh jaasd manusia lain begitu mudah memuja tawa manusia lain. Jiwaku, jasadku pernah menangisi pengkhianatan mata manusia lain. Jiwaku, jasadku pernah menjadi gila karena manusia lain menebar senyum untuk manusia lain. Jiwaku, jangan menertawakan jasadku karena ketidaktahuan itu. Jiwaku, aku pantas malu atas kebodohan itu tapi aku hanya manusia. Manusia yang belum menyadari keindahan cinta sejati. Maafkan aku, jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embun jiwa&lt;br /&gt;Sekarang aku belajar tentang arti kesabaran, ketulusan dan keikhlasan karena tanpa semua itu aku tak akan pernah bisa menjadi orang bijak tanpa semua itu aku tak akan pernah bisa menemukan kebahagiaanku. Kalau aku hanya terus menyangkal dan kesal saja waktuku hanya akan terbuang percuma meskipun aku menyangkalnya, menolaknya tapi jika Allah ridho dan merestui bisa apa aku … Apapun kehendak-Nya aku hanya bisa menerima dan menjalaninya mengikuti arus demi menuju jalan cintaku. Dia memberikan segala sesuatau itu pasti ada artinya hal kecil sekalipun segalanya punya makna yang tak akan sanggup menyangkalnya. Terkadang menurutku seseorang itu baik padahal Allah lebih tahu mana saja orang baik atau tidak menurut-Nya. Keinginan-Nya denagn keinginanku tak akan pernah bisa sama. Dia berkehendak didasarkan pada keseimbangan di dunia dan akhirat. Tak sadarkah bahwa Cinta-Nya itu begitu luas dan tak terukur oleh kata-kata oleh luasnya alam raya Ciptaan-Nya. Segalanya tak bisa hanya dilukiskan dengan berlembar-lembar kertas. Tak akan sanggup aku dari mulai bangun pagi sampai tidur lagi di malam hari. Cinta-Nya selalu menyertai jalan hidup orang-orang yang memang mau mencintai, menyayangi, menghargai, menghormat dan mempercayai. Jika memiliki cinta ijinkan aku mengeyam keindahannya karena jalan cinta demikian bercahaya. Jika cinta satu-satunya jalan termulia untuk aku terhanyut dalam damba ini. Cinta adalah embun jiwa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mata jiwa&lt;br /&gt;Berkali-kali jiwaku menyelamatkan kebodohan hatiku. Aku tak menangis atas kekecewaan yang ditebar manusia lain. Tersenyum aku menatap wajahku di cermin terbayang wajah tanpa dosa yang berkali kudendangkan denagn suara cinta. Kesunyian selalu memanah kesadaranku untuk tertawa tanpa waktu berdetik jiwa mendenagr desir angin lembut tarian jaman. Kesunyian menyadarkanku untuk memliki cinta. Keajaiban sejati yang selalu aku abaikan. Kututup wajahku di cermin jiwaku tak kutemukan senyum terang yang demikian tulus menenangkan nuraniku. Demi orang lain terasa berat kutuangkan bara senyumku jikalau bisa meski kupatahkan sebatang arang gelap yang menaungi hatiku kusepuh denagn air suci yang menebar bening di sudut mataku. Kenapa senyum tak semudah tu terkembang senyum didasari cinta meskipun aku tersenyum kalau hatiku kering tanpa cinta hanya akan menimbulkan serangkaian benag kusut sebuah dosa kalaupun tersenyum aku hanya akan mengulumnya kutatap matanya dan menunduk mungkin bisa meruntuhkan segala kesombongannya, kebusukannya dansegala kebohongannya sehingga dia memandangku denagn tatap mata jernih tanpa niat jahat. Kuingin senyum dan tatap mataku menjadi peneduh bagi manusia lain. Laksana seteguk air di tengah gurun pasir bagi para musafir pencari arti sejati kehidupan ini. &lt;br /&gt;Sehelai daun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-5111861633731246297?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/5111861633731246297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=5111861633731246297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/5111861633731246297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/5111861633731246297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/goresan-jiwa-dan-dzikir-cinta.html' title='GORESAN JIWA  DAN DZIKIR CINTA'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8456935427688556787</id><published>2008-10-09T00:22:00.002-07:00</published><updated>2008-10-09T00:23:59.323-07:00</updated><title type='text'>Helai Daun</title><content type='html'>Manusia hanyalah sehelai daun yang tertiup angin kekuasaan Tuhan. &lt;br /&gt;Jika kering dan berubah warna ia hanya akan berputar pelan jatuh menuju tanah mengayun bersama alur kidung Ilahi. &lt;br /&gt;Waktu memang telah dipilih sesuai penentu bergulirnya dedaunan dari pohon-Nya. &lt;br /&gt;Tak ada sehelai daun pun yang mampu menyangkal, mengelak, berteriak lantang menentang kehendak Tuhan. &lt;br /&gt;Doa bagaikan seteguk air di padang kering penuh kehinaan. &lt;br /&gt;Manusia yang sadar arti sebuah kerinduan mungkin hanya menangis. &lt;br /&gt;Membiarkan hati dan tubuhnya merenungkan sebuah dosa yang berulang kali merasuk kehidupan penuh syukurnya pada Tuhan. &lt;br /&gt;Tuhan, Sang Pencipta Dedaunan. &lt;br /&gt;Manusia adalah daun yang rela terhempas dan tertiup deru waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8456935427688556787?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8456935427688556787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8456935427688556787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8456935427688556787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8456935427688556787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/helai-daun.html' title='Helai Daun'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8740061680789724766</id><published>2008-10-09T00:22:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T00:22:47.233-07:00</updated><title type='text'>Cinta sejati</title><content type='html'>Cinta … ketika aku mengenal cinta kusangka itu cinta sejati. Cinta yang mampu membuatku tersenyum dan membimbingku tersenyum dan membimbing jalanku. Ternyata setelah sekian tahun, aku salah. Cinta itu membuatku terpuruk, membuatku menangis, membuatku makin bodoh, rendah dan cinta itu selalu menghunjamkan pedang berkarat dalam sanubariku. Kutinggalkan cinta itu, cinta yang mudah patah itu … Kupinjam semangat yang diberikan oleh secercah cahaya cinta. Kembali kucari Cinta Abadi. Menelusuri jalan cinta yang bisa membebaskanku dari perbudakan dunia dan belenggu duka serta nestapa sepi. Kembali kucari makna cinta yang lebih agung. Ketika aku mencarinya kulewati lorong-lorong gelap dan tanpa ujung … kadang langkahku terseok kadang aku terjatuh. Kutahu mengapa … karena aku begitu berkeras hati membawa langkahku berlari … dalam kepanikan. Semakin kucoba bersabar semakin kutemukan secercah sinar semakin pula kurasa kehangatan cinta itu. Ketika kuraih cinta itu tersenyum hatiku. Cinta ini bisa kujadikan cermin meski buram. Ditengah semangat tulus yang dikobarkan oleh jiwa-jiwa yang menyayangi tanpa keluh kesah oleh ibuku, saudaraku, temanku … kutemukan damba di hati yang layu dan kering tanpa senyum akibat luka masa lalu yang mengahnyutkan nuraniku. Kurasakan tenang namun kembali kuikuti suara hati mengikuti cahaya yang emmbimbingku menawari aku kedamaian, kebahagiaan sejati yang menyuarakan suara hakiki. Sedia kuikutinya … namun ketika ku mencarinya segala yang mengelilingiku mengahadang meneriakiku untuk berhenti. Bingung … aku kehilangan arah, berkali-kali aku jatuh terperosok dalam tawa sinis manusia, terbelenggu oleh ketakutan yang disuarakan kekerdilan waktu dan terpasung dalam jiwa kemanusiaan yang menebar semangat kebebasan semu. Bertekad kumencari kebebasan hakiki jalan pembebasan suci yang penuh cinta jalan pembebasan yang selama ini kudamba dalam alam bawah sadarku. Pernyataan cinta telah kuukir dan aku begitu menangis dalam gelimang kegelisahanku. Aku begitu menangis dalam tawa yang diukir senyum penuh angkara. Pernyataan cinta yang menyadarkanku atas kesalahan-kesalahan di masa lalu. Aku, sebagai sosok amnesia tak sempurna yang selalu ingin mencari arti cinta sejati. Terus kuberjalan mencarinya ingin sosok sucinya selalu kugenggam erat. Seterjal apapun jalan yang kutempuh tak kupeduli … Cinta itu merasuk begitu indah dalam sanubariku. Cinta itu membisikkan pada nuraniku arti keindahan sejati. Kutemukan damai yang selama ini kurindu. Cinta yang abadi terbawa di angkasa raya luas-Nya bertabur bintang dan tak lekang oleh kehancuran meski jasadku hancur dan menjadi debu … tapi Cintaku tak akan sirna meski waktu bakal binasa dan tak lagi berdetak. Ketika aku mencintai-Nya tak pernah kurasa kecewa, sedih, takut dan tangis. Kutemukan cinta. Cinta yang indah … rela kuserahkan segala hidupku pada-Nya karena apalah artinya aku yang bukan apa-apa ini. Tuhan Sang Maha Pencipta yang mengisi alam raya ini dengan kuasa Cinta-Nya demi keindahan demi Hakikat Sang Maha Pemilik Cinta yang member manusia kasih sejati. Ketika aku menyadari arti cinta sejati ini … segala kesombonganku runtuh bagai dedaunan kering jatuh terserak tersapu angin. Kunyanyikan kesunyian apalah arti jasad ini apalah arti nama ini apalah arti segala kebanggaan duniawi ini karena telah kutemukan cinta ini. Jiwaku yang merana oleh pasungan kuat tiang masa lalu. Jiwaku yang terinjak oleh desir panah waktu yang egois penuh keangkuhan. Jiwaku yang terpidana oleh tirai kelam kebahagiaan semu duniawi yang tertiupkan oleh angin cinta pria tampan … Manusia yang masih belum mengenal keindahan cinta sejati. Segala jiwaku itu memberontak memohon lepasnya tali-tali pengikat memohon jalan pembebasan yang bisa kureguk manisnya dalam pahit. Aku ingin terbebas dari belenggu perbudakan hati dan jasad kosong yang menaungi jiwaku. Jasad kosong yang dibanggakan oleh mereka-mereka pemuja dunia. Jiwaku yang membimbing jasadku mencari keindahan cinta sejati. Cinta adalah Engkau Ya Allah. Cinta abadi yang selalu lekat dengan suara hakiki menyeru kemuliaan mengagungkan kesyahduan dan kemabukan jiwa dalam satu kobaran api cinta yang membakar jiwa-jiwa yang masih terbalut kerak kesombongan. Cinta itu membuatku tak merasa sirna dalam menggapai kedamaian. Tuhan tak ada kata begitu indah dan suci selain nama-Mu. Cinta sejati macam itu yang ingin selalu kuraih. Ingin selalu kurasa lapar dan dahaga di jiwaku dalam menggapai cinta itu. Cinta hanya untuk-Mu … Ku bersujud hanya untuk-Mu …&lt;br /&gt;Sehelai daun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8740061680789724766?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8740061680789724766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8740061680789724766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8740061680789724766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8740061680789724766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/cinta-sejati.html' title='Cinta sejati'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-4519773734559348384</id><published>2008-10-09T00:20:00.002-07:00</published><updated>2008-10-09T00:21:58.585-07:00</updated><title type='text'>aku mencari AKU</title><content type='html'>aku mencari Aku&lt;br /&gt;aku mencari Aku di tengah ribuan kehampaan di tengah lembah kebimbangan &lt;br /&gt;merasakan terpuruk di jurang takut dan nestapa memendam berjuta dendam dari kalam hati menutupi banyak duka dengan senyum tak pasti&lt;br /&gt; Aku, dimanakah Engkau, jangan meninggalkan aku meski jiwaku masih bersemayam dalamku karena tanpamu aku mayat hidup&lt;br /&gt; aku hanya berjalan tanpa tujuan dan aku kian tersesat dalam labirin-labirin semu keterasingan akan diriku &lt;br /&gt;aku tak mengerti makna jiwa yang didendang para penyair itu&lt;br /&gt; mereka, aku, dia dan manusia lain hanya kian panic atas pencarian jiwa dan diri mereka &lt;br /&gt;hanya jiwa mereka dimana jiwa hanyalah kamuflase &lt;br /&gt;mereka tetap memiliki beragam jiwa dan perilaku tak ada kesatuan, tak ada ke Akuan pada diri mereka, kami dan aku itukah akhir pencarian&lt;br /&gt; Aku hanya menanti terjadinya aku yang lain dari aku-aku yang lain dari aku yang lama hanya melahirkan keegoisan baru dimana hanya memandang ‘Aku’ mereka sebagai ‘Tuhan’  bukan Aku dalam artian hakikat tapi ‘Aku-Aku’ dalam penyimpangan dan perbedaan jiwa jika mereka, aku, kami, engkau menemukan Aku&lt;br /&gt; seharusnya tak ada perbedaan karena Aku menciptakan aku-aku&lt;br /&gt; sebagai satu jiwa dan satu kesamaan bukan perbedaan &lt;br /&gt;meski Aku menciptakan berpasang-pasang aku dengan banyak dualisme, satu pendiam-satu perusak, satu religius-satu sekuler tak banyak beda semua sama dua sisi cermin yang tampak beda itu sebenarnya satu seperti dua cermin yang direkatkan &lt;br /&gt;samping kanan dan samping kiri membentuk sudut 45 derajat dan aku melihat masing-masing sisiku dalam cermin-cermin itu tak ada perbedaan seharusnya aku-aku itu sama&lt;br /&gt; aku terus mencari Aku meski tersandung-sandung batu kemunafikan&lt;br /&gt; mempermainkan ribuan kata-kata jerat bohong melahap ratusan dendam dan benci &lt;br /&gt;mengenang keterasinganku pada kegelapan memuja keputus asaanku&lt;br /&gt; mengklaim keakuan sebagai kemuliaan yang tak kunjung padam hancur &lt;br /&gt;dan terbakar mendengarkan kekosongan jiwaku&lt;br /&gt; mengacuhkan lawan-lawanku tak memperhatikan kawan-kawanku &lt;br /&gt;aku memilih terjerembab dalam’Aku’ memilih tertawa dalam tangis-tangisku&lt;br /&gt; sambil menutup kedua telingaku dari cercaan aku-aku itu&lt;br /&gt; mereka mengklaim penemuan ‘Aku’ padahal mereka hanya menemukan jiwa&lt;br /&gt; Aku-Aku mereka aku kamu kami menggerogoti pengertian hakiki atas Aku yang sebenarnya mereka tetap sosok-sosok aku yang pandai berbohong, menipu, bersilat lidah, KKN dari mulai anak SD sampai mahasiswa … &lt;br /&gt;dari mahasisiwa menjadi pejabat hingga menjadi rentenir, pemerkosa, penjagal, pembunuh apa pun sebutan klaim ‘Aku’ itu … &lt;br /&gt;‘Aku-Aku’ itu bukan Aku &lt;br /&gt;mereka setan-setan yang menyaru menjadi Aku dalam aku-aku mereka &lt;br /&gt;aku mencari dalam jutaan renungan kehampaan &lt;br /&gt;semakin langkahku berjalan di antara pasir-pasir jaman&lt;br /&gt; aku semakin menyadari bahwa aku tak perlu mencari Aku itu lagi&lt;br /&gt; aku telah menemukan-Nya keindahan-Nya &lt;br /&gt;dalam diri aku sedikit mengerti akan sifat-Nya &lt;br /&gt;apa makna-makna banyak kejadian di alam ini yang menimpa aku&lt;br /&gt;aku tak lagi menangis dalam tiap tawaku &lt;br /&gt;kesedihan itu telah jauh dari aku karena selalu ada Aku yang menolong aku &lt;br /&gt;aku belum bertemu Aku itu tapi keberadaan Aku yang memancing banyak perdebatan kaum atheis itu aku rasakan ada dan mutlak &lt;br /&gt;kasihan aku-aku yang kebingungan dan terus mencari ‘Aku’ itu &lt;br /&gt;kebingungan itu membuat mereka mengabaikan kenyataan abadi dalam Aku hakiki &lt;br /&gt;aku terus mencari ketika aku jatuh aku nyaris kehilangan Aku &lt;br /&gt;aku menangis di tepian laut suram mengenang duka menjerat kebekuan hati &lt;br /&gt;Aku dimana Engkau Aku jangan tinggalkan aku &lt;br /&gt;aku terjatuh, bersujud dan menangis ke arah Aku &lt;br /&gt;Dimana pun Engkau Aku aku pasti akan menemukan-Mu kembali &lt;br /&gt;Tak ada mereka, kami, kita, aku, engkau, siapapun, karena hanya ada Aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudamba sepi&lt;br /&gt;Bila kutelusuri jiwaku dalam kelamnya hati&lt;br /&gt;Tak lagi kudamba sepi&lt;br /&gt;Kumerenung dalam kotak jaman&lt;br /&gt;Terkurung tanpa sadar tertengadah jiwaku kesudut temaram &lt;br /&gt;Oh jiwa … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;Cinta adalah jutaan duka nan merindu&lt;br /&gt;Cinta adalah bayang-bayang abadi sebuah kegelisahan alam &lt;br /&gt;Cinta adalah ukiran-ukiran damai sebuah kayu-kayu terpasung di kelamnya hidup&lt;br /&gt;Cinta adalah kepasrahan ketika kau telah mencapai puncak sebuah hidup &lt;br /&gt;Cinta adalah hakikat jiwa yang tak akan terpendar&lt;br /&gt;Cinta adalah sesuatu yang tak semudah dan sesulit &lt;br /&gt;yang coba digambarkan semua penyair dan seniman di seluruh galaksi&lt;br /&gt;Cinta adalah putaran lembut sebuah roda-roda kekerasan nfsu&lt;br /&gt;Cinta adalah sesuatu yang manusia tak mampu jelaskan&lt;br /&gt;Cinta adalah kebanggaan milik tiap makhluk berakal budi &lt;br /&gt;Cinta adalah tangisan setan yang telah terkutuk selamanya &lt;br /&gt;karena lepasnya nurani dari jiwa-jiwa mereka&lt;br /&gt;Cinta adalah kepak-kepak sayap keindahan pengabdian malaikat pada Rabnya &lt;br /&gt;Cinta adalah keseimbangan hidup dan misteri jiwa&lt;br /&gt;Cinta adalah keikhlasan dan kemurnian jiwa&lt;br /&gt;Cinta adalah ketika aku mengenangmu &lt;br /&gt;hanya kau yang memenuhi hatiku hanya kau yang kudamaikan &lt;br /&gt;ketika setiap kata yang kuucapkan selalu mengingatkanku padamu &lt;br /&gt;setiap hembus angin yang kudengar hanya bisik namamu &lt;br /&gt;setiap kutatap birunya angkasa hanya terlukis wajahmu &lt;br /&gt;Cinta adakah kemerduan suara tangis kelahiran dan kematian&lt;br /&gt;Cinta adalah bayangan perpisahan dan pertemuan &lt;br /&gt;Cinta adalah kebebasan bagi jiwa meski jasad erat terkurung&lt;br /&gt;Cinta adalah milik-Nya dan petunjuk-Nya &lt;br /&gt;yang tak semudah itu diberikan tanpa kehendak-Nya karena Cinta adalah Dia&lt;br /&gt;Cinta adalah Allah Swt tanpa Cinta Iblis menangis &lt;br /&gt;tanpa Cinta semua lenyap tanpa Cinta kurasakan mati &lt;br /&gt;tanpa Cinta hanya kupikirkan duka &lt;br /&gt;tanpa Cinta semua hanya mati dan mati&lt;br /&gt;Cinta suatu kedamaian Cinta suatu anugerah-Nya Cinta … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu di tangan&lt;br /&gt;Kucari gelap di keremangan senja itu &lt;br /&gt;dan kutemukan aku menapaki jalan sepi lagi &lt;br /&gt;kapan lalu aku menemui seorang gadis siluet dengan boneka kecilnya &lt;br /&gt;menangis di sudut jalan air matanya berderaian menjadi darah &lt;br /&gt;aku tersudut bersama tatap mataku &lt;br /&gt;kiranya aku bisa membantunya namun kakiku membatu &lt;br /&gt;di genggaman tangannya terkepal batu &lt;br /&gt;matanya nyalang kearah tank-tank Israel itu &lt;br /&gt;kemarin orang tuanya di tembak mati … tepat did ahi?! &lt;br /&gt;batu … di tangannya …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-4519773734559348384?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/4519773734559348384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=4519773734559348384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/4519773734559348384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/4519773734559348384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/aku-mencari-aku.html' title='aku mencari AKU'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8893640627438703786</id><published>2008-10-09T00:20:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T00:20:36.249-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan-ramadhan kita</title><content type='html'>Ramadhan 2005&lt;br /&gt;Sayup-sayup ku dengar adzan subuh memecah  gelimang pagi &lt;br /&gt;bertebaran suara-suara rindu memuja-Mu Allah&lt;br /&gt;menyayat jiwaku menumpu segala damba ini.&lt;br /&gt;Mataku menatap pilu mencoba mencari segala keindahan Ramadhan …&lt;br /&gt;dengan mata hatiku dengan mata jiwaku &lt;br /&gt;kucoba berkompromi dengan segala salahku&lt;br /&gt;namun tak bisa aku terus bersemayam dalam rasa bersalahku.&lt;br /&gt;Menemukan arti lain dari segala dosa namun tak mampu.&lt;br /&gt;Tercabik segala batinku sudah aku telah menjadi musuh besar  jiwaku&lt;br /&gt;aku terus merasa gelisah dan terpaku mengiba aku dalam sepiku sendiri.&lt;br /&gt;Air mataku berjatuhan&lt;br /&gt;telah kuselipkan pucuk-pucuk dosa itu dalam pecahan cermin jiwaku.&lt;br /&gt;Masa lalu itu hampir menghantam nuraniku &lt;br /&gt;aku telah terobati namun telah pula kalian hancurkan dengan tanganmu. &lt;br /&gt;Kini aku bersusah payah mengejar Cinta-Nya lagi.&lt;br /&gt; Aku kembali mengetuk pintu-Nya  kembali memohon Cinta-Nya &lt;br /&gt;aku nyaris hancur namun Tangan-tangan-Nya terulur padaku.&lt;br /&gt; Ramadhan ini adalah waktu bertobat aku yang tercabik dosa duniawi &lt;br /&gt;yang seakan menyaru menjadi surga nyaris melenakan aku &lt;br /&gt;jiwaku terpasung oleh manusia dengan cinta semu mereka&lt;br /&gt;aku tak lagi percaya pada cinta dan belahan jiwa aku telah mati …&lt;br /&gt; mati untuk urusan nafsu mati untuk urusan duniawi yang jauh dari-Nya &lt;br /&gt;aku telah mati dari kekacauan itu &lt;br /&gt;aku akan tumbuh kembali menjadi kelopak-kelopak bungayang indah tumbuh dari sebutir biji dan terus tumbuh menjadi pohon berbunga dan berbuah yang tinggi&lt;br /&gt; dan berguna bagi siapapun … &lt;br /&gt;aku ingin Ramadhan tahun ini sebagai dasar pertobatanku &lt;br /&gt;untuk berpijak menjadi lebih baik dari aku yang dahulu &lt;br /&gt;akankah Ramadhan tahun depan masih bisa aku jumpai&lt;br /&gt; masihkah aku memperoleh kesempatan berpuasa lagi di bulan Ramadhan ?&lt;br /&gt; Wallahu A’lam. &lt;br /&gt;Kediri, 16-11-05 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labirin Jaman&lt;br /&gt;Jiwaku dimulai dari sebuah kekerdilan mungkin aku melayang mungkin dia tercabik dan aku membiarkannya aku dalam temaram nurani jiwaku mengaduh kala itu &lt;br /&gt;namun aku mengacuhkannya dimana lagi aku mencari dirimu, jiwaku.&lt;br /&gt;Seiring jejak-jejak jaman seakan aku bersama jiwaku berotasi bersamanya &lt;br /&gt;aku telah mengubur jiwaku sendiri dalam lubang hitam otakku &lt;br /&gt;telah aku gerogoti sendiri duka itu luka itu menganga ...&lt;br /&gt;sakit itu masih terasa perih aku terus mengaduh terjatuh dan berdarah di lubang hitam itu namun tak seorang pun mengulurkan tangan pada jiwaku. &lt;br /&gt;Mereka justru menginjak jiwaku aku makin rapuh,  aku menangis dalam tawaku jerit pilu kutabuhkan namun bahananya makin sumbang dan berbenturan ... &lt;br /&gt;aku sendiri pilu dan sakit &lt;br /&gt;tolong aku jiwaku aku telah menjadi musafir asing bagi diriku sendiri&lt;br /&gt;labirin itu membelengguku membebani aku dalam ketakutan&lt;br /&gt;bebaskanlah aku ...&lt;br /&gt;Kediri, 16-11-05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata-mata hati&lt;br /&gt;Tanpa sengaja mataku selalu berbenturan dengan mata-mata manusia lain. &lt;br /&gt;Kadang kulihat jendela jiwa mereka disana sering aku temukan jiwaku yang sedih.&lt;br /&gt;Nurani yang terbelenggu hati yang tercabik dan pecah &lt;br /&gt;sering pula kutemukan kebohongan disana meski menyaru menjadi sosok kejujuran&lt;br /&gt;ia tetaplah tak mampu tersenyum dengan ketulusan&lt;br /&gt;sering aku menemukan wajah-wajah dalam cermin jiwa itu&lt;br /&gt;berduka meronta ingin lepas namun mereka seolah tegar &lt;br /&gt;mereka seolah tertawa dan mereka tak mampu melepas belenggu-belenggu dunia itu&lt;br /&gt;seakan jiwa mereka tertutup seakan cermin jiwanya menjadi buram&lt;br /&gt;seburam awan hitam di langit biru bening &lt;br /&gt;sering ku mengkhayalkan tentang jiwaku yang terbelenggu namun kembali aku terdesak &lt;br /&gt;ada jiwa-jiwa lain yang terpasung kurungan masalalunya sendiri atau terpenjara masa lalu  aku yang manatapnya kucoba mengarungi jiwaku &lt;br /&gt;membatalkan tatap mata ibanya atas diriku dan manusia lain.&lt;br /&gt;Mereka juga memiliki jiwa lain yang perlu mereka rahasiakan&lt;br /&gt;dalam lembah kelam mereka dalam pasungan kuat masa lalunya&lt;br /&gt;aku haruslah memandang jiwaku dengan cerminku sendiri&lt;br /&gt;tak perlu ku mengaduh tak perlu ku merasa terpasung &lt;br /&gt;sering kulihat tawa-tawa kemenangan pada mata mereka atas derita manusia lain&lt;br /&gt;selalu aku melihat kesetiaan akan janji pada-Nya yang makin memudar&lt;br /&gt;sering aku menemui kesuraman dari kegelisahan mata hati mereka&lt;br /&gt;yang tertuang pada mata mereka secara lahir&lt;br /&gt;aku mengiba pilu aku sendiri tak memahami hakikat aku dari jiwaku&lt;br /&gt;mata lahirku terbiasa membohongi jiwa-jiwa lain namun ia tak berkutik di hadapan Mata Hatiku sampai sejauh ini ia adalah mata yang paling jujurdari mataku baik di wajah atau di kaki mungkin mereka semua juga sama mencari pembenaran bagi mata jiwa mereka&lt;br /&gt;namun mereka tertipu oleh kepalsuan dunia dalam penglihatan mata lahir&lt;br /&gt;berabad-abad manusia telah mencoba bermusuhan dengan setan untuk menipu mata hati namun mereka tetap sosok-sosok makhluk tak terbantah &lt;br /&gt;berulang kali mereka kalah oleh mata hati namun mereka tetap membatu.&lt;br /&gt;Membatu ... dalam pasungan kelamnya sebuah rasa takut akan kejujuran&lt;br /&gt; kapan aku bisa membuat mata lahirku terbiasa memandang sesuatu seperti cara pandang mata hati kapan ... hanya kapan ...&lt;br /&gt; Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Kediri, 16-11-05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan di Palestina&lt;br /&gt;Kutemui lapisan-lapisan duka dalam penantian senja itu &lt;br /&gt;adzan maghrib masih sepuluh menit lagi ... katanya&lt;br /&gt;seorang diri aku melayang senja itu dalam tawa-tawa kebeningan yang menggigit&lt;br /&gt;mataku terbenam dalam lamunanku sendiri&lt;br /&gt;entah kukenangkan apa ramadhan tahun ini kerapkali aku mengenangkan Palestina ... &lt;br /&gt;jauh disana anak-anak kecil bersenjata batu melawan tirani tank-tank Israel&lt;br /&gt;entah ... dimanapun langit sama namun bagi para penjajah itu tak akan pernah sama&lt;br /&gt;kapan lalu aku tersentuh adzan subuh &lt;br /&gt;kapan lalu pula aku menangisi diriku yang mengiba&lt;br /&gt;aku tersudut oleh anganku sendiri terpukul oleh pemandangan yang tampak di layar kaca dalam kepungan kegilaan, dalam deraan kegelapan &lt;br /&gt;masih terdengar lantunan ayat-ayat suci-Nya &lt;br /&gt;masih terlihat gerak ritual sholat berjamaah di masjid-masjid berpuing&lt;br /&gt;dalam kesederhanaan minyak zaitun masih ada tawa&lt;br /&gt;dalam kesederhanaan lauk yang ada masih acara berbuka puasa bersama kerabat dalam tawa, dalam pujian pada Ilahi damai dalam damai&lt;br /&gt;damai dalam artian para calon syuhada Islam&lt;br /&gt;aku terkenang lagi akan batu-batu yang akan berbicara :&lt;br /&gt;“ Di belakangku ada Yahudi. “ ketika ku tatap kerikil-kerikil berserak di jalanan tanpa aspal hanya debu ... mungkin manusia hanya debu  mungkin hanya daun&lt;br /&gt;kutatap siluet senja itu entah apalagi yang kuangan hanya kantukku?&lt;br /&gt;Hanya lemahku pada nafsuku ? &lt;br /&gt;hanya amarahku yang tak aku pahami atau hanya hal lain&lt;br /&gt;Allah ... inikah jalan nasib manusia inikah keindahan hidup, inikah dualisme yang menakjubkan, inikah tatanan terbaik milik-Mu,  inikah seninya keindahan&lt;br /&gt;ketika si kuat menindas si lemah yang telah mendapat janji surga, &lt;br /&gt;inikah keadilan yang Nyata ... dunia bagai ladang permainan bagi mereka&lt;br /&gt;mereka hanya merindukan-Mu, Allah ... mereka hanya mencium wewangian surga &lt;br /&gt;mereka telah sangat memuja segala keindahan-Mu &lt;br /&gt;satu kali kudengar kisah seorang ayah yang menasehati anak-anaknya&lt;br /&gt;tentang jaminan Allah Swt adalah ketetapan yang nyata bahwa janji Allah tak sama dengan janji-janji ariel sharon, george bush dan kawan sejawatnya peta jalan damai adalah bohong ketidakmanusiawian yang memicu ulah para Refuseniks muda&lt;br /&gt;berdiri menentang di depan Tembok Pembatas tanpa bisa berbuat banyak&lt;br /&gt;hanya ada noda-noda darah di tembok-tembok raksasa&lt;br /&gt;hanya ada kaki-kaki melepuh di jalanan panas pasir pantai Gaza&lt;br /&gt;hanya ada desingan batu tanpa henti yang memerah terkena letusan peluru&lt;br /&gt;hanya ada tangan terkepal teracung ke udara dan pekik jihad berkumandang ...&lt;br /&gt;Allahu Akbar ?!!! hanya ada demikian di hati calon-calon penghuni surga &lt;br /&gt;tanpa kompromi bukan omong kosong &lt;br /&gt;hanya ada Cinta kepada Allah dan tanah Al-Quds&lt;br /&gt;hanya ada itu meski Ramadhan adalah bulan suci namun jihad tak akan begitu saja surut &lt;br /&gt;kulangkah kakiku menuju pintu rumah, adzan maghrib bersahutan &lt;br /&gt;ah, telah tiba waktu berbuka &lt;br /&gt;ah, alangkah nikmat puasa hari ini &lt;br /&gt;sambil kukenangkan saudara-saudara muslim-muslimahku di seluruh penjuru dunia di kolong jembatan di bawah kolong-kolong reyot di atap-atap puing kehancuran perang amunisi diantara kegersangan sahara ditengah dingin salju yang menyayat &lt;br /&gt;di antara debur ombak di pantai dimanapun meski itu di puncak tertinggi dunia &lt;br /&gt;aku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat berbuka&lt;br /&gt; (bagi yang telah mendapatkan seteguk air).&lt;br /&gt; Amin. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;4 Ramadhan 1425&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8893640627438703786?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8893640627438703786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8893640627438703786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8893640627438703786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8893640627438703786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/ramadhan-ramadhan-kita.html' title='Ramadhan-ramadhan kita'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-7619238360800301703</id><published>2008-10-09T00:19:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T00:19:37.550-07:00</updated><title type='text'>Mencari-Mu</title><content type='html'>Mendamba Cinta &lt;br /&gt;Kucari Tuhanku di lorong-lorong waktu &lt;br /&gt;aku bersimpuh, &lt;br /&gt;mengaduh, &lt;br /&gt;menangis pilu disana. &lt;br /&gt;Waktu telah melampauiku. &lt;br /&gt;Dia terus berlari meninggalkanku meski aku didera duka &lt;br /&gt;namun Dia tak akan kembali. &lt;br /&gt;Aku terbelenggu jurang kebodohanku sendiri &lt;br /&gt;berkelana dalam ruang-ruang dosa yang tak kupahami. &lt;br /&gt;Ingin kubuang segala perasaan sehingga tak ada lagi cinta &lt;br /&gt;namun aku terlanjur cinta maka aku pun berjanji &lt;br /&gt;aku pun telah bersaksi &lt;br /&gt;bersimpuh pilu di haribaan Cinta. Aku telah menjadi sosok pecinta yang mendamba Cinta yang kapan lalu lenyap dalam pendaran putus asa. &lt;br /&gt;Aku terpuruk ketika kuputuskan tak mematuhi-Mu &lt;br /&gt;aku hancur ketika aku jauh dari-Mu&lt;br /&gt;aku tak lagi merasakan beda antara sedih dan bahagia &lt;br /&gt;aku mengaduh atas lenyapnya perasaan manusiawiku Tuhanku,&lt;br /&gt;aku mensyukuri keadaan ini &lt;br /&gt;namun sekaligus takut akhirnya aku mengetahui dan menemukn lagi apa itu perasaan takut.&lt;br /&gt;Hidup dalam ketakpastian adalah sangat menakutkan padahal berapa banyak kita dalam keadaan itu … selalu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang mencari-Nya (lagi)&lt;br /&gt;Jiwaku rapuh ternoda. &lt;br /&gt;Hatiku merana terberai dengung suara hatiku &lt;br /&gt;menggelora terpasung patah suara jiwamu &lt;br /&gt;telah kutorehkan segala kebeningan nurani &lt;br /&gt;namun aku terus melangkah dalam kubangan semu dunia &lt;br /&gt;yang membentuk rona-rona kotor sebuah kebimbangan. &lt;br /&gt;Kau datang dengan mulut penuh madu racun manismu ?! &lt;br /&gt;Kau lupakan noda-noda bagai sembilu yang merampok kebebasan jiwaku. &lt;br /&gt;Kau tak menyadari rantai-rantai pasungan jiwamu &lt;br /&gt;telah merajamku dalam gelimang pemujaan semu. &lt;br /&gt;Aku memujamu bak Dewa Cinta. &lt;br /&gt;Aku telah tertipu silap mata lahirku sendiri. &lt;br /&gt;Sembilu-sembilu jiwamu telah menggerogoti jiwaku &lt;br /&gt;bertahun-tahun tanpa kau sadari dan tanpa kau tahu salahmu. &lt;br /&gt;Aku telah sekian kali menatapmu dari sudut masa lalu &lt;br /&gt;dengan cinta yang sangat naïf &lt;br /&gt;namun dimana nuranimu yang pernah menjadi lentera bagiku di masa kegelapan itu. &lt;br /&gt;Ketika aku terus menyusuri lorong-lorong gelap itu&lt;br /&gt;dengan nyala obor di tangan kanan &lt;br /&gt;terus mencari ke dasar jiwa akan makna kebenaran dan cinta sejati &lt;br /&gt;tapi kau telah merampas api itu &lt;br /&gt;kau ganti dengan api lain yang nyalanya tak kumengerti &lt;br /&gt;karena ketika kau berikan api itu untuk menerangi lorong ini, &lt;br /&gt;mataku tak mampu melihat dan menemukan kebenran. &lt;br /&gt;Kau katakan inilah api yang benar &lt;br /&gt;tapi yang kulihat hanyalah seonggok sampah. &lt;br /&gt;Aku pun meninggalkanmu. &lt;br /&gt;Kau yang telah berubah … &lt;br /&gt;kau yang telah menggenggam bara api &lt;br /&gt;yang telah lama ku padamkan di masa kegelapanku. &lt;br /&gt;Itu adalah api di masa laluku &lt;br /&gt;tapi telah kau puja bak Dewa. &lt;br /&gt;Aku masih mencari cahaya yang lain &lt;br /&gt;yang terus membimbingku menuju cinta abadi bukan cahayamu tapi cahaya-Nya. &lt;br /&gt;Aku sedang mencari-Nya kembali dan aku tak mencarimu. &lt;br /&gt;31 agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-7619238360800301703?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/7619238360800301703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=7619238360800301703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7619238360800301703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7619238360800301703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/mencari-mu.html' title='Mencari-Mu'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-6463771910535123037</id><published>2008-10-09T00:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T00:19:01.236-07:00</updated><title type='text'>puisi-puisi hati</title><content type='html'>MALAM ke 25&lt;br /&gt;malam kelam bergerak pelan&lt;br /&gt;mengusir pawana yang mendera sepi&lt;br /&gt;aku tersudut dalam penghambaan yang pilu &lt;br /&gt;hanya mencoba arti sepi yang membelenggu&lt;br /&gt;aku telah terpuruk di dasar jurang&lt;br /&gt;aku menghamba kembali&lt;br /&gt;hanya mencoba menemukan Tuhan yang hilang dari lembah jiwaku&lt;br /&gt;aku telah menjadi seonggok sampah yang menjajah ukhrowiku&lt;br /&gt;seharusnya aku menghamba lebih lama&lt;br /&gt;seharusnya aku bersujud lebih dalam &lt;br /&gt;seharusnya tak ada lagi air mataku&lt;br /&gt;aku telah berjalan dalam lorong-lorong itu...&lt;br /&gt;mencoba menemukan-Mu kembali&lt;br /&gt;sangat sulit ... &lt;br /&gt;malam ke-25 ini kucoba mencari-Nya kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Tuhan di lorong waktu(1)&lt;br /&gt;sulit...&lt;br /&gt;namun tak pernah berakhir ...&lt;br /&gt;aku berkelana dalam ketidaktahuaan akan sepi&lt;br /&gt;wangi semerbak sepertiga malam begitu mnyayat&lt;br /&gt;aku di persimpangan&lt;br /&gt;antara hitam dan putih&lt;br /&gt;lorong-lorong itu sempat menipuku&lt;br /&gt;aku telah kehilangan makna sepi&lt;br /&gt;telah kubohongi nuraniku&lt;br /&gt;telah aku jatuh dalam kepalsuan&lt;br /&gt;ah, pawana menyaru dalam derap gelisah &lt;br /&gt;aku teuntai dalam ucapan tangis menghamba...&lt;br /&gt;aku hampir kehilangan Dia &lt;br /&gt;dimana aku menengadahkan tangan &lt;br /&gt;kuharap sepi menaungiku&lt;br /&gt;jutaan tasbih telah terlontar...&lt;br /&gt;namun aku terpuruk sepi&lt;br /&gt;kucari kembali Ilahi-ku di bulan suci ini...&lt;br /&gt;hanya berharap sebuah keajaiban &lt;br /&gt;aku hanya sehelai daun ... &lt;br /&gt;yang tertiup angin kekuasan-Nya &lt;br /&gt;terhempas dan terjatuh ...&lt;br /&gt;namun Ilahi menolongku bangkit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan sendiri&lt;br /&gt;Sepi selalu menemukanku dalam sendiriku &lt;br /&gt;kerap ia menghiburku walau sering aku putar tanpa sanggup aku jalani &lt;br /&gt;sedih telah menjadi sahabat abadiku &lt;br /&gt;namun tak sedikit pun ia sanggup aku sapa dengan ramah &lt;br /&gt;sunyi telah menjamah jiwaku &lt;br /&gt;namun tak sekalipun aku mencintai dia &lt;br /&gt;aku menanyakan duka pada bahagia &lt;br /&gt;namun selalu berpaling dengan angkuh &lt;br /&gt;tanpa menatapku ia pergi meninggalkanku sepi &lt;br /&gt;aku menanyakan kejahatan pada kebaikan &lt;br /&gt;ia tertawa sambil berlalu sangat misterius &lt;br /&gt;seperti halnya aku menanyakan himpunan rahasia &lt;br /&gt;pada sosok-sosok jaman siapakah sosok-sosok jaman itu ? &lt;br /&gt;Ia adalah kalian, manusia ! &lt;br /&gt;mereka akan diam seribu bahasa enggan memperdebatkan &lt;br /&gt;aku seperti halnya sosok jaman yang kelam &lt;br /&gt;terus diputar melawan arus &lt;br /&gt;namun selalu karam oleh hantaman kehidupan &lt;br /&gt;jiwa nuraniku bergolak menyangkal sepi &lt;br /&gt;ia demikian lantang berperang mendesak rapuh kesendirianku &lt;br /&gt;dan aku terpengaruh nuraniku demi sejati sendiri aku dan nurani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-6463771910535123037?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/6463771910535123037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=6463771910535123037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6463771910535123037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6463771910535123037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/puisi-puisi-hati.html' title='puisi-puisi hati'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8063122005561288077</id><published>2008-10-09T00:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T00:17:58.063-07:00</updated><title type='text'>Jiwaku  bertengger dipucuk-pucuk daun</title><content type='html'>Kucari terang, jiwaku !&lt;br /&gt;Bertengger diantara pucuk-pucuk dedaunan jiwa&lt;br /&gt;bercengkrama aku dalam renungan bersemayam  aku di lepuhan jiwa&lt;br /&gt;hatiku telah menuai duka aku tak menyalahkan jiwa&lt;br /&gt;penjara itu telah menyaru menjadi untaian kegelisahan tanpa ujung &lt;br /&gt;telah ku berlari dalam pendaran cahaya tak bertuan di lorong itu &lt;br /&gt;tipu daya setan nyaris menghempas aku dalam kubangan kengerian&lt;br /&gt; cermin jiwaku nyaris buram oleh tangan-tangan kotor nafsuku&lt;br /&gt; Aku berdebat dengan nuraniku tentang cinta&lt;br /&gt; sekian kali pengertiannya  telah mengacaukan aku lagi.&lt;br /&gt; Haruskah aku masih mempercayai akan adanya cinta sejati … &lt;br /&gt;apakah dia tak bertentangan dengan jiwaku. &lt;br /&gt;Oh, jiwaku kumohon berdamailah dengan cintaku.&lt;br /&gt; Bacalah puisi-puisi hatiku pahamilah tanda-tanda cinta itu&lt;br /&gt; demi menggapai Cinta yang lebih mulia.&lt;br /&gt; Bukan semata cinta manusiawi tapi Cinta Ilahi agar aku dan kau tak tersesat.&lt;br /&gt;Kediri, 11-10-05&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8063122005561288077?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8063122005561288077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8063122005561288077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8063122005561288077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8063122005561288077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/10/jiwaku-bertengger-dipucuk-pucuk-daun.html' title='Jiwaku  bertengger dipucuk-pucuk daun'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-6998834700545508201</id><published>2008-06-13T06:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T06:53:14.922-07:00</updated><title type='text'>teh mencegah kanker</title><content type='html'>studi yang dilakukan oleh Commonwealth scientific and industrial research organisation, Australia menemukan bahwa teh merupakan sumber antioksidan terkaya sekitar 36 % dari yang diminum adalah antioksidan. teh hijau dan hitam mrp sumber antioksidan yang besar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-6998834700545508201?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/6998834700545508201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=6998834700545508201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6998834700545508201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6998834700545508201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/teh-mencegah-kanker.html' title='teh mencegah kanker'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-305632899243829339</id><published>2008-06-13T06:00:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T06:04:39.117-07:00</updated><title type='text'>kita adalah unik</title><content type='html'>setiap diri kita adalah unik&lt;br /&gt;setiap diri kita adalah berharga&lt;br /&gt;tiap diri memiliki keberuntungan masing-masing yang harus dicarinya &lt;br /&gt;kamu tak akan jadi aku dan aku tak akan pula menjadi kamu&lt;br /&gt;jadilah dirimu jangan iri pada yang lain&lt;br /&gt;takut seperti apapun kamu,&lt;br /&gt;berpikirlah positif hingga kau temukan keberanian&lt;br /&gt;berusahalah, berdoalah dan percayalah ?!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-305632899243829339?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/305632899243829339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=305632899243829339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/305632899243829339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/305632899243829339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/kita-adalah-unik.html' title='kita adalah unik'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8510984671041568313</id><published>2008-06-11T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T22:02:00.330-07:00</updated><title type='text'>selingkuh=sakit jiwa</title><content type='html'>bagiku orang melakukan perselingkuhan tu sama dengan wong loro jiwo(org sakit jiwa). Mereka ga coba menyelesaikan mslh yg tjdi dg pasangan malah melarikan diri dan cari yg lain. ini berlaku baik peselingkuh cowok or cewe. kebetulan aku cewe yg jdi korban cowok selingkuh, ga salah dong sudut pandangku condong ke pemikiran cewe. dikhianati tu sakit... saya menghimbau pada para peselingkuh mania di seluruh jagat raya, cobalah berpikir, HUKUM KARMA TU PASTI ADA... ingat umur n jati diri. GA USAH SOK2 AN KEREN DEH KALO BISA SELINGKUH MA pasangan org lain. itu benar2 dosa lho...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8510984671041568313?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8510984671041568313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8510984671041568313' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8510984671041568313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8510984671041568313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/selingkuhsakit-jiwa.html' title='selingkuh=sakit jiwa'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-8792888713414087836</id><published>2008-06-11T21:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:51:50.569-07:00</updated><title type='text'>milih teman</title><content type='html'>Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang itu adalah menurut agama sahabat (karib)nya. Karena itu, ada baiknya seseorang dari kamu meneliti dulu siapa yang akan dijadikan sahabatnya"&lt;br /&gt;(HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-8792888713414087836?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/8792888713414087836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=8792888713414087836' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8792888713414087836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/8792888713414087836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/milih-teman.html' title='milih teman'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-3318483094944333763</id><published>2008-06-11T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:46:24.479-07:00</updated><title type='text'>april mop</title><content type='html'>SEJARAH APRIL MOP&lt;br /&gt;Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.&lt;br /&gt;Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.&lt;br /&gt;Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.&lt;br /&gt;Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.&lt;br /&gt;Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.&lt;br /&gt;Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.&lt;br /&gt;Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.&lt;br /&gt;Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.&lt;br /&gt;Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.&lt;br /&gt;Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.&lt;br /&gt;Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.&lt;br /&gt;Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).&lt;br /&gt;Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-3318483094944333763?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/3318483094944333763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=3318483094944333763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/3318483094944333763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/3318483094944333763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/april-mop.html' title='april mop'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-7122842576943061173</id><published>2008-06-11T21:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:42:59.537-07:00</updated><title type='text'>templar</title><content type='html'>1. Ksatria Templar&lt;br /&gt; Freemason sebagai organisasi rahasia, agama, sekaligus ideologi, tidak dapat dipisahkan dari The Knight Templar (Ksatria Templar). Ksatria Templar atau The Knight Templar adalah legiun pasukan perang, intelijen, pengawal kepercayaan raja yang ikut serta secara aktif menjadi pasukan Perang Salib (The Crusader), terutama mendampingi panglima Aliansi Kerajaan Kristen Eropa melawan para mujahidin Salahudin yang legendaris. &lt;br /&gt; Para ksatria ini sangat disiplin, seperti tentara khusus. Mereka mencukur rambutnya, tetapi membiarkan jenggotnya tumbuh subur --sesuatu yang berbeda dengan laki-laki pada umumnya yang justru senang dengan mode tanpa kumis dan jenggot. Mereka disumpah untuk menegakkan prinsip-prinsip ksatria, patuh, dan bertujuan untuk raja dan gereja.&lt;br /&gt; "Ksatria Templar telah disumpah untuk hidup sederhana, kesucian, dan pengabdian. Mereka diwajibkan untuk mencukur seluruh rambutnya dan membiarkan jenggotnya tumbuh subur yang membedakannya dari kebanyakan kaum laki-laki pada saat itu, yang justru menampilkan wajahnya yang kelimis."&lt;br /&gt;  (The Knight Templars were sworn to poverty, chastity, and obedience. They were obliged to cut their hair but forbidden to cut their beards, thus distinguishing themselves in an age when most men were clean shaven --Michael Baigent hlm. 63).&lt;br /&gt; Setelah Perang Salib berakhir, para Ksatria Templar kembali ke Eropa dan menjadi rentenir, bahkan memegang kunci keuangan kerajaan. Pengalaman pengelolaan keuangan tersebut diperolehnya, selama mereka ikut bertempur membantu dan mendampingi Raja Richard si Hati Singa (Richard Coeur de Lion atau Richard The Lion Heart) melawan para mujahidin Islam. Pada saat itu, mereka menyaksikan kemajuan manajemen keuangan serta perkembangan ilmu pengetahuan umat Islam. Belajar dari umat Islam tersebut, para Ksatria Templar menjadikan kota Paris sebagai pusat lalu lintas keuangan. Mereka pun dikenal sebagai ahli dalam bidang penukaran uang (money changer) sebagai cikal bakal dunia perbankan, mereka mendirikan Usury sebuah sistem simpan-pinjam uang dengan bunga tinggi atau riba'iyah; mungkin dari sini pula munculnya istilah treasury. Bahkan, alat tukar berupa cek (cheque), sebagaimana dikenal kita dewasa ini berasal dari penemuan umat Islam yang dikembangkan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-7122842576943061173?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/7122842576943061173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=7122842576943061173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7122842576943061173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7122842576943061173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/templar.html' title='templar'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-2458662507348207017</id><published>2008-06-11T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:41:24.621-07:00</updated><title type='text'>yang tetep dirugikan tu cewek</title><content type='html'>jangan percaya rayuan gombal para pria hidung belang yg ga dewasa dg seribu janji dosa n bohong tentang suatu saat akan dinikahin setelah diambil n dihisap madunya. dimanapun juga ga ada ceritanya bahwa sex before married tu perempuan yg enak, karena pasti suatu saat ada penyesalan n merasa diri(cewe tu)beda dari yg lain2, jgn munafik n sok menghibur diri bhw kalian yg dah telanjur terjebak sex bebas , benar2 merasa bebas. ujung2nya perempuan yg dah ga perfect lagi pasti gundah gulana bagai boneka kayu, n cowoknya kabur tanpa babibu,takutnya mrk entar, ah sekalian aja nyebur kali, padahal aduhhhhhh.... masih banyak jalan tuk kembali jadi orang benar. benar2 ga ada kata terlambat.... Always there a second chance...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-2458662507348207017?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/2458662507348207017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=2458662507348207017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/2458662507348207017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/2458662507348207017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/yang-tetep-dirugikan-tu-cewek.html' title='yang tetep dirugikan tu cewek'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-6470843664580744524</id><published>2008-06-11T21:31:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:34:28.538-07:00</updated><title type='text'>kelanjutan dari bahaya zina</title><content type='html'>BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN &lt;br /&gt;      Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang  , demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang mealkukannya hanya sekali. &lt;br /&gt;        Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan  terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya  secara  sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;       Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merusak keutuhan rumah tangganya. &lt;br /&gt;         Berzina dengan tetangga lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya. &lt;br /&gt;       Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami karena perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain. &lt;br /&gt;          Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina  daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram. &lt;br /&gt;         Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain. &lt;br /&gt;       Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain. &lt;br /&gt;         Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.&lt;br /&gt;BERTAUBAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubat ini bukan khusus  hanya kepada penzina, bahkan kepada siapa  saja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa saja dan apa saja yang boleh menarik  ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan  ingatlah, tidak ada istilah  ‘putus asa’  dalam  mencari rahmat Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahberfirman,mafhumnya:&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.25:68-70)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-6470843664580744524?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/6470843664580744524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=6470843664580744524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6470843664580744524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/6470843664580744524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/kelanjutan-dari-bahaya-zina.html' title='kelanjutan dari bahaya zina'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-2868670217352838460</id><published>2008-06-11T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:30:31.340-07:00</updated><title type='text'>bahaya zina</title><content type='html'>Zina merupakan kejahatan yang  sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya  dan kepada seluruh umat. Di zaman sekarang  di mana banyaknya  saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk  setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari  dosa zina. Kita semua  hendaklah   lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus, walaupun hanya mendekatinya. Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah: &lt;br /&gt;         Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya  agama si penzina, hilangnya sikap wara' (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya  rasa cemburu. &lt;br /&gt;         Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat  dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita. &lt;br /&gt;        Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap. &lt;br /&gt;        Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya. &lt;br /&gt;       Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan  atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya. &lt;br /&gt;        Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan  jatuh  martabatnya baik di hadapan Allah maupun sesama manusia. &lt;br /&gt;          Allah akan mencampakkan  sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal. &lt;br /&gt;          Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual  dan tidak percaya. &lt;br /&gt;         Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihirup oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya. &lt;br /&gt;       Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diingininya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-2868670217352838460?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/2868670217352838460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=2868670217352838460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/2868670217352838460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/2868670217352838460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/bahaya-zina.html' title='bahaya zina'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-7867021217913181149</id><published>2008-06-11T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T21:25:17.041-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-7867021217913181149?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/7867021217913181149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=7867021217913181149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7867021217913181149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/7867021217913181149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/blog-post.html' title=''/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7527199267044755922.post-4579618788984511804</id><published>2008-06-11T21:06:00.001-07:00</published><updated>2008-06-11T21:08:42.640-07:00</updated><title type='text'>cinta</title><content type='html'>saya punya kata2 bagus yang insyallah bisa jadi penyembuh luka bagi semua orang , jika kau mencintai seseorang siaplah untuk patah hati tapi jika kau menCintai Tuhan kau tak akan pernah sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7527199267044755922-4579618788984511804?l=www-satwikadewi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/feeds/4579618788984511804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7527199267044755922&amp;postID=4579618788984511804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/4579618788984511804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7527199267044755922/posts/default/4579618788984511804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www-satwikadewi.blogspot.com/2008/06/cinta.html' title='cinta'/><author><name>satwikadewi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00934821258572737452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_c2kzAQne_nY/SO9Ol_5o8bI/AAAAAAAAAAk/OTe5vt4PuIA/S220/40980_po_100x150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
